Rabu, 25 Februari 2026 - 15:30:37 WIB

Catat Sejarah, Umri Kukuhkan Dua Guru Besar

PEKANBARU -- Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) hari ini Rabu 25 Februari 2026 mencatatkan sejarah sejak berdiri, yakni dengan dikukuhkan nya dua dosen sebagai guru besar dalam sidang senat terbuka yang dipimpin oleh ketua senat yang juga Rektor Umri Dr Saidul Amin MA.

Kedua profesor tersebut yakni Prof Dr Ir Ahmad Kafrawi Nasution MT PhD dengan kepakaran bidang Biomaterial Terdegradasi di bidang Teknik Mesin, serta Prof Dr Jufrizal Syahri MSi yang mendalami Ilmu Kimia Organik.

Rektor Umri, Dr Saidul Amin, MA menilai pengukuhan profesor memiliki makna mendalam karena menjadi pengakuan atas kematangan keilmuan sekaligus kehormatan akademik.

Dalam lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah, gelar profesor bukan hanya jabatan struktural, tetapi simbol integritas ilmu dan kepribadian.

"Status tersebut melekat seumur hidup dan membawa tanggung jawab moral, termasuk membimbing generasi magister dan doktor serta menjadi teladan dalam pengembangan ilmu," debutnya.

Menurutnya, profesor diharapkan tidak berhenti pada capaian akademik, melainkan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Mereka didorong melahirkan riset unggulan yang mampu menjawab persoalan bangsa sekaligus menginspirasi generasi muda," ungkapnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr H Nopriadi SKM M Kes dalam arahannya sempat menggunakan istilah Minang "pacah talua" terhadap pengukuhan dua guru besar perdana di kampus Umri ini.

Ia menilai lahirnya guru besar menjadi indikator kemajuan tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.

Sementara, dalam orasi ilmiahnya, Prof Kafrawi memaparkan transformasi biomaterial yang kini berkembang pesat dalam dunia kesehatan.

Inovasi terbaru mencakup penggunaan logam seperti magnesium, zink, dan besi yang dapat terdegradasi terkendali.

Sedengkan Prof Jufrizal menyoroti tantangan global malaria yang masih tinggi.

Jufrizal mengulas perjalanan panjang penemuan obat malaria. Pendekatan modern kini memanfaatkan Computer-Aided Drug Design (CADD) yang mempercepat penemuan kandidat obat melalui simulasi komputer.

Sebagai bentuk penghormatan, Umri memberikan penghargaan berupa hadiah umrah selain toga profesor kepada kedua akademisi tersebut. (NR)

Berita terkini

Tiga Sekawan dari Anambas ini Kompak Kuliah di FKIP Unilak

Selasa, 05 Oktober 2021 - 11:25:24 WIB

Buka PKKMB dan MASTA, ini Pesan Rektor UMRI

Selasa, 28 September 2021 - 13:30:51 WIB

150 Calon Wisudawan Pascasarjana UIR di Yudisium

Jumat, 24 September 2021 - 17:55:30 WIB

Labor Administrasi Publik FIA Unilak Taja Workshop

Senin, 20 September 2021 - 19:50:27 WIB

600 Mahasiswa UMRI Mengikuti Vaksin Tahap Pertama

Rabu, 01 September 2021 - 13:00:11 WIB

Sandiaga Uno Motivasi Mahasiswa UMRI Berwirausaha

Senin, 30 Agustus 2021 - 12:25:32 WIB

Pemprov Riau Alokasikan 1500 Vaksinasi di Unilak

Rabu, 11 Agustus 2021 - 13:00:24 WIB

Wakapolri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Unilak

Selasa, 10 Agustus 2021 - 13:12:38 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+