Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:55:34 WIB

Dari Tradisi ke Platform Digital, Peneliti UMRI–Unilak Petakan Transformasi Sastra Melayu Riau

PEKANBARU – Tim Peneliti Hibah Penelitian Fundamental Reguler Tahun Pendanaan 2026 menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Pekanbaru, Rabu 26 Agustus 2026 untuk mendalami transformasi sastra Melayu Riau dalam ekosistem komunikasi digital.

Penelitian ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia melalui Program Penelitian Fundamental Reguler Tahun 2026. Penelitian dilaksanakan melalui kolaborasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dan Universitas Lancang Kuning (Unilak).

Tim peneliti diketuai Fitria Mayasari, M.A., dengan anggota Alvi Puspita, M.A., Murparsaulian, M.A., dan Fahmi Salsabila, M.Si.

FGD mempertemukan peneliti, sastrawan, akademisi, komunitas budaya, lembaga pemerintah, dan kreator konten untuk menghimpun beragam perspektif mengenai perkembangan sastra Melayu Riau di era digital.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI, Jayus, S.Sos., M.I.Kom. Dalam sambutannya, Jayus mengapresiasi penelitian kolaboratif yang mengangkat sastra Melayu Riau dalam konteks perubahan teknologi, media, dan pola komunikasi masyarakat.

Menurutnya, sastra Melayu tidak hanya harus dipertahankan dalam format tradisional, melainkan juga harus mendapatkan tempat yang cukup dalam dunia digital agar tetap relevan bagi generasi muda.

“Sastra Melayu Riau adalah elemen krusial dari identitas dan kekayaan budaya lokal. Perkembangan media digital menawarkan kesempatan yang lebih luas untuk memperkenalkan serta mengembangkan sastra Melayu kepada generasi masa kini,” ungkap Jayus.

Ia berharap penelitian ini dapat menghasilkan penemuan dan saran yang bermanfaat untuk keberlangsungan sastra Melayu Riau di tengah kemajuan teknologi dan media digital.

“Transformasi digital seharusnya tidak menghapus nilai, makna, dan identitas budaya yang terkandung dalam karya seni. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperluas ruang bagi sastra Melayu Riau dan menghubungkannya dengan audiens yang lebih beragam,” tambahnya.

Ketua Tim Peneliti, Fitria Mayasari, M.A., menjelaskan bahwa partisipasi berbagai komponen dalam FGD diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang perubahan sastra Melayu Riau di ranah digital.

“Transformasi sastra Melayu Riau tidak sekadar berkaitan dengan peralihan dari media konvensional ke digital. Di dalamnya juga terjadi perubahan dalam cara karya diproduksi, didistribusikan, diinterpretasikan, dan diterima oleh publik,” ungkap Fitria.

Oleh karena itu, penelitian ini melihat transformasi sastra sebagai sesuatu yang melibatkan beragam aktor. Sudut pandang yang dikumpulkan mencakup perspektif pemerintah, komunitas, sastrawan, akademisi, kreator konten, hingga audiens digital.

Menurut Fitria, media sosial dan berbagai platform digital membuka kesempatan bagi karya sastra serta nilai budaya Melayu untuk menjangkau audiens yang lebih luas.

Platform digital juga memungkinkan sastra untuk hadir dalam berbagai format baru, seperti video pendek, podkast, pembacaan puisi secara daring, visualisasi cerita, musikalisasi, dan jenis konten kreatif lainnya.

Namun, adaptasi ini juga membawa tantangan. Penyederhanaan karya menjadi konten singkat dapat mengurangi kedalaman makna jika tidak dilakukan dengan tepat. Oleh karena itu, inovasi format perlu tetap mempertimbangkan nilai, konteks, bahasa, dan identitas budaya Melayu yang ada dalam karya tersebut.

FGD melibatkan sembilan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang. Mereka meliputi Marhalim Zaini, S.Sn., M.A., Ketua Suku Seni Riau; Dr. Bambang Karyawan YS, M.Pd., pengurus Forum Lingkar Pena dan sastrawan; Dr. Muhammad Badri, S.P., M.Si., sastrawan dan akademisi; serta Siti Salmah, S.Pd., S.Pd.I., Ketua Komunitas Berida Tutur.

Juga hadir Fakhrunnas M.A. Jabbar, M.I.Kom., sastrawan dan akademisi; Kunni Masrohanti, S.Ag., Ketua Komunitas Budaya Rumah Sunting; Azhar Gultom, Ketua Komunitas Riau Sastra; Irwanto, S.Pd., Tim Literasi Balai Bahasa Provinsi Riau; beserta Kafrawi, M.A., sastrawan, kreator konten, dan akademisi.

Diskusi membahas penggunaan media sosial dan platform digital, adaptasi karya sastra menjadi konten digital, peran komunitas dan sastrawan, serta keterlibatan generasi muda dalam produksi dan konsumsi karya sastra Melayu.

Peserta juga mendalami perubahan pola interaksi antara pengarang dan pembaca, peluang kolaborasi antardisiplin, tantangan dokumentasi digital, keberlanjutan komunitas, serta tantangan dalam menjaga kualitas karya dan identitas budaya Melayu di tengah arus konten yang cepat.

FGD menilai bahwa transformasi sastra Melayu Riau tidak dapat dilakukan sendiri oleh satu pihak. Keberlanjutannya memerlukan keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, sastrawan, media, kreator konten, dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem komunikasi digital.

Hasil FGD yang berikutnya akan menjadi bagian dari data penelitian untuk menganalisis transformasi sastra Melayu Riau sebagai proses yang melibatkan banyak aktor. Data ini akan digabungkan dengan tahap penelitian lain untuk memetakan perubahan, peluang, tantangan, dan kebutuhan pendukung sastra Melayu Riau di era digital.

Penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan temuan dan rekomendasi strategis untuk pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, serta para pelaku sastra dan budaya. Rekomendasi tersebut ditujukan untuk memperkuat keberlanjutan sastra Melayu Riau tanpa mengabaikan nilai, arti, dan identitas budaya yang menjadi dasar.**

Berita terkini

Ratusan Pohon Trembesi di Tanam, Kampus Unilak Semakin Teduh

Jumat, 28 Agustus 2020 - 17:15:34 WIB

Tim UIR Lolos Kompetisi Debat Nasional Bahasa Inggris

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 06:10:06 WIB

Semarak Indonesia Merdeka, Gratis Pendaftaran di Unilak

Kamis, 13 Agustus 2020 - 23:05:31 WIB

Dimasa Pandemi, Faperta Unilak Suskes Panen Jagung

Jumat, 14 Agustus 2020 - 15:05:49 WIB
Dari Baznas Pusat

Delapan Mahasiswa UIR Terima Beasiswa Cendekia

Selasa, 11 Agustus 2020 - 23:00:53 WIB

Unilak MOU dengan Kemenkumham Riau

Rabu, 12 Agustus 2020 - 17:50:42 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+