Jumat, 07 Agustus 2020 - 16:45:10 WIB

Pupuk Kompos Dari Tandan Sawit, Antarkan Mahasiswa Unilak Berprestasi Tingkat Nasional

Riaupunya.com -- Tim mahasiswa Universitas Lancang Kuning yang terdiri dari berbagai fakultas dan lintas angkatan mampu mengukir prestasi di tingkat nasional di kementrian pendidikan dan kebudayaan. Setelah keluarnya pengumuman yang di tandatangani oleh Direktur Pembelajaran dan kemahasiswaan Aris Junaidi, 5 Agustus lalu tentang, pengumuman program Holistik pembinaan dan pemberdayaan desa (PHP2D).

Ke 10 mahasiswa yaitu, Aris Masduki / Hukum / 2018 (Ketua Tim), dengan anggotaFadel Anggara Zarman (Arsitek 2019), Fandu Mustaqim ( Fasilkom / 2018), Febri Rahma Doni (Akuntansi / 2017), Laura Cindy Zhania ( Manajemen / 2016), Nurul Hidayati (FKIP / 2017), Nurul Kusaini (Kehutanan / 2018), Ocera Verina (FIB / 2016), Rahimanisa ( FIA / 2017), Wike Sarina (Kehutanan / 2019 ).

Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa atau disingkat PHP2D merupakan program kementrian pendidikan dan kebudayan, dimana tim Unilak lolos dengan judul proposal “Pupuk Kompos TKKS Desa Minas Timur Kecamatan Minas Kabupaten Siak Provinsi Riau”

Dosen pembimbing Prama Widayat SE.AK, dihubungi Kamis 7 Agustus 2020 mengatakan, TKKS merupakan singkatan dari Tandan Kosong Kelapa Sawit. TKKS ini adalah sisa dari kelapa sawit yang sudah diambil minyaknya, sehingga selama ini TKKS ini dibakar oleh warga untuk dijadikan pupuk kompos, namun itu merusak lingkungan dan juga hasilnya lebih sedikit, dari 1 Ton yang dibakar nantinya menghasilkan 200 Kg abu hasil pembakaran.

Dijelaskan Prama, dalam proposal ini tim unilak, ingin mengolah TKKS dengan cara fermentasi sehingga hasilnya lebih banyak 15% atau setara 350 Kg daripada di bakar hanya 200 Kg dan juga lebih ramah lingkungan. Langkah awal yang dilakukan nantinya adalah membuat rumah kompos sehingga nantinya mudah untuk dilakukan proses fermentasi.

"Setelah pupuk TKKS berhasil dibuat maka dilakukan proses pemasaran secara tradisional dan digital. Dengan pemasaran digital akan memperluas pasar yang ada," jelasnya.

Tujuan dari program ini, mengurangi dampak buruk bagi lingkungan akibat dari pembakaran TKKS di desa Minas Timur. Kemudian memberdayakan masyarakat untuk membentuk kelompok tani yang akan mengelola TKKS di desa Minas Timur.

"Serta mempromosikan pupuk kompos melalui sarana konvensional dan digital," pungkasnya. (rls)

Berita terkini

Semangat Meningkat Pacu Terlaksananya Pengembangan Riset

Kamis, 12 Maret 2020 - 23:20:48 WIB

Ini Harapan Rektor di Usia 22 Fakultas Kehutanan Unilak

Jumat, 13 Maret 2020 - 15:35:57 WIB
Se Sumatra

BEM Fakultas Hukum Unilak Gelar Lomba Debat

Kamis, 12 Maret 2020 - 13:40:00 WIB

Tiga Dekan di Unilak Dilantik Ketua Yayasan Pendidikan

Jumat, 21 Februari 2020 - 16:20:46 WIB

Selain MOU Dengan Unilak, BI Berikan Beasiswa Bagi Mahasiswa

Jumat, 21 Februari 2020 - 05:15:44 WIB

Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi, UIR-Pemko Dumai Teken MoU

Senin, 17 Februari 2020 - 22:25:26 WIB

MoU Dengan LSP, FKIP Unilak Ditetapkan sebagai TUK

Rabu, 12 Februari 2020 - 10:30:20 WIB

Unilak Peringkat 191 di Indonesia Versi Lembaga Internasional

Senin, 10 Februari 2020 - 17:20:03 WIB
Nurhakim Raih Pemuncak Universitas

1.484 Mahasiswa UIR Diwisuda

Sabtu, 01 Februari 2020 - 12:30:06 WIB

FIB Unilak dan LAM Riau Gelar TOT Mulok Budaya Melayu Riau

Minggu, 26 Januari 2020 - 22:17:39 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+