Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:50:39 WIB

National Debate Competition Umri Hadirkan Prof Jimly Asshiddiqie

PEKANBARU -- Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menghadirkan seorang tokoh hukum dan pemerintahan di Indonesia, yaitu Prof Dr H Jimly Asshiddiqie, SH MH., dalam sebuah Kuliah Umum yang merupakan bagian dari acara National Debate Competition (NDC) 2026 sekaligus merayakan ulang tahun ke-18 Umri.

Acara yang diselenggarakan di Auditorium Kampus Utama Umri Sabtu 13 Juni 2026, dihadiri oleh Badan Pembina Harian (BPH), jajaran Wakil Rektor, Civitas Akademika Umri, ratusan mahasiswa, dosen dari berbagai fakultas, serta praktisi hukum, dan peserta dari National Debate Competition yang berasal dari berbagai institusi pendidikan tinggi.

Dalam pengantar, Dekan Fakultas Hukum Umri, Dr Raja Desril, MH., menyatakan bahwa kehadiran Prof. Jimly merupakan peluang berharga bagi para mahasiswa untuk mendapatkan pengetahuan langsung tentang hukum, demokrasi, dan pemerintahan dari salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah reformasi hukum di Indonesia.

“Melalui kuliah umum ini, kami berharap mahasiswa dapat memperluas perspektif dan pemahaman bagaimana membangun negara yang lebih baik. Dalam sistem demokrasi, kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat, sehingga diperlukan pemahaman yang kuat terhadap hukum dan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor I Umri, Prof Dr Jufrizal Syahri, MSi., menegaskan bahwa etika merupakan fondasi utama dalam penegakan hukum. Menurutnya, seorang sarjana hukum tidak cukup hanya memahami bunyi peraturan secara tekstual, tetapi juga harus mampu memahami nilai, tujuan, dan substansi yang melandasi lahirnya hukum tersebut.

“Etika dalam menjalankan sebuah peraturan menjadi dasar dalam menegakkan hukum yang berlaku. Sarjana hukum bukan hanya memahami titik dan koma dalam aturan, tetapi juga memahami nilai dan substansi hukum itu sendiri. Mari bersama-sama mengambil ilmu dan hikmah dari kuliah umum ini,” ungkapnya.

Pada sesi kuliah umum, Prof. Jimly Asshiddiqie mengajak mahasiswa untuk memandang hukum secara lebih komprehensif. Menurutnya, hukum tidak hanya berbicara tentang benar dan salah, tetapi juga menyangkut dimensi moral, etika, dan nilai-nilai kehidupan bersama dalam masyarakat.

“Hukum itu berbicara bukan hanya tentang benar dan salah, tetapi juga tentang baik dan buruk. Keduanya merupakan satu nafas. Antara hukum, etika, dan aturan tidak boleh dipisahkan, melainkan harus saling menopang,” tegasnya.

Ia menilai penyelenggaraan kompetisi debat yang dipadukan dengan kuliah umum merupakan langkah yang sangat relevan dalam membangun tradisi intelektual mahasiswa. Menurutnya, hukum pada hakikatnya berkaitan erat dengan sistem norma yang mengatur kehidupan bersama, sementara debat menjadi media untuk mengembangkan budaya dialog, musyawarah, dan pertukaran gagasan.

“Semangat musyawarah dan debat yang substantif mengajarkan kita untuk mendengar, memahami, dan melihat kebenaran dari sudut pandang yang berbeda dengan pandangan kita sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan ruang publik yang dipenuhi pertukaran gagasan dan argumentasi yang berkualitas. Debat yang beradab, menurutnya, adalah debat yang berfokus pada ide dan substansi, bukan pada serangan personal.

“Berdebat yang beradab adalah berdebat tentang ide dan substansi. Dalam demokrasi, ruang publik harus dikelola dengan baik karena peradaban demokrasi harus diisi oleh substansi. Kaum minoritas juga harus diperhitungkan, sebab sering kali keadilan lahir dari ruang-ruang minoritas,” tuturnya.

Selain menjadi wadah penguatan wawasan kebangsaan dan ketatanegaraan, kegiatan ini juga menghadirkan capaian membanggakan bagi Fakultas Hukum Umri. Pada puncak pelaksanaan National Debate Competition (NDC) 2026, tim debat Fakultas Hukum Umri berhasil meraih Juara I setelah melewati berbagai tahapan kompetisi dan menyisihkan peserta dari sejumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kualitas mahasiswa Fakultas Hukum Umri dalam berpikir kritis, menyusun argumentasi yang logis, serta menganalisis berbagai persoalan hukum dan kebangsaan secara komprehensif. Atas prestasi tersebut, tim debat Fakultas Hukum Umri berhak membawa pulang Piala Bergilir Rektor serta hadiah pembinaan.**

​​​​​

Berita terkini

Mulai Tahun Depan, UMRI Berencana Gelar KKN Internasional

Kamis, 08 Desember 2022 - 07:50:04 WIB

Kejar Hibah Dikti 2023, ini yang Dilakukan Unilak

Sabtu, 03 Desember 2022 - 07:10:43 WIB

Prodik Teknik Mekatronika Resmi Berdiri di Unilak

Kamis, 17 November 2022 - 19:25:36 WIB

Dihadapan 992 Wisudawan, Rektor UMRI Bicara Falsafah Toga

Sabtu, 05 November 2022 - 13:10:00 WIB

Terbanyak dari Fakultas Hukum, Unilak Wisuda 1090 Mahasiswa

Kamis, 20 Oktober 2022 - 16:55:46 WIB

Disaksikan Gubernur Riau, Unilak Jalin Kerjasama Dengan UGM

Minggu, 16 Oktober 2022 - 22:40:05 WIB

P2K2 Unilak beri Pembekalan Kepada Mahasiswa

Kamis, 13 Oktober 2022 - 17:40:28 WIB

Peraih Hibah P2MW UMRI Ikuti Workshop Digital Marketing

Senin, 03 Oktober 2022 - 16:30:47 WIB

Alexsander Buka PKKMB FIA Unilak 2022

Kamis, 29 September 2022 - 17:35:29 WIB

PKKMB Tingkat Fakultas Hukum, Jumlah Mahasiswa Baru Meningkat

Jumat, 30 September 2022 - 19:55:10 WIB

Zulkifli Hasan: Jika Ingin Berhasil, Tekuni apa yang Dipilih

Senin, 26 September 2022 - 12:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+