Selasa, 02 Februari 2021 - 08:00:48 WIB

Beda Nyeri Pinggang Akibat Peradangan dan Pegal Biasa 

RIAUPUNYA--Masalah nyeri pinggang masih sering disepelekan. Sebagian menganggap nyeri pinggang sekadar pegal-pegal biasa akibat aktivitas berat sehari-hari.

Padahal, menurut spesialis penyakit dalam-reumatologi, Rudy Hidayat, orang patut waspada dengan nyeri pinggang sebab bisa jadi ini merupakan gejala Spondyloarthritis (SpA) yakni nyeri pinggang akibat peradangan yang cukup berbahaya.

"Spondyloarthritis itu rumah besar penyakit, kemudian dipecah dua jadi peripheral dan axial. Peripheral itu cenderung dominan mulai dari tulang belakang dan leher, punggung, pinggang sampai tulang ekor. Kalau axial cenderung di sumbu badan atau tulang belakang sampai tulang ekor," jelas Rudy saat webinar bersama Novartis, beberapa waktu lalu.

"Mau kelompok peripheral atau axial, entry point-nya di sakit punggung," tambahnya.


Axial Spondyloarthritis (axSpA) merupakan gangguan imun atau penyakit autoimun di mana kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan yang sehat, sehingga menyebabkan peradangan (artritis) pada sendi tulang belakang.

Jika dikenali dan dikendalikan sejak dini, penyakit tersebut tidak akan sampai mengganggu kualitas hidup pasien. Namun, jika dibiarkan dalam jangka panjang , lanjut Rudy, akan terjadi komplikasi hingga berujung pada penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke.

Sementara itu, spesialis penyakit dalam-reumatologi, Laniyati Hamijoyo menyarankan untuk mengenali lebih lanjut ciri nyeri pinggang inflamasi.

Orang kerap salah kaprah dan menganggap nyeri pinggang inflamasi sebagai nyeri pinggang mekanik atau pegal biasa. Nyeri pinggang mekanik terjadi akibat aktivitas sehari-hari seperti postur yang kurang benar juga aktivitas mengangkat benda berat.

Berikut perbedaan nyeri pinggang karena peradangan dengan nyeri pegal biasa.

Gejala nyeri pinggang inflamasi:

1. Lama nyeri atau kaku lebih dari 60 menit.

2. Terjadi saat pagi atau bangun tidur.

3. Aktivitas fisik akan meredakan rasa nyeri.

4. Bersifat kronik.

5. Usia awal gejala 9-40 tahun.

Gejala nyeri pinggang mekanik atau pegal karena aktivitas sehari-hari seperti postur yang kurang benar juga aktivitas mengangkat benda berat.

1. Rasa nyeri dan kaku terjadi kurang dari 45 menit.

2. Nyeri dan kaku cenderung terjadi sore dan malam hari.

3. Aktivitas fisik akan memperburuk rasa nyeri.

4. Bersifat akut atau kronik.

5. Usia awal gejala 20-65 tahun.


Lani menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter saat merasakan gejala-gejala di atas selama 3 bulan.

Selain itu, amati gejala penyerta nyeri pinggang inflamasi seperti:

- uveitis (mata memerah akibat peradangan pada lapisan tengah mata/uvea)

- diare kronis, cutaneous disease (masalah pada kulit termasuk psoriasis)

- nyeri tumit

- arthritis (nyeri sendi)

- dactylitis (radang jari tangan atau kaki)

- enthesitis (sakit tumit bagian belakang).

"Enggak bisa sembuh karena autoimun? Bisa, bisa dikendalikan sehingga membantu memperbaiki kualitas hidup dengan konsumsi obat antiinflamasi atau imunosupresan. Sebaiknya kenali lebih cepat. Kalau ini inflamasi, terapi dengan tepat untuk menghindari kecacatan," ujar Lani.

Berita terkini

Program Ketahanan Keluarga Prioritas Forhati

Sabtu, 26 Mei 2018 - 00:00:00 WIB

Hidupkan Koopssusgab, Permudah Pekerjaan polisi

Kamis, 24 Mei 2018 - 00:00:00 WIB

Lantik Pengurus SMSI Jawa Barat, ini Pesan Auri Jaya

Kamis, 10 Mei 2018 - 00:00:00 WIB

Komisi I DPRD Riau Dalami Laporan LBH Sakai

Senin, 26 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Pajak Pertalite di Riau Turun 5 Persen

Senin, 26 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Aklamasi, Said Syarifuddin Pimpin HNSI Inhil

Kamis, 22 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Antisipasi Kondisi Cuaca, ini Himbauan Diskes Pekanbaru

Kamis, 22 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Puan Maharani : Kakek Saya Juga dari Sumatera Barat

Rabu, 14 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Kekurangan Bidan, Pertolongan Ibu Hamil tak Maksimal

Rabu, 14 Maret 2018 - 00:00:00 WIB

Waw.. Google Suntik Dana untuk Go-Jek USD 1,2 Miliar

Senin, 29 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+