Selasa, 16 Juni 2026 - 11:50:45 WIB

Oleh : Abdul Wahid*

Momentum 1 Muharam 1448 H Hijrah Di Kehidupan Berbangsa dan Berneggara

Abdul Wahid

SPIRIT kenabian dalam Menyuarakan Kebenaran melalui gerakan menuntut keadilan sejalan dengan ajaran Islam yang menganjurkan amar makruf nahi mungkar. Dalam konteks modern, ini diterjemahkan sebagai kontrol sosial terhadap pemerintah. Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sarat akan nilai perjuangan struktural, pembangunan peradaban, dan pembuatan konstitusi yang inklusif. Mahasiswa yang turun ke jalan dapat merepresentasikan suara kritis untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, adil, dan demokratis.

Tahun Baru Islam 1Muharam 1448 Hijriyah sebagai pengingat bagi para pengunjuk rasa dan aparat penegak hukum untuk mengedepankan dialog, menghindari kekerasan, dan tidak mengumbar kebencian. Karena kedua belah pihak sama-sama anak bangsa yang mencintai dan menginginkan tanah airnya maju, adil dan makmur. Jangan lagi berhadapan seperti dua krelompok yang bermusuhan. Masa lalu yang kelam dalam penanganan unjuk rasa oleh aparat kiranya tidak berulang kembali.

Begitu juga bagi massa pengunjuk rasa, baik itu mahasiswa maupun rakyat lainnya. Penyampaian pendapat dan tuntutan perbaikan pengelolaan negara oleh Presiden dan kabinetnya tidaklah mesti dengan cara anarkis dan kekerasan. Apa yang dilakukan pemerintah merupakan upaya untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, namun demikian dalam pelaksanaannya tentu terkadang tidak sesuai antara apa yang diprogramkan dengan penerapan dilapangan. Inilah yang menjadi pemicu terjadinya ketidakpuasan dan kekecewaan terhadap pemerintah.

Oleh karena itu Momentum Muhasabah dan Hijrah Kebangsaan Pergantian Tahun Baru Islam bukan sekadar rutinitas kalender, tetapi momentum hijrah untuk mengevaluasi diri, baik secara personal maupun bernegara. Hijrah mengajarkan prinsip transformasi: meninggalkan ketidakadilan dan pengelolaan negara yang keliru menuju sistem yang lebih berpihak kepada rakyat.

Hijrah sebagai Transformasi Menuju Keadilan dan Kemaslahatan dalam konteks berbangsa, makna hijrah tidak sekadar berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ini adalah momentum transformasi total meninggalkan perilaku yang mementingkan ego (individualisme) menuju karakter yang lebih berempati, menjunjung tinggi supremasi hukum, dan berkeadilan sosial. Penekanan ini sejalan dengan tema nasional Peaceful Muharram yakni "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat".

Demonstrasi merupakan hak konstitusional di negara demokrasi, namun harus dilakukan secara damai agar semua tuntutan substantifnya dapat tersampaikan secara efektif dan mendapat simpati publik. Refleksi 1 Muharram 1448 H di tengah gelombang demonstrasi menuntut reformasi adalah pengingat bahwa perubahan besar membutuhkan kesabaran, strategi yang matang, dan niat yang lurus.

Baik di ruang parlemen maupun di jalanan, tujuan akhirnya adalah hijrah menuju Indonesia yang lebih adil, makmur, dan demokratis.

Selain itu Menjaga Akhlak di Ruang Digital Transformasi menuju kebaikan juga harus menyentuh ranah digital. Tantangan kehidupan berbangsa saat ini sangat dipengaruhi oleh media sosial. Semangat hijrah harus diwujudkan dengan menjaga kesantunan, menyaring informasi (anti-hoaks), dan menyebarkan narasi positif yang menyejukkan.

Gagasan ini menekankan bahwa peringatan 1 Muharram harus menjadi titik tolak bagi setiap individu dan elemen masyarakat untuk melakukan perbaikan kualitas diri, yang secara akumulatif akan membawa kemajuan, kedamaian, dan keberkahan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Akhirnya di hari pertama 1 Muharam 1448 Hijriyah ini tiada kuasa dan daya upaya yang bisa kita lakukan, selain atas Ridho dan Rahmat dari Allah SWT.

"Ya Allah, jagalah negeri kami (Indonesia) dan seluruh negeri kaum muslimin. Ya Allah, kekalkanlah atas kami nikmat keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka." Aamiin Ya Rabbal’alamin.

*Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan

Berita terkini

Oleh: Ratna Yulita*

Model Pembelajaran Sekolah Dasar

Rabu, 30 Oktober 2019 - 17:40:45 WIB
0leh: Abdul Wahid*

“Apa Itu Merdeka Menurut Anda..?”

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 13:04:07 WIB
Oleh: Abdul Wahid*

Integritas Bukan Sekedar Kata 

Sabtu, 19 Juli 2025 - 16:35:39 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

Menata Ulang Pembayaran DAM Haji

Minggu, 27 April 2025 - 03:50:57 WIB
Oleh : Abdul Wahid*

Syawal Bulan Menguji Predikat Takwa

Rabu, 02 April 2025 - 10:03:24 WIB

Kantin Kejujuran

Kamis, 25 April 2024 - 13:05:02 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+