Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:45:13 WIB

MUI Bengkalis Dorong Kebangkitan Ekonomi Umat, 100 Peserta Ikuti Pelatihan Usaha Kreatif

BENGKALIS – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi umat melalui jalur ekonomi syariah dan usaha kreatif. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pengembangan Usaha Kreatif untuk Kesejahteraan Umat yang digelar di Gedung Daerah Datuk Laksamana, Jalan Ahmad Yani, Bengkalis, Sabtu 29 Agustus 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Bengkalis itu dibuka oleh Bupati Bengkalis yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Johansyah Safri, didampingi Ketua Umum MUI Kabupaten Bengkalis Buya H. Amrizal, jajaran pengurus MUI, serta unsur Forkopimda.

Sebanyak 100 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM aktif dan masyarakat produktif mengikuti pelatihan tersebut. Hadir pula Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bengkalis Zulpan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Basuki Rahmat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ustadz Affan Zahidi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral MUI dalam memberikan pembinaan kepada masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi syariah dan pengembangan usaha yang sehat serta halal.

“Ini merupakan program kerja Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Bengkalis yang telah diusulkan sejak 2005 dan baru dapat direalisasikan pada tahun 2026. Kegiatan ini juga menjadi program kedua yang terlaksana tahun ini setelah kegiatan kerukunan umat beragama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Bengkalis, Buya H. Amrizal, menegaskan bahwa persoalan kemiskinan masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bersama.

Mengacu pada data tahun 2026, kata Buya Amrizal, jumlah penduduk miskin di Indonesia masih mencapai sekitar 22,93 juta jiwa atau 8,07 persen dari total penduduk Indonesia yang mencapai sekitar 290 juta jiwa.

“Karena mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam, maka dapat dipastikan sebagian besar angka kemiskinan tersebut berasal dari kalangan umat Islam. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk mencari solusi dan jalan keluarnya,” ungkapnya.

Menurut Buya Amrizal, kemiskinan terbagi dalam dua kategori, yakni kemiskinan struktural dan kemiskinan kultural. Kemiskinan struktural terjadi akibat sistem sosial, ekonomi dan politik yang belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat. Sedangkan kemiskinan kultural dipengaruhi pola pikir, kebiasaan hidup, serta rendahnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Melalui kegiatan ini kami ingin membangkitkan semangat berwirausaha di kalangan umat. Kami berharap masyarakat memiliki keberanian untuk berinovasi, menciptakan usaha kreatif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara mandiri,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Bengkalis Kasmarni melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Johansyah Safri memberikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Bengkalis atas inisiatif dan kepeduliannya dalam membangun ekonomi umat.

Menurutnya, pelatihan seperti ini sangat penting dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

“Kami berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, menyerap ilmu dan pengalaman dari para narasumber, kemudian mengimplementasikannya dalam usaha yang dijalankan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan masyarakat,” harap Johansyah.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu langkah nyata MUI Bengkalis dalam mendorong lahirnya pelaku usaha kreatif berbasis syariah yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga keberkahan serta kemaslahatan umat. (AP)

Berita terkini

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+