Jumat, 01 Maret 2024 - 20:50:58 WIB

Barita Simanjuntak Respon Jaksa Agung Bukan Pengurus Parpol

JAKARTA -- Mahkamah Konstitusi menerbitkan putusan No.6/PUU-XXII/2024 yang menyatakan calon yang diangkat menjadi jaksa agung yang notabene angota partai politik (Parpol) cukup mengundurkan diri.

Putusan MK No.6/PUU-XXII/2024 memberikan kesempatan yang lebih luas bagi Insan Adhyaksa meniti karier puncak yang lebih tinggi dalam menjalani profesi sebagai jaksa, yakni Jaksa Agung.

Mantan Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia Dr. Barita Simanjuntak SH.MH.CrfA memberi respon atas putusan Mahkamah Konstitusi tersebut. "Setidaknya dengan putusan tersebut, orang yang menduduki jabatan di pucuk korps Adhyaksa independen dari kepentingan politik," ujar Barita Simanjuntak memberi penilaian.

Mantan Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia dua periode ini menilai sudah tepat dan benar pertimbangan dan putusan Mahkamah Konstitusi tersebut, kita apresiasi dan syukuri putusan dimaksud. “Kami menyambut baik putusan MK dimaksud untuk memperkuat independensi kejaksaan sebagai aparat penegak hukum,” ujarnya kepada wartawan, Jumat 1 Maret 2024.

Barita Simanjuntak menuturkan, Kejaksaan Republik Indoensia berdasarkan tugas pokok dan fungsinya sesuai UU adalah pelaksana kekuasaan negara di bidang Penuntutan, karena itu maka Jaksa Agung sebagai Penuntut Umum tertinggi yang memegang kendali kekuasaan negara yang sangat strategis dan penting itu haruslah bebas atau dibebaskan dari pengaruh atau intervensi politik.

Dalam tugas kewenangan penegakan hukum khususnya dalam penanganan Tindak Pidana Korupsi, penyelamatan perekonomian negara dan pengamanan lembaga pemerintahan, Jaksa Agung yang menentukan arah dan kebijakan penegakan hukum.

Jaksa Agung yang menentukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan dan eksekusi. Sehingga dengan kewenangan yang besar tersebut, intervensi dari pihak manapun, dari kekuatan politik manapun harus dijaga tidak boleh terjadi.

Dengan kemandirian dan kemerdekaan Jaksa Agung dari pengaruh atau tekanan apapun, ini bisa dicapai antara lain dengan pembatasan yang tegas dan konsisten dalam norma hukum melalui putusan MK dengan memperketat seorang Jaksa Agung tidak boleh dari pengurus partai politik atau setidaknya telah 5 tahun tidak lagi menjadi pengurus.

"Dengan demikian putusan MK ini memberikan landasan yang kuat agar ke depan Jaksa Agung dijabat oleh orang-orang berkualitas, berdedikasi, punya kapasitas dan kompetensi yang teruji dan track record bersih serta punya pengalaman yang telah diuji melalui jenjang karirnya di Kejaksaan," tegas Barita Simanjuntak. ( )

Berita terkini

Babinsa Koramil 02 Kota Gelar Edukasi dan Sosialisasi Prokes

Jumat, 19 November 2021 - 13:13:08 WIB

Komsos.ke RW 03, Babinsa Bahas Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi

Kamis, 18 November 2021 - 11:26:31 WIB

Okta brings Okta Identity Cloud to AWS Marketplace in APAC

Rabu, 17 November 2021 - 08:55:28 WIB

Serma Nasrul Sosialisasi Prokes Covid-19 di Pasar Agussalim

Selasa, 16 November 2021 - 12:02:19 WIB

Sertu Khairuddin Dampingi warga Vaksin di Kantor Pos Pusat

Senin, 15 November 2021 - 08:30:52 WIB

Babinsa Sumahilang Bersama Tim Gabungan Gelar Edukasi Prokes

Senin, 15 November 2021 - 08:10:37 WIB

Babinsa Kelurahan Tanahdatar Gelar Prokes di Masjid Muslimin

Minggu, 14 November 2021 - 09:15:47 WIB

Babinsa Kota Tinggi Ajak Warga Taat Prokes di Masa PPKM Level 2

Minggu, 14 November 2021 - 05:49:27 WIB

Babinsa Gelar Edukasi Prokes di Jalan Agussalim 

Jumat, 12 November 2021 - 08:25:27 WIB

Temu Ramah ke Pertamina Hulu, PWI Bengkalis Jalin Keakraban

Rabu, 10 November 2021 - 14:35:44 WIB

Babinsa Ajak dan Dampingi Warga Sukseskan Program Vaksinasi

Rabu, 10 November 2021 - 11:05:19 WIB

Babinsa Ajak Pedagang dan Pengunjung Pasar Jaga Prokes

Rabu, 10 November 2021 - 11:03:33 WIB

Panitia Pelaksana.Pelantikan Ketua PWI Bengkalis Terbentuk

Senin, 08 November 2021 - 15:55:19 WIB

Babinsa Dampingi Warga Lansia Vaksinasi

Selasa, 09 November 2021 - 12:15:42 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+