Jumat, 11 Desember 2020 - 05:42:38 WIB

PM Lebanon dan Eks Menteri Didakwa Atas Ledakan Beirut

RIAUPUNYA--Jaksa mendakwa Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab dan tiga mantan menteri atas ledakan dahsyat yang terjadi di pelabuhan Beirut pada awal Agustus lalu.

Diab bersama mantan menteri keuangan Ali Hassan Khalil, serta dua mantan menteri pekerjaan umum Ghazi Zeiter dan Youssef Fenianos dituduh lalai hingga menyebabkan lebih dari 200 orang tewas dan melukai ribuan orang.

Keputusan hakim Fadi Sawwan muncul setelah proses penyelidikan panjang. Keempatnya merupakan pejabat senior yang sejauh ini didakwa dalam proses penyelidikan.

Untuk sementara ini ada sekitar 30 petugas keamanan, petugas pelabuhan, dan bea cukai yang ditahan selama proses penyelidikan. Sementara empat pejabat senior mulai diperiksa pada Senin (14/12).


"Mereka juga tidak mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghindari ledakan dahsyat dan kerusakan yang sangat besar," kata sumber yang enggan mengungkap identitasnya itu seperti mengutip AFP.

Proses penyelidikan pelaku ledakan Beirut telah memicu kemarahan banyak pihak karena investigasi dinilai lamban, termasuk minimnya fakta adanya keterlibatan pejabat senior. Ditambah pejabat Lebanon yang menolak bantuan penyelidikan asing hingga memicu kecurigaan.

Dalam sepucuk surat kepada parlemen yang diterima akhir bulan lalu, Sawwan meminta anggota parlemen menyelidiki beberapa mantan menteri atas ledakan tersebut.

Surat tersebut muncul setelah proses penyelidikan Sawwan yang memicu kecurigaan adanya campur tangan pada menteri dan kegagalan mereka menangani pembuangan amonium nitrat di pelabuhan.


Dalam dokumen yang terbit tak lama setelah terjadinya ledakan menunjukkan bahwa setidaknya 10 kali selama enam tahun terakhir, pihak bea cukai, militer, serta badan keamanan dan peradilan telah memperingatkan bahwa persediaan bahan kimia dalam jumlah besar bisa berpotensi berbahaya jika disimpan dengan hampir tanpa perlindungan di pelabuhan yang menjadi jantung kota Beirut.

Dua ledakan besar yang terjadi di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus lalu menewaskan 200 orang dan lebih dari 2.700 lainnya terluka. Goncangan yang berasal dari kawasan pelabuhan sempat menimbulkan suasana mencekam di ibu kota. Kaca rumah penduduk pecah dan bangunan terbakar.

Ledakan terdengar hingga Nicosia yang terletak di bagian timur Pulau Siprus yang berjarak 240 kilometer dari asal ledakan.

Berita terkini

Nilai Tukar Petani Riau Turun 3,12 Persen

Senin, 01 Juli 2019 - 14:35:04 WIB

KPA Pekanbaru Sosialisasi AIDS pada Forum K3L

Senin, 01 Juli 2019 - 12:50:54 WIB

Juni 2019, Riau Inflasi 1,20 Persen

Senin, 01 Juli 2019 - 13:05:25 WIB

Tembok Rumah Warga Bukit Abas Retak, ini Penyebabnya

Senin, 01 Juli 2019 - 01:15:32 WIB

Persoalan Banjir di Pekanbaru Harus Jadi PR Bersama

Rabu, 19 Juni 2019 - 13:10:06 WIB

Mei 2019, NTP Riau Naik 0,05 Persen

Senin, 10 Juni 2019 - 14:35:02 WIB

Mur Baut Jembatan Siak IV yang Dicuri Sudah Dipasang Lagi

Selasa, 23 April 2019 - 11:00:27 WIB

Peringati PID, Diskes Bengkalis Gelar Berbagai Kegiatan

Sabtu, 20 April 2019 - 17:50:39 WIB

KPK : Lakukan Pengawasan Sebagai Tindakan Cegah

Jumat, 05 April 2019 - 19:10:29 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+