Jumat, 06 Februari 2026 - 20:29:00 WIB

Kepala KSOP Dumai Beri Jaminan Kesejahteraan TKBM, Aliansi TKBM Riau Tetap Pilih Walk Out dari Ruang Rapat dan Menolak Pembentukan UUPJ

DUMAI-- Menanggapi dinamika terkait pembinaan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Kecamatan Sungai Sembilan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai menggelar rapat diskusi krusial, Jumat 6 Februari 2026.

Pertemuan ini fokus pada pembentukan Unit Usaha Penyelenggara Jasa (UUPJ) TKBM di wilayah Terminal Khusus (Tersus) yang melayani kepentingan umum.

​Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala KSOP Dumai, Capt. Diaz Saputra, Dipl, TSI, M.B.A, dihadiri oleh pemangku kepentingan utama, di antaranya Kabid Kementerian Koperasi Bona, Kadisnaker, Kadis Koperasi, Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Kota Dumai Agoes Budianto, pengurus Koperasi Sungai Sembilan, Sekjen AAKJ-TKBM Riau Syahroni, S.IP, serta perwakilan perusahaan Tersus dan buruh.

Dalam kesempatan tersebut, Capt. Diaz Saputra menegaskan bahwa kekhawatiran mengenai hilangnya lapangan pekerjaan tidaklah beralasan, Ia memberikan jaminan penuh bahwa proses transisi menuju legalitas ini justru akan memperkuat posisi buruh.

​"Di rapat diskusi ini, saya menjaminkan untuk para pekerja dan pengurus koperasi tidak akan ada pekerjaan atau kegiatan yang hilang, Keselamatan bekerja akan terjamin, karena ini demi masa depan anak cucu kita," tegas Capt. Diaz.

Capt. Diaz juga menjelaskan" bahwa UUPJ adalah instrumen penting untuk melegalkan status Terminal Khusus menjadi Terminal Umum, Dengan status legal, para pekerja akan mendapatkan manfaat nyata seperti:

* ​Akses pendidikan dan pelatihan profesional.
* ​Standarisasi upah yang sesuai ketentuan.
* ​Perlindungan hak-hak pekerja yang lebih komprehensif.

​Beliau juga menambahkan bahwa saat ini Dumai tengah dilirik oleh investor dari Malaysia dan Singapura, dalam waktu dekat dua negara ini akan berinvestasi di dumai, Jika regulasi tidak segera dibenahi, maka potensi investasi tersebut bisa hilang, yang pada akhirnya merugikan Terminal dan masyarakat Dumai sendiri.

Mendengar jaminan langsung dari Kepala KSOP bahwa tidak akan ada pekerjaan yang hilang, mayoritas undangan yang hadir menyatakan dukungan mereka terhadap langkah pembinaan ini, Hal ini dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk stabilitas industri pelabuhan di Dumai.

​Namun tim Aliansi TKBM Riau memilih meninggalkan ruang rapat (walk out) karena tetap pada sikap penolakan sebelumnya, yang mana isi dari surat pernyataan sikap adalah :
1. Menolak surat pemberitahuan KSOP Kelas 1 Dumai Nomor: AL305/2/1/KSOP.DMI/2025, Tanggal 31 Desember 2025.

2. Menolak Surat undangan KSOP Kelas 1 Dumai Nomor: UM.207/1/6/KSOP/2026,Tanggal 4 Februari 2026, yang Substansi nya adalah membahas pem bentukan Unit Usaha Pengerahan Jasa ( UUPJ ) TKBM di wilayah terminal khusus yang untuk sementara melayani kepentingan umum

Namun pihak KSOP tetap membuka pintu komunikasi dan berharap kepada TKBM Kota Dumai dapat saling merangkul demi kemajuan pelabuhan dan kesejahteraan buruh di masa depan. **

Berita terkini

Ribuan Mahasiswa Ikuti Kuliah Umum EA di UIR

Jumat, 26 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

LDIK UIR Belajar Tata Kelola DPPA di UII

Sabtu, 20 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

Yudisium Fakultas Hukum Unilak, Pemuncak Diberi Penghargaan

Kamis, 11 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

13 Oktober, 1169 Mahasiswa Unilak akan Diwisuda

Rabu, 10 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

54 Mahasiswa Unilak Resmi Bergelar Sarjana Pertanian

Kamis, 04 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB
4 Mahasiswa Asal Thailand

1.375 Mahasiswa UIR Diwisuda Besok

Jumat, 28 September 2018 - 00:00:00 WIB

Lulus Sertifikasi Dosen, 11 Dosen Unilak Terima Sertifikat

Jumat, 28 September 2018 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+