Sabtu, 25 Maret 2023 - 20:45:19 WIB

22 Guru Penggerak Rohul Diharap Mampu Mengikuti Transformasi Kemajuan Teknologi

Dafri, S.A.g, Kabid SMP

PASIR PENGARAIN, Riaupunya.com -- Sebanyak 22 orang guru Rohul telah dinyatakan lulus sebagai guru penggerak. Untuk tingkat SD 11 orang, dan 11 orang tingkat SMP. Setelah melalui tahapan edukasi di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan teknologi, guru penggerak ini diharap sebagai inovator untuk peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Negeri Seribu Suluk tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Rohul, Margono S. Sos MSi melalui Kepala Bidang SMP, Dafri S.A.g kepada wartawan menerangkan, bahwa 22 orang guru yang telah mendapatkan sertifikat sebagai guru penggerak dari Kemendikbud Riset dan Teknologi RI, kedepan juga harus mampu mengembangkan pendidikan sesuai dengan kemajuan dan perkembangan teknologi.

"Perkembangan teknologi dibidang pendidikan setiap tahun selalu mengalami kemajuan dan perkembangan, hadirnya 22 orang guru pengerak ini hendaknya mampu mengikuti perkembangan teknologi, maka sangat penting kita dorong para guru penggerak ini dapat menularkan ilmunya bagi sekolah sekolah yang ada di Kabupaten Rohul," jelas Dafri, Jumat kemarin.

Dafri menambahkan, guru penggerak ini merupakan program Nasional sasaran nya adalah untuk guru-guru yang kompeten dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini Kemdikbud telah merancang program ini dengan sedemikian rupa agar terjadi akselerasi mutu pendidikan dari waktu ke waktu

"Maka guru penggerak yang ada di sekolahnya masing-masing adalah ujung tombak dari perubahan yang diinginkan," harap Dafri.

Selain harus mampu bertranformasi, guru penggerak yang ada di Kabupaten Rohul juga harus bisa pimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidikan lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Peran guru penggerak ini sangat banyak sebagai berikut yaitu:menjadi agen-agen perubahan di tempat ia mengajar, menjadi pemimpin pembelajaran, mampu menggerakkan komunitas pendidikan seperti KKG, MGMP dan sejenisnya.

https://riaupunya.com/gambar/foto/2104972815.jpeg

Juga menjadi tempat bertanya bagi guru-guru yang lain, berkolaborasi dengan tenaga pendidik lainnya, dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan peserta didik.

Guru penggerak, sambungnya bisa menjadi ujung tombak yang nantinya akan mengerahkan potensi dan ilmu yang dimilikinya di sekolah tempat ia mengabdi. Sebab, ia telah mendapatkan banyak materi pelatihan oleh instruktur berpengalaman.

"Dengan bekal tersebut, harusnya guru penggerak mampu meningkatkan kapasitas dirinya. Dan merekalah tempat bertanya bagi guru-guru lainnya. Dengan membagikan ilmu yang dimiliki, artinya ia mendidik diri sendiri menjadi pribadi yang rendah hati dan tidak pelit memberi. Jika setiap guru penggerak memiliki mindset seperti ini seberat apapun tantangan dan ujian akan ada solusinya," tutupnya.(lim)

Berita terkini

PKM UMRI adakan Pembinaan di KUBE Berkat Yakin Desa Merangin

Sabtu, 07 September 2019 - 13:45:00 WIB

Rektor: Mahasiswa Baru Mampu Mempercepat Unilak Unggul

Sabtu, 07 September 2019 - 13:00:31 WIB

Tiga Dosen Hukum Tatanegara Unilak Hadir di Istana Negara

Rabu, 04 September 2019 - 07:50:38 WIB

Sensus Penduduk di KKN PPM FIA Unilak

Sabtu, 31 Agustus 2019 - 09:05:46 WIB

Sekcam Kampar Tutup KKN PPM FIA Unilak 2019

Kamis, 29 Agustus 2019 - 14:17:23 WIB

Tahniah, Prodi Akutansi Unilak Raih Akreditasi A BAN-PT

Rabu, 28 Agustus 2019 - 13:35:33 WIB

Peringatan HUT RI di UIR Berjalan Khidmat

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 14:55:26 WIB
HUT RI Ke 74

27 Mahasiswa Terima Kado dari Unilak

Sabtu, 17 Agustus 2019 - 15:25:04 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+