Kamis, 11 Juni 2026 - 14:00:46 WIB

Pertalite Langka di Pulau Bengkalis, Warga Rela Antre Panjang, Harga Eceran Pertamax Malah Sampai 24 Ribu Rupiah per Liter

BENGKALIS – Di tengah melonjaknya harga BBM non subsidi jenis Pertamax RON 92, masyarakat Pulau Bengkalis kembali dihadapkan pada persoalan yang lebih menyulitkan. Dalam dua hari terakhir, BBM subsidi jenis Pertalite dilaporkan sulit diperoleh di sejumlah SPBU yang ada di Pulau Bengkalis.

Kondisi tersebut membuat warga terpaksa berburu Pertalite hingga ke SPBU Selat Baru, Kecamatan Bantan. Dari pusat Kota Bengkalis menuju lokasi itu, masyarakat harus menempuh perjalanan sekitar 15 menit.

Pantauan dilapangan, Kamis 11 Juni 2026, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mengular di SPBU Jalan Sudirman, Desa Selat Baru. Pemandangan serupa juga terlihat di SPBU Desa Teluk Latak, Kecamatan Bengkalis.

Sementara itu, dua SPBU yang berada di Pulau Bengkalis, yakni SPBU di Jalan Bantan, Desa Senggoro dan SPBU Nurwati di Jalan Lembaga, terlihat tidak melayani penjualan Pertalite.

Muhammad Natsir, salah seorang pengendara, mengaku sudah dua hari terakhir kesulitan mendapatkan BBM subsidi tersebut.

"Sudah dua hari ini sangat sulit mendapatkan Pertalite. Di tempat penjualan eceran juga susah dicari. Kalau pun ada, kami harus ke SPBU Selat Baru," ujarnya.

Menurutnya, masyarakat tidak memiliki banyak pilihan. Sebab, Pertalite merupakan BBM yang paling banyak digunakan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Kelangkaan Pertalite yang terjadi di Pulau Bengkalis disebut-sebut akibat keterlambatan pasokan BBM yang masuk ke daerah kepulauan tersebut. Distribusi yang bergantung pada penyeberangan Roro kerap menjadi kendala.

Meski demikian, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kuota Pertalite untuk Bengkalis tidak mengalami pengurangan.

"Setiap hari rata-rata pasokan mencapai 15 kiloliter. Tidak ada pengurangan dari Pertamina. Namun karena tidak diperbolehkan dijual ke pengecer, masyarakat harus membeli langsung ke SPBU sehingga antrean menjadi panjang," ungkap salah seorang sumber.

Di sisi lain, masyarakat juga mengeluhkan masih maraknya penjualan BBM non subsidi secara eceran dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Iqbal, warga Bengkalis yang ikut mengantre di SPBU, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.

"Tapi minyaknya tidak ada dijual di semua SPBU di Pulau Bengkalis. Yang aneh, di tingkat pengecer menggunakan Pertamini malah banyak yang menjual, tapi harganya melambung tinggi. Mana mampu kami membeli. Makanya kami rela mengantre cukup panjang," keluhnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, BBM jenis Pertamax biru dijual secara eceran dengan harga mencapai Rp19 ribu per liter. Sedangkan Pertamax merah dipasarkan hingga Rp24 ribu per liter.

Warga yang mengantre di SPBU Jalan Lembaga juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka menilai pemerintah perlu segera mencari solusi agar pasokan Pertalite di Pulau Bengkalis kembali normal.

"Tak ada pilihan. Mau tak mau dan suka tak suka harus ikut antrean yang melelahkan ini. Yang dibutuhkan masyarakat itu kemudahan mendapatkan BBM, bukan justru dipersulit," ujar seorang warga.

Masyarakat berharap pihak terkait, baik Pertamina maupun pemerintah daerah, segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi Pertalite ke Pulau Bengkalis berjalan lancar, sehingga aktivitas warga tidak lagi terganggu akibat kelangkaan BBM subsidi tersebut. (AP)

Berita terkini

Kunjungi PWI Pekanbaru

Ini yang Dilakukan BNN Pekambaru

Rabu, 13 September 2017 - 00:00:00 WIB

Sidak Elpiji 3 Kg, Disperindag Buru Pemasok Gas Kepada Pengecer

Senin, 11 September 2017 - 00:00:00 WIB

Penduduk Baru Dumai Bertambah 6 Ribu Jiwa

Senin, 11 September 2017 - 00:00:00 WIB

Danrem 031 WB akan Pulang kampung ke Kaiti Rokan Hulu

Jumat, 08 September 2017 - 00:00:00 WIB

Pemkab Kampar Konsultasi Program Pemberantasan Narkoba ke BNN

Kamis, 07 September 2017 - 00:00:00 WIB

Sekda Inhil Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Teluk Pinang - Gaung

Kamis, 07 September 2017 - 00:00:00 WIB

Gas Melon Langka, Disperindag Pekanbaru Lakukan Operasi Pasar

Kamis, 07 September 2017 - 00:00:00 WIB

Rasionalisasi Usulan Kegiatan RAPBD-P 2017

Rabu, 06 September 2017 - 00:00:00 WIB

Riau Inflasi 0,24 Persen pada Agustus 2017, ini Penyebabnya

Senin, 04 September 2017 - 00:00:00 WIB
Komunitas Puan Lisa

Fahriza: Saatnya Kaum Hawa Peduli Sampah

Senin, 28 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Wako Dumai Minta Pemantauan Kondisi Lingkungan di Tingkatkan

Senin, 28 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Ditengahi Yopi Arianto, Kisruh KNPI Inhu Mereda

Jumat, 25 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+