FIKOM UMRI Bekali 164 Lulusan Hadapi Persaingan Dunia Kerja
PEKANBARU — Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (FIKOM UMRI) melepas 164 lulusan dalam Yudisium Strata Satu (S-1) ke-27 yang digelar di Auditorium Gedung K.H. Ahmad Dahlan Lantai 3 Kampus UMRI, Kamis 11 September 2025.
Para peserta yudisium tersebut berasal dari dua program studi di lingkungan FIKOM UMRI. Sebanyak 131 orang merupakan lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi, sedangkan 33 orang lainnya berasal dari Program Studi Hubungan Masyarakat.
Prosesi yudisium dihadiri Dekan FIKOM UMRI Jayus, S.Sos., M.I.Kom., Wakil Dekan Johan Faladhin, S.I.Kom., M.I.Kom., Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Khusnul Hanafi, S.I.Kom., M.Soc.Sc., Ketua Program Studi Hubungan Masyarakat Ulmi Marsya, S.I.Kom., M.A., serta para dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FIKOM UMRI.
Dalam sambutannya, Jayus menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menuntaskan pendidikan dan secara resmi menjadi alumni FIKOM UMRI. Ia berharap gelar akademik yang diperoleh dapat menjadi awal bagi para lulusan untuk memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
“Selamat kepada 164 mahasiswa yang hari ini resmi menyelesaikan pendidikan dan menjadi bagian dari keluarga besar alumni FIKOM UMRI. Kami berharap ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama perkuliahan dapat menjadi bekal untuk melangkah ke dunia profesional,” ujar Jayus.
Menurutnya, persaingan dunia kerja saat ini tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik. Para lulusan juga perlu memiliki kecerdasan emosional, kemampuan berkomunikasi, integritas, serta karakter yang kuat.
Nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang ditanamkan selama menempuh pendidikan, lanjut Jayus, diharapkan menjadi landasan moral bagi alumni dalam menghadapi berbagai peluang dan tantangan di tengah masyarakat.
Jayus juga mengingatkan para lulusan agar mampu mengelola jejak digital secara positif. Media sosial tidak lagi sekadar menjadi ruang berbagi aktivitas, tetapi juga dapat berfungsi sebagai portofolio yang menunjukkan kompetensi, karya, prestasi, dan pengalaman seseorang.
“Perusahaan kini tidak hanya mempertimbangkan ijazah, tetapi juga melihat rekam jejak digital calon tenaga kerja. Karena itu, tampilkan karya jurnalistik, pengalaman organisasi, prestasi, perlombaan, dan berbagai aktivitas positif secara baik di media sosial,” pesannya.
Selain pengelolaan media sosial, kemampuan berbahasa Inggris turut menjadi perhatian. Para alumni diminta terus meningkatkan kemampuan berbahasa asing melalui praktik secara konsisten agar memiliki daya saing yang lebih kuat, termasuk ketika menghadapi peluang kerja pada tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga mendorong lulusan untuk memperbarui profil pada platform profesional seperti LinkedIn. Berbagai portofolio, pengalaman, sertifikat, dan capaian selama menjalani perkuliahan perlu dicantumkan secara terstruktur agar dapat menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja.
Melalui pelaksanaan yudisium tersebut, FIKOM UMRI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki karakter yang baik, dan siap menghadapi perubahan dalam industri komunikasi.**










































