Selasa, 10 Maret 2026 - 14:20:42 WIB

Korwil SPPG Bengkalis Ingatkan Dapur MBG Ikuti Juknis BGN, Temuan di Rupat Utara Jadi Evaluasi

Korwil SPPG Kabupaten Bengkalis Firman Sinaga bersama tim saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di dapur SPPG di wilayah kabupaten Bengkalis Senin.

BENGKALIS – Temuan indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bengkalis menjadi hal yang sangat diperhatikan.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Bengkalis, Firman Sinaga, menekankan kepada semua dapur pelaksana untuk melaksanakan program sebagaimana petunjuk teknis yang ditentukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Peringatan ini diberikan setelah penemuan di dapur SPPG Tanjung Medang, Kecamatan Rupat Utara. Beberapa waktu yang lalu, pihak sekolah di SMA Negeri 1 Rupat Utara dilaporkan mengembalikan makanan MBG yang dikirim selama tiga hari berturut-turut pada hari Jumat 6 Maret 2026.

Firman menjelaskan bahwa selama bulan Ramadan, distribusi MBG sebenarnya dilakukan setiap tiga hari. Namun, berdasarkan laporan yang diterima, menu yang tiba di sekolah diduga tidak memenuhi standar porsi dan kualitas yang telah ditetapkan, meskipun harga per porsi disebut mencapai Rp10 ribu. Selain itu, keterlambatan dalam pengiriman juga menjadi keluhan dari sekolah yang menerima manfaat.

“Selama bulan Ramadan, distribusi MBG dilaksanakan setiap tiga hari. Namun, menurut laporan yang kami terima, menu yang tiba diduga tidak sesuai dengan standar porsi dan kualitas, serta terdapat keterlambatan dalam pengirimannya,” ujar Firman, pada Selasa 10 Maret 2026.

Persoalan ini menjadi sorotan publik setelah seorang guru SMAN 1 Rupat Utara, Erlindawati, mengunggah kondisi makanan yang diterima sekolah melalui akun Facebook miliknya. Dalam unggahan tersebut, ia menjelaskan alasan pihak sekolah memutuskan untuk mengembalikan makanan yang dikirim dari dapur MBG.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Korwil SPPG Bengkalis langsung melakukan pengecekan di lapangan. Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan adanya kelalaian dalam proses persiapan bahan baku yang berdampak pada keterlambatan distribusi.

“Untuk dapur SPPG Tanjung Medang sudah kami tegur. Dari hasil temuan di lapangan memang ada kelalaian dan keterlambatan dalam mempersiapkan bahan baku,” tegasnya.

Firman juga mengungkapkan, pengawasan terhadap dapur MBG di Bengkalis dilakukan secara berkala. Dari sekitar 70 dapur SPPG yang beroperasi di wilayah tersebut, masih ditemukan beberapa yang belum menjalankan program sesuai standar.

“Dari hasil sidak di lapangan memang masih ada dapur yang tidak menjalankan ketentuan secara maksimal. Teguran sudah kami berikan baik secara lisan maupun tertulis,” jelasnya.

Ia menegaskan, jika pelanggaran kembali terulang, pihaknya tidak akan segan menyurati BGN di tingkat provinsi maupun pusat untuk meminta tindakan tegas, termasuk kemungkinan penghentian sementara operasional dapur.

“Jika masih mengulang kesalahan, kami akan menyurati BGN provinsi dan pusat agar diberikan tindakan tegas, termasuk penghentian sementara dapur SPPG,” ujarnya.

Selain melakukan pengawasan, pihaknya juga mendorong transparansi dalam pelaksanaan program MBG. Setiap dapur SPPG diwajibkan memiliki media sosial untuk menampilkan harga satuan menu serta kandungan gizi atau protein dari makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.

Firman menambahkan, tim pengawas setiap hari melakukan inspeksi ke beberapa dapur guna memastikan program nasional tersebut berjalan sesuai ketentuan.

“Dalam sehari tim kami bisa melakukan sidak hingga tiga dapur SPPG. Senin malam kami juga melakukan sidak ke dapur SPPG di Kecamatan Talang Mandau pada tiga titik. Memang ada kendala karena lokasi yang cukup berjauhan, namun pengawasan tetap kami lakukan. Kami juga bekerja sama dengan wartawan di Bengkalis untuk membantu pengawasan karena kami memiliki keterbatasan informasi di lapangan,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak, termasuk yayasan pengelola dapur, tetap menjaga integritas dan tidak melakukan praktik mark up harga. Program MBG, lanjutnya, merupakan program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya pelajar.

“Bersama-sama kita wujudkan program Makan Bergizi Gratis yang berkualitas dan transparan. Makanan yang disajikan harus benar-benar bergizi, layak, dan sesuai standar,” pungkasnya.(AP)

Berita terkini

Gubri : Mahasiswa Cikal Bakal Pemimpin Bangsa

Kamis, 02 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Jaring Siswa Riau, UNS Sosialisasi di Pekanbaru

Senin, 27 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

TICMI dan UMRI Jalin Kerjasama Bidang Pendidikan Pasar Modal

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

UMRI Miliki Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

378 Mahasiswa Peserta KKN STIE-I Resmi Dilepas

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tahun ini Gedung Unisi Akan Difungsikan

Kamis, 23 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Tak Ada Jembatan, Saban Hari Pelajar Seberangi Sungai

Rabu, 22 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Fakultas Teknik Universitas Asahan Kunjungi Fakultas Teknik UIR

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Komitmen UR Terhadap Pemeliharaan Lahan Gambut Riau

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

SMPN 30 Pekanbaru Optimis Raih Akreditasi A

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

UKK SMK MUTU, Algafar: Dua Jurusan Dipercepat

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

76 Orang ASN UR Ikuti Tes Promosi Jabatan

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Anak Tukang Becak Ini Jadi Mahasiswa ITB dengan IPK 4,0

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+