Jumat, 24 Juli 2026 - 13:55:12 WIB

Implementasi Kurikulum OBE Berbuah Nyata, Dalam Sebulan Duaempat Creative Digital Agency Bisnis Digital Unilak Raup Untung 10 Juta Rupiah

PEKANBARU --: Program Studi Bisnis Digital di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menunjukkan penerapan nyata dari Outcome Based Education (OBE) melalui pendirian Duaempat Creative Digital Agency. Agensi kreatif digital ini muncul dari proyek akhir dalam mata kuliah Media Sosial dan Komunikasi Digital. Yang menarik, agensi yang secara resmi diperkenalkan pada Juni 2026 ini tidak hanya berfungsi sebagai tugas akademis, tetapi juga terus berkembang menjadi usaha yang aktif melayani berbagai klien dengan omzet mencapai sekitar Rp10 juta dalam bulan pertamanya.

Keberhasilan Duaempat membuktikan bahwa penerapan kurikulum OBE dalam Program Studi Bisnis Digital tidak hanya fokus pada penyampaian informasi di dalam kelas, tetapi juga menciptakan hasil yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa. Dengan pendekatan Project Based Learning, setiap mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang mampu terus berkembang meskipun proses pembelajaran telah berakhir.

Dalam mata kuliah Media Sosial dan Komunikasi Digital, mahasiswa tidak hanya ditugaskan untuk menyusun laporan atau presentasi sebagai akhir tugas. Sebaliknya, mereka diberi tantangan untuk mendirikan sebuah agensi kreatif digital yang memiliki identitas merek, struktur organisasi, model bisnis yang jelas, layanan profesional, serta strategi pemasaran, dan mampu menarik klien dari dunia nyata.

Hasilnya adalah Duaempat Creative Digital Agency, yang kini beroperasi di berbagai sektor industri kreatif digital, mencakup digital creator, pemasaran digital, manajemen media sosial, branding, multimedia, fotografi, videografi, desain grafis, motion graphic, dokumentasi acara, pengembangan situs web, serta kebutuhan komunikasi digital lainnya.

Pendiri Duaempat sekaligus pengajar dalam mata kuliah dan Ketua Program Studi Bisnis Digital Fasilkom Unilak, Muammar Revnu Ohara, M.I.Kom, menyatakan bahwa metode pembelajaran ini dirancang agar mahasiswa memperoleh pengalaman profesional bahkan sebelum mereka menyelesaikan studi mereka.

Inti dari Outcome Based Education adalah melahirkan lulusan dengan kompetensi yang teruji. Oleh karena itu, kami merancang proyek pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penilaian akademik, tetapi juga mampu menciptakan karya yang terus hidup dan berkembang.

Duaempat adalah bukti bahwa mahasiswa dapat membangun sebuah agensi kreatif yang benar-benar berfungsi, mendapatkan kepercayaan dari klien, menciptakan pendapatan, dan menjadi bagian dari portofolio profesional mereka.

Menurut Ohara, keberhasilan tersebut bukan semata diukur dari nilai omzet yang berhasil diperoleh, tetapi dari proses pembelajaran yang dialami mahasiswa. Mereka belajar membangun identitas merek, menyusun strategi pemasaran, melakukan negosiasi dengan klien, mengelola proyek, menjaga kualitas layanan, hingga mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan layaknya sebuah perusahaan profesional.

"Ketika mahasiswa lulus nanti, mereka tidak hanya membawa ijazah. Mereka sudah memiliki pengalaman menangani klien, portofolio proyek, jaringan profesional, bahkan bisnis yang telah berjalan. Inilah outcome yang ingin diwujudkan oleh kurikulum OBE di Program Studi Bisnis Digital," tambahnya.

Salah satu Co-Founder Duaempat Creative Digital Agency, Ivan Juliano Wowor, mengaku tidak pernah membayangkan bahwa proyek mata kuliah yang dikerjakan bersama timnya dapat berkembang menjadi sebuah usaha yang dipercaya berbagai pihak.

"Awalnya kami mengira ini hanya tugas akhir mata kuliah. Namun selama proses pembelajaran kami benar-benar diarahkan membangun agency seperti di dunia industri. Setelah launching, ternyata ada klien yang menggunakan jasa kami, baik dari internal maupun eksternal kampus. Dari situ kami belajar bagaimana menghadapi klien, menyusun penawaran, mengelola revisi, bekerja dalam tim, hingga menyelesaikan proyek sesuai standar profesional."

Menurut Ivan, pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga karena mahasiswa memperoleh pengalaman industri bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan.

"Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp10 juta dalam sebulan, tetapi mendapatkan pengalaman nyata menjalankan bisnis kreatif. Kami merasa lebih percaya diri karena sudah memiliki portofolio dan pengalaman bekerja langsung dengan klien," ujarnya.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning, Dr. Yogi Yunefri, M.Kom, memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran yang dilakukan Program Studi Bisnis Digital. Menurutnya, lahirnya Duaempat merupakan contoh konkret bagaimana perguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri digital.

"Kami sangat mengapresiasi implementasi kurikulum Outcome Based Education yang diterapkan Program Studi Bisnis Digital. Duaempat menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi tidak harus berhenti pada teori, tetapi mampu menghasilkan karya, bisnis, dan pengalaman profesional yang berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Model pembelajaran seperti ini menjadi salah satu arah pengembangan Fakultas Ilmu Komputer dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri."

Saat ini Duaempat Creative Digital Agency terus dipercaya mengerjakan berbagai proyek dari lingkungan Universitas Lancang Kuning maupun mitra eksternal. Agency tersebut menjadi ruang kolaborasi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan profesional sekaligus memberikan solusi kreatif bagi berbagai kebutuhan transformasi digital.

Keberhasilan Duaempat menegaskan komitmen Program Studi Bisnis Digital Fasilkom Unilak dalam mengimplementasikan kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang berorientasi pada dampak. Melalui pendekatan tersebut, setiap mata kuliah tidak hanya menghasilkan nilai akademik, tetapi juga melahirkan portofolio profesional, karya inovatif, pengalaman industri, peluang usaha, serta startup yang mampu terus berkembang setelah proses pembelajaran berakhir. Duaempat menjadi salah satu bukti bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi talenta digital yang siap bersaing di era industri kreatif. (AP)

Berita terkini

Genap 40 Tahun, Unilak Tuan Rumah Event Nasional

Kamis, 09 Juni 2022 - 17:50:41 WIB

427 Mahasiswa UMRI akan Diwisuda Sabtu

Kamis, 09 Juni 2022 - 13:10:01 WIB

FIA UNILAK - PHR Peringati Hari Lingkungan Hidup

Minggu, 05 Juni 2022 - 13:00:08 WIB

UMRI Raih Hibah PKM Terbanyak se LLDikti X

Sabtu, 28 Mei 2022 - 12:35:04 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+