Sabtu, 04 November 2023 - 08:35:17 WIB

Bijak Menggunakan Media Sosial Mampu Mendukung Proses Pembelajaran

SIAK KECIL, Riaupunya.com -- Kehadiran berbagai inovasi teknologi informasi dan komunikasi seperti munculnya berbagai platform media sosial membawa dampak positif dalam proses pembelajaran di kalangan pelajar bila dikelola dengan benar. Namun sebaliknya, ia juga memberikan dampak negatif dan menurunkan prestasi belajar.

Demikian disampaikan oleh Dr Dafrizal Samsudin M Soc Sc, pada kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMA Negeri 1 Siak Kecil, Desa Lubuk Muda Kabupaten Bengkalis, Jumat 3 November 2023.

“Dari segi dampak negatif, misalnya dapat pula dilihat bahwa tidak sedikit siswa sekolah mengalami prilaku yang dikatakan terjebak ke dalam perangkap “permainan perhatian” seperti sibuk memperhatikan jumlah like, comment, dan follower sehingga perhatian terhadap kegiatan pembelajaran terlupakan,” kata Dafrizal.

Selain itu kata Dr Dafrizal, kecanduan pengunaan media sosial juga memberikan dampak psikologis yang berbahaya tidak hanya bagi diri sendiri akan tetapi juga bagi orang lain.

“Dampak psikologis seperti tekanan dan kecemasan akibat aktivitas bullying, terjebak pada aktivitas isolasi diri dari dunia sosial yang nyata dan pendedahan informasi privasi diri yang berlebihan. Hal ini memuncak kepada mengganggunya aktivitas pembelajaran di sekolah dan di rumah,” tambahnya.

Oleh karena itu, Dr Dafrizal mengajak kalangan remaja untuk bijak dalam memanfaatkan beragam jenis media sosial yang ada saat ini, jangan sampai keasyikan dalam media sosial mengancam prestasi belajar.

Dr Dafrizal juga menghimbau kepada orang tua memantau aktivitas anak mereka dalam pengunaan smartphone.

Selain itu, katanya pentingnya penanaman dan pemberdayaan nilai-nilai kearifan lokal adat resam budaya Melayu dalam pendidikan bagi siswa seperti sopan santun dalam tutur bicara, rendah hati, menghormati orang tua, menghargai teman sebaya dan menyayangi yang lebih muda, bertanggung jawab, taat pada nilai-nilai agama.

https://riaupunya.com/gambar/foto/2247072370.jpg

“Hal yang terasa saat ini dengan kehadirannya media sosial ialah menurunnya adab siswa dalam berbicara dan bertingkah karena meniru apa yang telah disuguhkan di media sosial. Oleh karenanya pentingnya kembali kita menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kita,” imbuh Dr Dafrizal.

Sementara, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Siak Kecil, Kab. Bengkalis, Zulpanheri, mendukung pengenalan dan penguatan nilai-nilai adat resam budaya Melayu kepada siswa untuk mencegah dampak negatif dalam pengunaan media sosial.

“Saya yakin nilai kearifan lokal ini salah satu solusi mengatasi fenomena negatif dari pengunaan media sosial. Seperti siswa mampu menggunakan platform media sosial sebagai media pembelajaran, dan mampu membentengi diri mereka dari jenis-jenis informasi yang salah dan tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya Melayu,” kata Zulpanheri.

Dikatannya, bahwa dalam perspektif nilai kearifan lokal budaya Melayu, prinsip pendidikan tidak hanya dipandang semata-mata sebagai sarana tempat berlangsungnya proses transfer ilmu pengetahuan, namun lebih dari itu yang mana pendidikan merupakan sarana proses pewarisan dan pemberdayaan nilai-nilai falsafah budaya Melayu sendiri. Keselarasan antara ilmu dan nilai-nilai budaya Melayu adalah pencirian bangsa Melayu. **

Berita terkini

Bupati Alfedri : Angka Putus Sekolah Mencapai 1400 Orang

Jumat, 24 Februari 2023 - 14:55:37 WIB

Gandeng Disnakertrans Riau, PT SPR Gelar Bimtek K3

Selasa, 14 Februari 2023 - 17:40:20 WIB

Kegiatan DAK Fisik Bidang SMK Disdik Riau Tuntas 100 Persen

Sabtu, 31 Desember 2022 - 19:15:03 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+