Selasa, 17 Maret 2026 - 09:35:59 WIB

Bupati Bengkalis Kasmarni Buka Festival Lampu Colok 2026, Tradisi Warisan Budaya Melayu Terus Dilestarikan

Bupati Bengkalis Kasmarni secara resmi meresmikan Festival Lampu Colok Tahun 2026 sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya tak benda masyarakat

BENGKALIS – Bupati Bengkalis Kasmarni secara resmi meresmikan Festival Lampu Colok Tahun 2026 sebagai upaya untuk melestarikan warisan budaya tak benda masyarakat Melayu dalam menyambut malam terakhir bulan suci Ramadan dan menyongsong Hari Raya Idulfitri.

Acara ini berlangsung di Jalan Utama Dusun Kampung Parit, Desa Pangkalan Batang Barat, Senin malam 16 Maret 2026. Festival ini menjadi salah satu tradisi tahunan yang selalu dinanti oleh masyarakat karena menampilkan keindahan lampu colok yang diletakkan secara artistik di seluruh kampung.

Dalam pidatonya, Bupati Kasmarni menyatakan bahwa Festival Lampu Colok adalah warisan budaya masyarakat Melayu yang telah diturunkan secara generasi ke generasi.

Ia menambahkan bahwa tradisi ini bukan hanya mempercantik suasana kampung dengan cahaya lampu colok yang teratur, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, kreativitas, serta semangat gotong royong masyarakat.

Festival Lampu Colok ini berfungsi sebagai warisan budaya tak benda yang perlu kita pelihara dan lestarikan. Selain menambah keindahan kampung, tradisi ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan solidaritas masyarakat,” ungkap Kasmarni.

Ia menegaskan bahwa melalui festival ini, masyarakat tidak hanya akan menunjukkan keindahan cahaya lampu colok, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah, khususnya Kabupaten Bengkalis yang dikenal sebagai wilayah dengan kekayaan tradisi Melayu yang tinggi.

Di samping itu, Kasmarni menegaskan bahwa meskipun saat ini pemerintah sedang melakukan langkah efisiensi anggaran di berbagai bidang, Pemerintah Kabupaten Bengkalis tetap berkomitmen untuk melindungi serta melestarikan tradisi dan budaya masyarakat yang kaya akan nilai-nilai kearifan lokal.

“Meskipun dalam situasi efisiensi anggaran, Festival Lampu Colok tahun ini tetap kita laksanakan sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam mengamankan warisan budaya sambil memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk terus berkarya dan terlibat dalam kegiatan yang positif,” tambahnya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis Edi Sakura mengatakan tradisi lampu colok sudah mengakar kuat di tengah masyarakat Bengkalis, khususnya setiap bulan Ramadan.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga serta melestarikan tradisi tersebut agar tetap hidup dan tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

“Tradisi lampu colok ini merupakan warisan budaya masyarakat yang juga masuk dalam warisan budaya tak benda. Kita percaya tradisi ini tidak akan hilang di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Festival Lampu Colok menjadi salah satu cara pemerintah daerah untuk terus menyemarakkan budaya lokal sekaligus mendorong kreativitas masyarakat dalam menciptakan berbagai bentuk instalasi lampu colok yang unik dan menarik di sepanjang bulan Ramadan.

Melalui festival ini diharapkan semangat kebersamaan masyarakat terus terjaga sekaligus memperkuat identitas budaya daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bengkalis.(AP)

Berita terkini

Festival Siak Bermadah Masuk 110 Event Terbaik se-Indonesia

Senin, 29 Januari 2024 - 08:35:32 WIB

Buka Festival Pekan Budaya Siak, Ini kata Bupati Alfedri

Jumat, 20 Oktober 2023 - 23:25:15 WIB

OK Nizamil Jamil Bukukan kisah Permaisuri Raja Siak

Senin, 16 Oktober 2023 - 17:30:02 WIB

Bupati Alfedri Dukung Program Jaga Zapin

Senin, 11 September 2023 - 20:05:01 WIB

Pameran Kaligrafi GHN, Upaya Menggaungkan Karya Seni Islami

Senin, 27 Februari 2023 - 07:20:24 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+