Kamis, 07 September 2017 - 00:00:00 WIB

DPR: Aturan Turunan Perpres Pendidikan Karakter Jangan Dibuat Membingungkan

Riaupunya.com -- Kalangan DPR menyambut positif langkah Presiden Joko Widodo Yang telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter. Perpres ini bisa menjawab keresahan masyarakat soal rencana full day school (FDS) yang menerapkan proses belajar mengajar seharian penuh dengan konsekwensi hanya lima hari sekolah dalam satu minggu.

Namun menurut Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati, ada sejumlah hal yang perlu disempurnakan dari Perpres tersebut dalam peraturan turunannya yaitu Peraturan Menteri pada tataran teknisnya.

“Tapi, Perpres itu tak berarti apa-apa kalau peraturan menteri atau Permen-nya dan petunjuk taknisnya di lapangan membingungkan masyarakat. Karena itu, Permennya jangan sampai membingungkan,” kata Reni Marlinawati dalam diskusi bertema 'Prepres Pendidikan Berkarakter; Efektifkah?' di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 7 September 2017. Turut hadir pembicara Wakil Ketua Saleh Partaonan Daulay, Anggota Komisi X DPR Puti Guntur Soekarnoputri dan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti

Reni Marlinawati itu mengimbau Permen yang akan dibuat perlu memperhatikan mengenai alokasi anggaran sekolah berbasis keagamaan yang belum maksimal mendukung pendidikan karakter di sekolah keagamaan. “Karena selama ini Kementerian Agama hanya menerima alokasi APBN, sedangkan Kementerian Pendidikan-Kebudayaan (Kemendikbud) & Kementerian Dalam Negeri menerima alokasi dari APBN, juga mendapat dari APBD setempat, “ ujarnya.

Hal senada dikatakan oleh Saleh Partaonan Daulay mengatakan Perpres Penguatan Pendidikan Karakter tidak menjawab persoalan minimnya alokasi anggaran sekolah berbasis keagamaan.

"Pendidikan karakter itu tidak bisa dilepaskan dari sekolah berbasis keagamaan. Nah, Perpres itu hanya menjawab polemik Full Day School. Bukan mendorong dimaksimalkan alokasi anggaran sekolah berbasis keagamaan untuk mencapai hasil optimal pendidikan karakter," kata Saleh.

Saleh mengungkapkan anggaran untuk Kemenag RI per tahun Rp 46 triliun. Anggaran itu untuk seluruh sekolah agama dan sudah termasuk untuk gaji dosen, guru, serta biaya penelitian dan sebagainya.

“Peneliti di UIN saja hanya Rp 1 miliar. Sedangkan untuk penelitian di sekolah umum bisa mencapai puluhan dan ratusan miliar rupiah. Maka, tak salah kalau anggaran itu dibagi dengan pendidikan agama sebagai basis pendidikan karakter,” jelasnya.

Sedangkan, Puti Guntur Soekarnoputri mengatakan meski perlu penyempurnaan di tataran teknis, tetapi Perpres ini perlu didukung semua pihak karena menjadi payung hukum untuk membentuk generasi emas pada tahun 2045 mendatang. "Sehingga akan terbangun kompetensi, kompetisi, dan tanggung jawab bagi anak didik yang berkualitas. Namun, tanggungjawab pendidikan itu bukan hanya pada sekolah, tapi masyarakat dan keluarga," katanya.

Sementara Retno Listyarti mengapresiasi Perpres tersebut karena sesuai dengan komitmen Bapak Pendidikan Ki Hajar Dewantoro, yaitu tempat terbaik pendidikan karakter itu adalah di sekolah. Karena dari sekolah akan terbangun budaya sekolah dan semua yang bertanggungjawab terhadap sekolah harus baik, agar semua siswa-siswinya bisa menyontoh dengan baik.

“Tidak mungkin semua aturan pendidikan karakter itu diterapkan di sekolah, sehingga selebihnya ada pada keluarga dan masyarakat. Tak bisa hanya minta anak jujur, tanpa ada contoh dari guru, orang tua dan masyarakat. Sekolah pun harus serentak menerapkan pendidikan karakter itu kalau ingin berhasil,” tegasnya.***

Berita terkini

Kopertis Wilayah X Nilai UIR Sebagai Universitas yang Sehat

Rabu, 06 September 2017 - 00:00:00 WIB

Mahasiswa Umri Harus Siap Menghadapi Tantangan

Rabu, 06 September 2017 - 00:00:00 WIB

Guru Madrasah di Rohil Ikuti Diklat

Jumat, 25 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Suara Emas Nanda “Armada” Pukau Bupati

Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

AKN Bengkalis Raih 2 Emas dan 2 Perunggu

Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

120 Proposal Penelitian Dosen UIR Diseminarkan

Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB
Hebat

Wakili Riau diajang ini, Siswa SMAN 5 Raih Juara Pertama

Minggu, 20 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Jumlah Mahasiswa FT UIR Membludak

Senin, 14 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

UIR Buka Dua Prodi Baru

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

UIR Raih Tiga Mendali Emas iMIT SIC 2017 Malaysia

Kamis, 10 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Jika Salah, Kadisdik Riau Persilahkan Bawahan Mengkritiknya

Kamis, 10 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

4.464 Calon Mahasiswa UIR Ikuti Seleksi Masuk Gelombang II

Senin, 07 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Disdik Riau Gelar Upacara Bendera Senin Pagi

Senin, 07 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Dosen dan Mahasiswa UIR Diminta Tunjukkan ciri khas Keislaman

Selasa, 01 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Dosen UIR Diminta Tingkatkan Penelitian

Senin, 31 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Senin Dilantik, Rektor Syafrinaldi Rampingkan Kabinet

Sabtu, 29 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

FLS2N Bagian Pencarian Siswa Berbakat Dibidang Seni

Kamis, 27 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Peserta Lemhanas RI Angkatan LVI Tahun 2017 Sambangi UR

Kamis, 20 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

FLS2N SMP Tingkat Provinsi Riau Resmi Dimulai

Kamis, 20 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Ukir Prestasi, Bupati Bengkalis Apresiasi PIK-R Nuansa

Senin, 10 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Ditutup Gubri, DKI Jakarta Juara Umum OSN 2017 Riau

Jumat, 07 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Besok, Safrinaldi Dilantik Menjadi Rektor UIR

Jumat, 07 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Dibuka Mendikbud, OSN 2017 Riau Resmi Dimulai

Senin, 03 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Seperti ini Teknis Dalam Meliput OSN Riau 2017

Rabu, 21 Juni 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+