Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:45:34 WIB

Jemput Sabu 55,9 Kg dari Malaysia, Nelayan Muntai Ditangkap Bareskrim, Kejari Bengkalis Terima Tahap II

BENGKALIS – Perkara dugaan penyelundupan narkotika seberat 55,9 kilogram dari perairan Malaysia ke Kabupaten Bengkalis memasuki babak baru. Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dari penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kamis 15 Oktober 2026.

Tersangka, Indra Bayu bin Suhaimi (37), merupakan nelayan asal Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Ia diduga berperan membantu menyiapkan kapal cepat atau speedboat untuk menjemput narkotika dari perairan Malaysia.

Kepala Kejaksaan Negeri Bengkalis, Ade Indrawan, melalui Kepala Seksi Intelijen Wahyu Ibrahim, menyebutkan barang bukti dalam perkara tersebut memiliki berat total 55.971,73 gram atau sekitar 55,9 kilogram.

“Dalam perkara ini, tersangka diduga berperan membantu menyiapkan kapal untuk penjemputan narkotika. Ada sejumlah pihak lain yang disebut terlibat, termasuk Nabil dan Erwin yang hingga kini berstatus daftar pencarian orang (DPO),” kata Wahyu kepada Riauaktual, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan kronologi perkara, kasus ini bermula pada awal Mei 2026 ketika Indra bertemu dengan seseorang bernama Nabil. Dalam pertemuan tersebut, Nabil diduga meminta Indra mencarikan kapal untuk menjemput narkotika dari perairan Malaysia.

Indra kemudian menghubungi Solihin untuk membantu mencari kapal. Pada 14 Mei 2026, ia menerima uang Rp40 juta dari pihak Nabil untuk keperluan penyewaan kapal, terdiri atas Rp20 juta secara tunai dan Rp20 juta melalui transfer.

Sehari kemudian, Indra bersama Erwin menyiapkan bahan bakar dan oli untuk mendukung perjalanan laut serta mengatur kedatangan kapal yang akan digunakan.

Dalam kronologi perkara, Nabil disebut menjanjikan imbalan Rp150 juta kepada masing-masing Indra dan Erwin apabila penjemputan narkotika tersebut terlaksana.

Pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, Indra bersama Nabil dan Erwin berangkat menggunakan speedboat dari Pantai Muntai menuju perairan Malaysia.

Sekitar pukul 03.40 WIB, mereka tiba di kawasan Sungai Panjang. Namun, barang yang akan dijemput belum tersedia sehingga ketiganya menunggu selama dua malam di atas kapal.

Penjemputan baru dilakukan pada Senin (18/5/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Sebuah kapal lain datang membawa barang yang diduga narkotika. Nabil kemudian berpindah ke kapal tersebut dan mengambil dua kardus untuk diserahkan kepada Indra dan Erwin.

Setelah menerima barang tersebut, ketiganya bertolak kembali menuju Indonesia dengan tujuan Teluk Pambang, Kabupaten Bengkalis.

Namun, perjalanan mereka diduga terendus petugas. Saat mendekati Pantai Teluk Pambang sekitar pukul 22.40 WIB, kapal yang ditumpangi ketiganya disebut dikejar dua kapal yang masing-masing diduga berasal dari Bea Cukai dan kepolisian.

Dalam situasi tersebut, Indra, Nabil, dan Erwin disebut melompat dari kapal dan berenang menuju pantai. Ketiganya kemudian melarikan diri ke arah berbeda.

Petugas selanjutnya melakukan penelusuran hingga menemukan speedboat di kawasan rawa Teluk Bantan. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua kardus berisi sejumlah paket yang diduga narkotika berupa kristal putih dan tablet berwarna kuning kehijauan, beserta sejumlah barang lainnya.

Setelah kejadian itu, Indra sempat kembali ke rumahnya di Desa Muntai. Namun, setelah mengetahui dirinya dicari penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, ia diduga melarikan diri dan bersembunyi di kawasan kebun karet sebelum berpindah ke rumah ibu angkatnya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.

Pelarian Indra berakhir pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 02.30 WIB. Penyidik Bareskrim Polri menangkapnya di rumah ibu angkatnya di Desa Muntai, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Atas perbuatannya, Indra disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

“Dengan diterimanya penyerahan tersangka dan barang bukti Tahap II, penanganan perkara selanjutnya menjadi tanggung jawab jaksa penuntut umum Kejari Bengkalis untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku dan dipersiapkan menuju persidangan di Pengadilan Negeri Bengkalis,” tutup Wahyu.(AP)

Berita terkini

Kajari Pohuwato Ingatkan Bahaya Korupsi Desa

Jumat, 01 Agustus 2025 - 20:00:56 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+