Kamis, 17 Oktober 2024 - 16:45:18 WIB

Pentingnya Penanganan Kesehatan Dini

Keperawatan UMRI Gelar Pelatihan Kesehatan Kerja dan Keluarga 

KAMPAR -- Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) melakukan penyuluhan dan pelatihan dengan peningkatan kemandirian kesehatan pemanen sawit untuk meningkatkan produktivitas bekerja sebagai sumber ekonomi keluarga. Kegiatan yang didukung oleh Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI ini dilaksanakan pada Kamis 17 Oktober 2024 di Desa Air Terbit-Kampar.

Tim Pengabdian Masyarakat Umri ini dikoordinir Ns. Silvia Elki Putri, M.Kep., Sp.Kep.K., serta didukung Ns. Isnaniar., M.Kep., yang merupakan Dosen Keperawatan Umri, serta didukung oleh Dr. Deviona, SP., MP., Dosen Pertanian dari Universitas Riau (Unri), serta Tim Umri lainnya yaitu Maulia Zhafira, Amd.Kep., Alfaizun Nur Alfidin, Melvi Lusia Indrihastuti, Suci Hidayani, Syahrotul Hayati Kamal Afif, dan Putri Azzahra Yuliant. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Air Terbit-Kampar ini, dihadiri pemanen sawit yang tergabung dalam Kelompok Tani dan keluarga diwakilkan Ibu-Ibu PKK.

Dalam sambutannya, Koordinator kegiatan Ns. Silvia Elki Putri, M.Kep., Sp.Kep.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan kemandirian kesehatan serta produktivitas kerja.

“Pengabdian yang kita lakukan hari ini fokus pada peningkatan kemandirian kesehatan pemanen sawit untuk meningkatkan produktivitas bekerja sebagai sumber ekonomi keluarga, dan pengabdian masyarakat ini terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan hingga November 2024 nanti,” ujar Silvia Elki Putri.

Ditambahkan Dr. Deviona, SP., MP., bahwa kegiatan ini juga mengenalkan beberapa peralatan penting bagi pemanen sawit. “Kegiatan pengabdian ini juga memperkenalkan alat-alat pelindung diri yang wajib digunakan para pemanen sawit dalam meminimalisir kecelakaan kerja pemanen sawit,” ucap Dosen Pertanian Unri ini.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Air Terbit Ns. Basuki, S.Kep, yang dalam sambutannya mengatakan pentingnya keterlibatan keluarga dalam menjaga Kesehatan.

“Keluarga merupakan caregiver utama bagi Pemanen Sawit di rumah sehingga keterlibatan keluarga sangat penting dalam kesehatan. 95% masyarakat Desa Air Terbit bekerja sebagai Pemanen Sawit. Belum pernah ada kegiatan kesehatan dan K3 yang diberikan kepada Pemanen Sawit dan Keluarga,” ucapnya.

Sedangkan Ns. Soeprat, S.Kep sebagai Perwakilan Puskesmas Air Terbit menyabut baik kegiatan ini sebab menyentuh langsung persoalan kesehatan keluarga.

“Kami harap dengan adanya pengadian ini tingkat keamanan dan keselamatan petani sawit di Desa Air Terbit terus meningkat. Kegiatan ini semoga memberikan contoh bagi Desa-Desa lainnya disekitaran Desa Air Terbit,” ujarnya.

Mewakili Kelompok Tani Desa Air terbit, Sumpeno menyampaikan terimakasihnya atas kegiatan ini yang berdampak positif bagi para petani atau masyarakat di pedesaan.

“Kita menyadari bahwa penting sekali untuk mengetahui tentang kesehatan. Masalah kesehatan terjadi misalnya sakit bahu dan pinggang. Kadang tiba-tiba pusing dan sakit kepala juga. Risiko juga luka karena tertusuk duri sawit atau dodos sawitnya. Jadi kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami yang tinggal di desa,“ harapnya.

Secara keseluruhan kegiatan berhasil meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan peserta terkait perawatan kesehatan dan K3 pertanian. Ucapan terimakasih disampaikan oleh Kepala Desa Air Terbit kepada tim pengadian yang telah berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Air Terbit terhadap pentingnya keselamatan kerja pemanen sawit.

Pada kesempatan yang sama, tim pengabdian masyarakat Umri juga memberikan peralatan kesehatan guna penanganan luka sederhana.

“Setelah mendapatkan materi tentang perawatan kesehatan terutama terkait perawatan luka sederhana dirumah dari Ns. Juli Widiyanto, S.Kep., M.Kes.Epid yang sudah profesional dalam pelatihan perawatan luka, peserta diberikan kotak P3K lengkap dengan isinya yang bisa bermanfaat dirumah,” ucap Ns. Isnaniar, M.Kep sebagai Tim Pengabdian Masyarakat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan skrining kesehatan, pelatihan perawatan luka dan masalah kesehatan pada pemanen sawit, dan K3 pertanian. Masyarakat ikut berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan dimana adanya diskusi tanya jawab antara pemateri dan peserta kegiatan. (rls)

Berita terkini

UKK SMK MUTU, Algafar: Dua Jurusan Dipercepat

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

76 Orang ASN UR Ikuti Tes Promosi Jabatan

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Anak Tukang Becak Ini Jadi Mahasiswa ITB dengan IPK 4,0

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Universitas Riau Peringkat ke-8 Versi “Webometrics”

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kadisdik Kuansing Kaget Dana Sertifikasi Guru Sudah Habis

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UR Panen Raya Ikan di “Waduk Selais” UR

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UIR Buka KNTSP 2017, 38 Makalah di Presentasikan

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sulit Berkembang, Kampus Swasta Diminta untuk Merger

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Seminar KNTSP Hadirkan Ridwan Kamil Sebagai Keynote Speaker

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

66 Orang Dosen UIR Telah Bergelar Doktor

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri: Perguruan Tinggi Ikut Andil Bangun Daerah

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Besok, 1.538 Lulusan UIR Diwisuda

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

PWI Inhil Dukung Program Kelas Inspirasi

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

UIR Bekali 1.416 Calon Sarjana Kiat Menghadapi Dunia Kerja

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Siswa SD 1 Sidokumpul Belajar Buat Sirop dan Tanam Markisa

Kamis, 02 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+