Rabu, 20 Mei 2026 - 19:10:55 WIB

RRI Pekanbaru dan UMRI Gaungkan Semangat Kebangkitan Nasional dari Kampus

PEKANBARU -- Radio Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru, berkolaborasi dengan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), mengadakan Dialog Interaktif Luar Studio untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke-118 pada tahun 2026, Rabu 20 Mei 2026.

Dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, acara ini diselenggarakan di Kampus Utama UMRI yang berlokasi di Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Pekanbaru.

Dialog ini disiarkan lewat RRI Pro 1 Pekanbaru dan menghadirkan Dr. H. Boby Rachmat, S.STP., M.Si., selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau, Dr. H. Saidul Amin, M.A., sebagai Rektor UMRI, serta Jayus, S.Sos., M.I.Kom., yang menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI.

Dihadirkannya format siaran langsung dari luar studio memungkinkan pertemuan antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, media penyiaran publik, dan mahasiswa dalam sebuah forum diskusi mengenai tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perubahan sosial dan kemajuan teknologi digital.

Tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” menjadi dasar pembahasan tentang betapa pentingnya mempersiapkan generasi muda sebagai penerus bangsa. Semangat Kebangkitan Nasional dianggap perlu disesuaikan dengan zaman kini, tidak hanya melalui nasionalisme dan persatuan, tetapi juga dengan kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan teknologi, derasnya aliran informasi, dan kemajuan media sosial.

Boby Rachmat, selaku Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Riau, menekankan perlunya generasi muda memahami perjuangan pendahulu bangsa sekaligus mampu memenuhi tantangan zaman sekarang. Sementara generasi pertama kebangkitan nasional berjuang untuk meningkatkan kesadaran kebangsaan lewat pendidikan dan organisasi, generasi sekarang diharapkan juga menguasai teknologi informasi.

Ia berpendapat bahwa teknologi seharusnya digunakan untuk meningkatkan pengetahuan, literasi, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat. Namun, pemanfaatan media sosial tanpa mengikuti etika dan tanggung jawab bisa menciptakan masalah baru, termasuk melemahkan persatuan.

Rektor UMRI, Saidul Amin, memandang peringatan Hari Kebangkitan Nasional sebagai kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme di kalangan generasi muda. Ia percaya masa depan Indonesia sangat bergantung kepada kualitas generasi yang berkembang saat ini.

Oleh karena itu, pendidikan bagi generasi muda harus mencakup lebih dari sekadar kemampuan akademis. Karakter, integritas, kepedulian sosial, keterampilan teknologi, dan kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia merupakan aspek krusial yang perlu selalu diperkuat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI Jayus, S.Sos., M.I.Kom. menilai perkembangan media dan teknologi digital membuat makna menjaga kedaulatan bangsa semakin luas. Ruang digital kini menjadi salah satu arena penting dalam pembentukan pengetahuan, opini, identitas, bahkan perilaku generasi muda.

“Generasi muda kita hidup dalam lingkungan komunikasi yang sangat berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Informasi hadir hampir tanpa batas dan setiap orang tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga dapat menjadi produsen serta penyebar informasi. Karena itu, kemampuan menggunakan media secara kritis, etis, dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam menjaga generasi muda sekaligus menjaga ruang informasi kita,” ujar Jayus.

Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk membangun mahasiswa yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memahami dampak sosial dari komunikasi digital.

“Literasi digital bukan sekadar mampu menggunakan perangkat atau aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mampu menilai informasi, memahami konteks, tidak mudah terpengaruh disinformasi, serta menggunakan media untuk menghasilkan sesuatu yang positif bagi masyarakat,” katanya.

Jayus juga mengapresiasi kolaborasi RRI Pekanbaru dengan UMRI melalui pelaksanaan Dialog Interaktif Luar Studio di lingkungan kampus.

Menurutnya, kolaborasi dengan lembaga penyiaran publik memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa karena mereka dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah isu publik dikemas menjadi program media.

“Bagi Fakultas Ilmu Komunikasi, kegiatan seperti ini sangat relevan. Mahasiswa tidak hanya mendengar pembahasan mengenai persoalan kebangsaan, tetapi juga melihat secara langsung praktik komunikasi publik dan produksi program penyiaran. Ini merupakan bentuk pembelajaran yang kontekstual sekaligus implementasi kerja sama yang memberi manfaat langsung kepada mahasiswa,” jelasnya.

Dialog tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan. Salah seorang mahasiswa UMRI, Nona Friyuni, menyampaikan komitmennya untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarluaskan informasi positif mengenai perkembangan Indonesia.

Keterlibatan mahasiswa tersebut menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi sasaran pesan kebangsaan, tetapi juga memiliki peran sebagai pelaku komunikasi yang dapat membangun ruang digital yang sehat dan produktif.

Pelaksanaan Dialog Interaktif Luar Studio di Kampus UMRI juga memperlihatkan perubahan pendekatan media penyiaran publik dalam menjangkau generasi muda. RRI tidak hanya menghadirkan program dari studio, tetapi membawa proses produksi siaran langsung ke lingkungan kampus dan berinteraksi dengan sivitas akademika.

Berdasarkan rundown kegiatan, siaran dimulai pukul 14.00 WIB melalui pembukaan program dan pengenalan narasumber. Dialog kemudian berlangsung dalam beberapa sesi dan diselingi penampilan hiburan. Format tersebut menjadikan kegiatan tidak sekadar seminar atau diskusi kampus, tetapi bagian dari produksi program penyiaran RRI yang terstruktur.

Kolaborasi antara RRI Pekanbaru dan UMRI ini sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai ruang komunikasi publik. Isu yang dibahas di lingkungan akademik tidak berhenti di dalam kampus, tetapi dapat didiseminasikan kepada masyarakat melalui media penyiaran.

Bagi FIKOM UMRI, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan jejaring dengan media dan lembaga penyiaran publik. Kerja sama semacam ini membuka peluang bagi pengembangan berbagai program lanjutan, mulai dari dialog publik, kuliah praktisi, pelatihan penyiaran, produksi konten, magang mahasiswa, literasi media dan digital, hingga kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 sendiri mengangkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Dalam konteks perkembangan teknologi saat ini, semangat tersebut tidak hanya berkaitan dengan menjaga persatuan dan nasionalisme, tetapi juga dengan kemampuan bangsa mempersiapkan generasi muda agar mampu hidup, berkomunikasi, dan berpartisipasi secara sehat dalam ruang digital.

Melalui Dialog Interaktif Luar Studio tersebut, RRI Pekanbaru dan UMRI menghadirkan semangat Kebangkitan Nasional lebih dekat kepada mahasiswa. Dari lingkungan kampus, pesan mengenai nasionalisme, literasi digital, etika bermedia, serta tanggung jawab generasi muda disampaikan kepada khalayak yang lebih luas melalui media penyiaran publik.**

Berita terkini

Rapat Koordinasi LLDIKTI Wilayah XVII di UMRI Berjalan Sukses

Selasa, 11 Februari 2025 - 13:00:53 WIB

UMRI Terima Beasiswa Bank Mega Syariah

Rabu, 05 Februari 2025 - 16:45:53 WIB

Pemkab Solok Silaturahmi ke UMRI, ini yang Dibahas

Jumat, 24 Januari 2025 - 15:20:35 WIB

Penerima Beasiswa Unilak Kunjungi SMAN 2 Siborongborong

Selasa, 21 Januari 2025 - 22:40:40 WIB

Mutasi dan Promosi, 31 Pejabat Struktural Umri Dilantik

Jumat, 17 Januari 2025 - 17:52:27 WIB

Rektor Saidul Amin Lantik Tiga Kepala Biro, Ini Pesannya

Kamis, 16 Januari 2025 - 13:11:25 WIB

Menteri Dikdasmen Launching PMB Umri

Jumat, 10 Januari 2025 - 14:35:02 WIB

Unilak Gelar Pelatihan Service Excellent, Ini Tujuan nya

Selasa, 17 Desember 2024 - 17:05:13 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+