Kamis, 01 Oktober 2020 - 14:51:39 WIB

Cegah Korupsi Pilkada, KPK Taja Program  Pilih Yang Jujur, Yang Jujur Dipilih  

Cegah Korupsi Pilkada, KPK Taja Program  Pilih Yang Jujur, Yang Jujur Dipilih  

Riaupunya.com- Sebagai bentuk upaya pencegahan korupsi pada pilkada serentak 2020, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyelenggarakan Program Pilkada Berintegritas dengan slogan "Pilih Yang Jujur, Yang Jujur Dipilih".

Hal demikian diungkapkan Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding mengatakan, kegiatannya terdiri dari Webinar Nasional dalam rangka mensosialisasikan nilai-nilai integritas pada proses pilkada, Talkshow Memilih Calon Kepala Daerah, 9 Seri Kelas Daring Pembekalan untuk Penyelenggara, Peserta dan Pemilih pada Pemilu, dan Deklarasi LHKPN bagi Cakada.

"Untuk seri pertama Kelas Daring Pembekalan utnuk Penyelenggara, Peserta dan Pemilih pada pilkada serentak 2020 ini telah dimulai kemarin, Rabu, 30 September 2020. Target program ini akan menjangkau 270 daerah peserta pilkada, yaitu meliputi 9 provinsi, 37 kota, 224 kabupaten," terang Ipi Maryati Kuding kepada Riaupunya.com Kamis, 1 Oktober 2020.

Ia juga mengatakan, melalui rangkaian webinar pembekalan dan kelas daring tersebut, KPK berharap dapat memberikan pemahaman khususnya bagi calon kepala daerah dan penyelenggara pilkada dalam memahami modus-modus korupsi dalam pilkada dan tata cara menanganinya.

"Setelah terpilih nanti diharapkan calon kepala daerah memahami persoalan pokok penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dari korupsi. Dan, yang tidak kalah penting adalah upaya mengedukasi masyarakat pemilih untuk menggunakan hak suaranya dengan memilih calon kepala daerah yang berintegritas, cakap, dan amanah," tegasnya.

Lanjutnya, program ini disusun sebagai jawaban atas upaya pencegahan korupsi politik. Bagaimana mencegah pejabat publik yang dipilih melalui proses politik memanipulasi jabatan publik untuk keuntungan pribadi. Sebagian besar pemilik kekuasaan tersebut alpa berpikir dan bertindak bagi kepentingan rakyat.

"Justru sebaliknya, mereka menggunakan kewenangan menentukan kebijakan publik semata untuk kepentingan diri sendiri. Padahal, jabatan hanyalah alat untuk dapat menghasilkan kebijakan yang memihak kepentingan warga. Maka, sasaran kebijakan haruslah demi kesejahteraan masyarakat," katanya.

KPK meyakini untuk mencegahnya dimulai dengan tiga upaya, yaitu pertama, fokus pada hulu, bagaimana memastikan proses politik pemilihan pejabat publik melalui proses demokrasi yang berintegritas. Kedua, konsentrasi pada potensi munculnya jual beli kekuasaan. Ketiga, merancang strategi pemberdayaan masyarakat.

"Melalui slogan "Pilih Yang Jujur, Yang Jujur Dipilih" KPK memberdayakan masyarakat menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas dalam memilih calon kepala daerah. Ada beberapa kriteria yang bisa digunakan, antara lain dengan mengecek rekam jejaknya, mulai dari profilnya hingga kasus hukum. Kemudian, jangan pilih calon yang menawarkan uang, karena itu artinya dia merupakan bagian dari persoalan politik uang," imbuhnya.

Kemudian, seumpamanya seorang penyelenggara negara (PN), seperti misalnya petahana atau pejabat publik lainnya yang termasuk wajib lapor LHKPN, maka publik dapat mengecek kepatuhannya dalam menyampaikan LHKPN melalui situs https://elhkpn.kpk.go.id/.

"Jika calon adalah seorang petahana, maka publik juga bisa mengecek komitmen antikorupsinya dalam bentuk capaian kinerjanya selama menjabat dalam membangun tata kelola di wilayahnya. Publik dapat mengakses informasinya melalui https://jaga.id/jendela-daerah/," (rls)

Berita terkini

Empat Paslon Walkot Dumai Bertarung Telah Miliki Nomor Urut 

Kamis, 24 September 2020 - 15:57:49 WIB

Maju Pilkada Bengkalis, Kaderismanto- Iyet Bustami Daftar ke KPU

Minggu, 06 September 2020 - 11:08:02 WIB

Besok, Pasangan ESA dan KDI mendaftar ke KPU 

Sabtu, 05 September 2020 - 22:24:48 WIB

Balon Kasmarni- Bagus Santoso Resmi Daftar ke KPU Bengkalis

Jumat, 04 September 2020 - 19:25:48 WIB

Relawan KBS Gelar Rakor, Kasmarni Ingatkan Politik Santun

Rabu, 02 September 2020 - 19:15:24 WIB

SKB Obor Duri Deklarasikan Dukungan Kepada Kasmarni-Bagus

Sabtu, 29 Agustus 2020 - 08:15:57 WIB

Ahmad Syah Harrofie untuk Bengkalis Lebih Baik

Senin, 23 Desember 2019 - 09:52:28 WIB

Syahrul Aidi: Pemerintah Pusat dari Dulu Tak Adil ke Riau

Sabtu, 16 November 2019 - 11:18:01 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial

Cegah DBD, Babinsa Sukaramai Gelar Gotong Royong Massal 

Cegah DBD, Babinsa Sukaramai Gelar Gotong Royong Massal 

Minggu, 29 November 2020 - 12:47:21 WIB
Teror Sigi, Gereja Bala Keselamatan Imbau Jamaat Tenang 

Teror Sigi, Gereja Bala Keselamatan Imbau Jamaat Tenang 

Minggu, 29 November 2020 - 05:41:40 WIB

Religi

Tata Cara dan Doa Wudu yang Benar sesuai Tuntunan Rasul 

Tata Cara dan Doa Wudu yang Benar sesuai Tuntunan Rasul 

Jumat, 06 November 2020 - 11:19:16 WIB
360 Jamaah Umroh Indonesia Berangkat ke Arah Saudi

360 Jamaah Umroh Indonesia Berangkat ke Arah Saudi

Senin, 02 November 2020 - 09:57:02 WIB
Alquran Sebagai Obat Penyakit Hati

Alquran Sebagai Obat Penyakit Hati

Sabtu, 31 Oktober 2020 - 06:18:30 WIB