Monitoring Hibah URP di Umri, PT Chevron Dapati hal ini
Riaupunya.com - Guna memastikan dana hibah memang terpakai sesuai dengan proposal yang diajukan pihak kampus, PT Chevron Pacific Indonesia melakukan monitoring serta evaluasi ke program studi kimia FMIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau (Umri), Selasa (25/7) kemarin. Dana hibah yang disalurkan tersebut merupakan hibah University Relationship Program (URP).
Dalam monitoring itu, pihak Chevron diwakili Winda Damelia selaku Koordinator Program Social Performance Sumatera. Ia hadir didampingi Yulia Rintawati. Mereka diterima oleh Wakil Dekan I FMIPA dan Kesehatan Umri, Prasetya MS.
Dalam laporannya di hadapan dua pemonitor, Prasetya menjelaskan bahwa dalam penggunaan dana hibah, mereka fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Hal itu disesuaikan dengan visi Chevron. Dari segi akreditasi, pengembangan SDM juga menyumbang nilai terbesar.
Diakuinya, manfaat bantuan yang prodi Kimia terima sangat besar. Dari 100 pertanyaan akreditasi, 12 butir penilaian disokong oleh kegiatan yang didanai hibah ini. "Jadi kita lihat sangat terasa membantunya," kata Prasetya.
Dia menjelaskan, dana hibah itu disalurkan dalam bentuk delapan jenis kegiatan prioritas sesuai dengan visi misi Muhammadiyah, universitas, fakultas dan prodi yang relevan dengan investasi sosial CPI. Dimana URP mampu memberikan manfaat langsung bagi 486 orang dan lebih banyak lagi penerima manfaat tidak langsung.
Kemudian, menghasilkan 18 publikasi (media cetak, online, jurnal, prosiding seminar nasional atau internasional. Kemudian, mendukung 12 poin penilaian sesuai dengan kebijakan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).
Dari sejumlah program yang dilakukan, tercapailah kegiatan yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas SDM baik secara langsung maupun tidak. Selain itu, dengan telah terlaksananya delapan kegiatan ini dapat meningkatkan nilai akreditasi Prodi pada 12 aspek yang direncanakan dalam proposal.
Lalu, tambah Prasetya, dana hibah dipakai untuk pengadaan IPAL yang diharapkan mampu mengolah limbah laboratorium sehingga tak mencemari lingkungan.
IPAL juga menjadi media bagi mahasiswa dan dosen untuk belajar proses pengolahan limbah serta melakukan penelitian di bidang lingkungan.
Kemudian, untuk pengabdian masyarakat, sudah dilakukan pelatihan pembuatan ramuan obat herbal, pengolahan makanan dan minuman kesehatan serta pemeriksaan kesehatan gratis. "Sambutan masyarakat sangat baik," ungkapnya.
Selain publikasi, dosen juga dituntut memiliki sertifikat kompetensi. Hal ini dibutuhkan saat KKNI diberlakukan. Kemudian, hasil penelitian sudah dipublikasi dengan partisipasi dosen dalam seminar. Sementara bagi mahasiswa, mereka bisa lebih bersemangat karena karyanya dipresentasikan di seminar nasional.
Umri juga menggelar pelatihan quality control dan quality ansurance yang didukung oleh BPSMB dan P3 Ekoregion Sumatera. Ada juga pelatihan TOEFL bagi 16 mahasiswa dan 14 dosen serta tenaga kependidikan di Umri.
Prasetya menegaskan, program-program di atas akan tetap diadakan jika Chevron kembali menyalurkan dana hibahnya. Mereka juga menekankan bakal membuat program baru yang bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa.
Sementara itu, Winda Damelia menjelaskan bahwa URP merupakan bagian dari program investasi sosial yang dimiliki Chevron. Dimana, ada 4 pilar yang ditekankan dalam program ini. Yaitu, pendidikan, kesehatan ekonomi dan lingkungan.
Setiap program itu, terangnya, pasti diikuti dengan tahapan-tahapan. Misalnya planning, pemetaan sosial pelaksanaan dan terakhir monitoring. "Setiap program harus dipastikan bahwa dana yang disalurkan itu memang sesuai dengan peruntukkannya," kata Winda.
Mereka juga ingin memastikan manfaatnya apa buat mahassiwa dan dosen. Makanya, dalam monitoring, pihaknya ikut mewawancarai mahasiswa dan dosen.
Setelah dimonitoring, Winda menilai hasilnya sangat memuaskan. Dimana, program pemanfaatan hibah sudah sejalan dengan memorandum of agreement 2013-2018 yang dilakukan Chevron dan Umri beberapa waktu lalu.
Ditambahkan Winda, selain di Umri, program serupa juga dilakukan di prodi teknik kimia Universitas Riau, Prodi teknik elektro Universitas Lancang Kuning dan prodi perminyakan Universitas Islam Riau. (lan)

























































