Rabu, 11 Februari 2026 - 17:09:37 WIB

Lewat Expert Lecturer dan Tarhib Ramadhan, UMRI Perkuat Wawasan Global Civitas Akademika

Rektor Umri Dr Saidul Amin bersama Rektor Hormoud University Somalia, Prof Dr Abdi Omar Shuriye memperlihatkan Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani, Rabu 11 Februari 2026.

PEKANBARU -- Dirangkai dengan Tarhib Ramadhan 1447 Hiriyah, Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) gelar kegiatan Expert Lecturer bersama Prof Dr Abdi Omar Shuriye, Rector Hormoud University Somalia. Kegiatan bertema “The Threat of World War III: The Role and Strategies of Muslims in Responding to It” ini berlangsung di Auditorium Kampus Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Rabu 12 Februari 2026 pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Umri Dr Saidul Amin MA, jajaran Wakil Rektor Umri, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri, Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau, Direktur, Dekan, Kepala Biro, Pimpinan Lembaga, UPT, dan Kantor, dosen serta tenaga kependidikan di lingkungan Umri.

Dalam pidatonya, Rektor Saidul Amin mengajak semua anggota akademik untuk menyambut bulan Ramadhan yang suci dengan semangat berbagi dan memperkuat spiritualitas.

“Mari kita hidupkan Ramadhan kali ini dengan tindakan nyata. Kita berencana agar 1. 500 orang yang kurang mampu bisa merasakan manfaat dari wakaf, zakat, dan infak selama Ramadhan. Jika setiap orang di lingkungan Umri menyumbangkan satu paket buka puasa, maka dari 417 orang saja, kita sudah bisa memberikan makanan kepada 417 orang yang membutuhkan,” katanya.

Dia juga mengimbau semua keluarga besar Umri untuk aktif memakmurkan masjid di sekitar mereka selama bulan Ramadhan. Menurutnya, Ramadhan harus menjadi saat yang tepat untuk lahirnya semangat baru dan inovasi dalam mendorong kemajuan Umri ke depan.

Mewakili PW Muhammadiyah Riau, Prof Dr M Nazir MA, mengharapkan agar semua amal usaha Muhammadiyah, termasuk Umri, menyambut Ramadhan dengan penuh keceriaan seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

“Persyarikatan berharap semua anggota, termasuk amal usaha seperti Umri, menyambut Ramadhan dengan semarak dan kebahagiaan yang luar biasa. Mari kita isi Ramadhan dengan amal yang diperintahkan oleh Rasulullah, baik yang wajib maupun sunnah. Semoga usaha kita di Umri terus berkembang sesuai dengan semangat Muhammadiyah yang mengedepankan kemajuan,” ujarnya.

Sementara, dalam kuliah pakar, Prof Dr Abdi Omar Shuriye memaparkan bahwa ancaman Perang Dunia III tidak terlepas dari rivalitas kekuatan besar dunia. Negara-negara seperti Rusia, Amerika Serikat, China, Prancis, dan Inggris memiliki ratusan hingga ribuan hulu ledak nuklir yang berpotensi menciptakan ketegangan global.

“Senjata nuklir bukan sekadar simbol kekuatan, tetapi instrumen dominasi global. Dunia saat ini lebih banyak diatur oleh keseimbangan kekuatan dibandingkan oleh prinsip keadilan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa negara-negara Muslim, termasuk Indonesia dan Somalia, tidak dapat hanya bergantung pada sistem internasional yang kerap dipengaruhi kepentingan politik negara besar. Menurutnya, umat Islam harus membangun kekuatan internal melalui pendidikan berkualitas, kemandirian teknologi, serta penguatan ekonomi.

Lebih jauh, Prof. Abdi juga menyoroti ketimpangan ekonomi global, di mana sekitar 10 persen populasi dunia menguasai sekitar 85 persen kekayaan global. Padahal, dunia Islam memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam dan jumlah penduduk, namun belum memiliki kedaulatan dalam penguasaan teknologi dan sistem digital.

“Kita memiliki potensi besar, tetapi belum memiliki kedaulatan dalam pengelolaannya. Solusinya bukan reaksi emosional, melainkan pembangunan jangka panjang melalui pendidikan dan pembenahan pola pikir,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa memahami agama itu sangat penting dan tidak hanya sekedar dihafal, tetapi harus menciptakan pemahaman yang mendalam serta ketepatan dalam beraksi.

Ia melanjutkan bahwa pembangunan karakter masyarakat harus didasari oleh tiga pilar penting: ihsan (melakukan yang terbaik), itqan (profesional dan menyeluruh), serta ikhlas (menyelaraskan niat karena Allah).

Menurutnya, pendidikan dasar merupakan fondasi penting untuk membangun sebuah peradaban. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran beragama harus diajarkan sejak usia dini. Di samping itu, umat Islam juga perlu memiliki pandangan yang luas dengan terus belajar dari berbagai negara di dunia.

“Ramadhan tidak boleh hanya menjadi ritual tanpa kesadaran sosial. Ibadah harus melahirkan kekuatan moral, intelektual, dan sosial. Lima belas tahun ke depan harus menjadi masa persiapan peradaban. Realitas dunia memang keras, tetapi umat tidak boleh lemah. Kita harus membangun dan bertindak dengan ilmu, akhlak, dan kesungguhan,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Umri dengan Hormoud University Somalia, sehingga kegiatan ini menjadi momentum refleksi menjelang Ramadhan sekaligus penguatan wawasan global bagi sivitas akademika Umri dan penguatan kerja sama dalam menghadapi dinamika dunia yang semakin kompleks.**

Berita terkini

Catat Sejarah, Umri akan Mewisuda 1.349 Lulusan

Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:55:41 WIB

1.349 Calon Wisudawan Umri mengikuti Baitul Arqam

Kamis, 16 Oktober 2025 - 11:35:25 WIB

Gelaran KKN Award UMRI Tutup Pelaksanaan KKN MAs 2025

Kamis, 11 September 2025 - 03:00:14 WIB

Diikuti 114 Mahasiswa, Fasilkom Unilak Gelar Yudisium ke-31

Kamis, 28 Agustus 2025 - 15:15:15 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+