Sabtu, 07 November 2026 - 11:30:04 WIB

Hidupkan Tradisi Intelektual, PKB Bengkalis Bedah PemikiranTjokroaminoto dan Ali Syariati

BENGKALIS– Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bengkalis menggelar bedah buku dan diskusi bertema Sosialisme Islam di Ballroom Twin Hotel Bengkalis, Sabtu 7 November 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah PKB dalam menghidupkan kembali tradisi intelektual sekaligus membangun pemikiran kritis tentang keadilan sosial, pemberdayaan masyarakat, hingga pengelolaan sumber daya alam yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Diskusi yang menghadirkan akademisi dan tokoh masyarakat tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda pengukuhan pengurus DPC PKB Bengkalis yang dijadwalkan berlangsung Sabtu malam di Gedung Cik Puan, Bengkalis.

Dalam forum tersebut, peserta diajak mengupas relevansi pemikiran Sosialisme Islam, terutama gagasan dua tokoh besar, H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syariati. Pembahasan tidak hanya berkutat pada aspek ideologi, tetapi juga dikaitkan dengan persoalan ekonomi, keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam, serta keberlanjutan lingkungan hidup.

Hadir sebagai narasumber Sekretaris Eksekutif Bahtera Melayu, Khairul Saleh, SH, MH, dan Sekretaris I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Ruliono, S.Sos.I, M.Si. Diskusi dipandu moderator Billy Yanis Syaputra.

Ketua DPC PKB Bengkalis, Irmi Syakip, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen partainya untuk menghidupkan kembali budaya intelektual dan ruang diskusi yang dinilai mulai tergerus di tengah masyarakat.

Menurutnya, PKB yang kini berusia 28 tahun memiliki keterkaitan sejarah dengan perjalanan Reformasi Indonesia pada 1998. Keduanya lahir dari semangat perubahan dan aspirasi masyarakat untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik sesuai cita-cita kemerdekaan.

Ia menilai perjalanan reformasi yang hampir memasuki tiga dekade perlu terus dievaluasi, terutama dalam hal tata kelola sumber daya alam. Pengelolaan kekayaan alam, katanya, harus mengedepankan prinsip keadilan, mendorong kemandirian ekonomi, serta memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Berbagai persoalan yang muncul hari ini harus segera kita evaluasi, koreksi dan benahi. Kita perlu melihat sejauh mana kemaslahatan yang bisa dicapai dan kemudaratan yang harus dicegah demi masa depan anak cucu serta kelangsungan kehidupan bangsa sesuai amanat konstitusi,” ujar Irmi Syakip.

Ketua Fraksi PKB DPRD Bengkalis itu menambahkan, gagasan Sosialisme Islam merupakan upaya mengembalikan semangat ekonomi yang berorientasi pada amanat konstitusi. Pemikiran tersebut juga dapat menjadi salah satu pendekatan untuk menjawab berbagai tantangan bangsa, mulai dari persoalan ekonomi, politik, sosial hingga kebudayaan.

Ia menyebut pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syariati masih relevan untuk membaca berbagai persoalan yang terjadi saat ini. Karena itu, forum diskusi tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ruang bertukar pendapat, tetapi juga mampu membangun kembali tradisi intelektual, khususnya di kalangan mahasiswa dan akademisi.

“Kita ingin mengembalikan tradisi intelektual. Gerakan mahasiswa bukan hanya gerakan aksi, tetapi juga harus dibangun melalui kekuatan alam pikiran dan dasar pemikiran yang kuat. Pemikiran tokoh-tokoh besar yang selama ini seakan ditinggalkan justru masih sangat kontekstual dengan kondisi hari ini,” ungkapnya.

Sementara itu, moderator diskusi, Billy Yanis Syaputra, mengatakan bedah buku tersebut menjadi ruang untuk mengulas hubungan antara nilai-nilai Islam dan gagasan sosialisme. Termasuk bagaimana pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syariati dapat digunakan untuk menjawab berbagai persoalan sosial kontemporer.

Billy yang juga dosen IAIN Laksmana Bengkalis itu menilai kesadaran sosial seseorang turut dipengaruhi lingkungan tempat ia tumbuh dan berinteraksi. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap kondisi sosial menjadi penting untuk membangun perspektif kritis dalam melihat berbagai persoalan masyarakat.

Ia berharap pembahasan Sosialisme Islam tidak berhenti sebatas teori, tetapi mampu melahirkan gagasan konkret terkait pemberdayaan masyarakat, keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam, serta pelestarian lingkungan hidup.

“Bagaimana sumber daya alam dikelola sesuai hakikat dan peruntukannya, serta bagaimana lingkungan hidup tetap dijaga dan dilestarikan. Ini menjadi bagian penting yang perlu kita bedah dan diskusikan bersama,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Syuro PKB Bengkalis Khairi Samto, Sekretaris DPC PKB Riza Zulhelmi, Bendahara Muhammad Faizal, Ketua Garda Bangsa Ismail Marzuki, serta sejumlah anggota DPRD Fraksi PKB.

Selain bedah buku, rangkaian agenda PKB Bengkalis juga diisi dengan Orientasi Politik Pengurus, Musyawarah Cabang Perempuan Bangsa, Musyawarah Kerja DPC PKB Bengkalis, pengukuhan pengurus, hingga kegiatan Garda Run yang dijadwalkan berlangsung Ahad pagi. (AP)

Berita terkini

PWI Riau Ingatkan Wartawan Jaga Netralitas Jelang PSU Siak

Minggu, 09 Maret 2025 - 14:40:07 WIB

PAN Riau Bahas Pengaruh Media Sosial dalam Politik Modern

Minggu, 29 Desember 2024 - 21:40:21 WIB

Ketua dan Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Resmi Dilantik

Rabu, 30 Oktober 2024 - 21:35:35 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+