Unri dan BPTP Jalin Kerjasama
Riaupunya.com -- Seiring dengan perkembangan yang terjadi di bidang teknologi, industri pertanian juga mengikutinya dengan terus melakukan inovasi mengikuti perkembangan tersebut, tak terkecuali Fakultas Pertanian Universitas Riau (Unri) yang mau tidak mau harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk meningkatkan daya saing.
Hal ini disampaikan Dekan Fakultas Pertanian Unri Dr Ir Syafrinal MS, pada acara Kuliah Umum dan Penandatanganan Nota kesepahaman bersama MoU dan MoA antara Unri dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) diruang pertemuan Fakultas Pertanian, Rabu 25 April 2018.
Menurutnya, untuk memajukan sektor pertanian, teknologi dan inovasi yang lahir harus bisa meningkatkan nilai tambah produk pertanian. “Di era persaingan saat ini, penanganan pangan harus digarap integras perguruan tinggi juga harus ikut serta dalam meningkatkan inovasi teknologi pertanian yang bekerjasama denagn badan terkait. Moderenisasi pertanian diharapkan mampu membuat pertanian juga berkembang di saat ini,” jelas Syafrinal.
Ditambahkan, moderenisasi dan inovasi jadi penting agar ke depan, generasi muda juga kembali tertarik terlibat di industri pertanian. Sinergi perguruan tinggi dan sektor tarkait sehingga produk pangan dan komoditas tersedia massif. “Kerja sama Unri dengan BPTP tujuannya adalah untuk meningkatkan bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam hal pengembangan teknologi pertanian,” ujar Syafrinal.
Menurutnya, peningkatan daya saing global dan peningkatan pertanian saat ini, akan lebih mudah tercapai melalui penerapan inovasi teknologi pertanian. “Oleh karena itu upaya ke depan akan kita fokuskan kepada program intensifikasi yang memerlukan inovasi teknologi hasli riset kita,” tambahnya.
Syafrinal juga menyebut kalau daya saing bisa didapat bila Sumber Daya Manusia (SDM) sungguh-sungguh mengembangkan dan meningkatkan produktivitasnya, sedangkan dalam upaya untuk meningkatkan daya saing memang sangat membutuhkan sebuah inovasi.
Untuk itu, Syafrinal memacu Mahasiswa khususnya untuk terus mengembangkan inovasi tersebut yang harus diiringi dengan ilmu pengetahuan agar bisa masuk ke pasar sehingga bisa meningkatkan nilai suatu produk. "Makanya inovasi akan lahir bila seluruh produk knowledge yang masuk ke pasar bisa meningkatkan daya guna dan nilai tambah bagus bagi seluruh pengguna,”pungkasnya.
Acara ini dihadiri langsung kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Riau Dr Ir Nana Sutrisna MP yang juga sebagai pemateri kuliah umum “Pengembangan inovasi teknologi pertanian untuk produk global.”(rls)

























































