Selasa, 25 Februari 2020 - 14:25:43 WIB

Kapolda dan Wakil Gubernur Riau Hadiri Pelatihan Pencegahan Karhutla di Unilak

Riaupunya.com -- Untuk mendukung Program pemerintah dalam upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (KArhutla) di Riau, Universitas Lancang Kuning (Unilak) menggelar pelatihan Karhutla serta pencegahan kebakaran gedung, bekerjasama dengan PT Rapp.

Pelatihan dibuka oleh Wakil Gubernur Riau,Edy Natar Sip, Selasa 25 Februari 2020. Turut hadir Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Rektor Unilak Dr.Junaidi.SS.MHum, jajaran Wakil Rektor, Dekan, dan GM SHR PT RAPP, Wan Jakh.

Pelatihan diikuti oleh 200 Mahasiswa, dan 50 anggota security dan pegawai di Materi yang telah diberikan diantaranya pengetahuan tentang gambut, peralatan pemadam, teknik dan strategi memadamkan api dan lain lain.

Wakil Gubernur Riau Edy Natar dalam arahannya mengatakan, wilayah Riau yang luasnya 8. 815 ribu ha memiliki sebaran gambut sekitar 5juta ha atau setara 57 persen dari seluruh luas provinsi Riau. Hal ini membuat potensi karhutla menjadi tinggi. 2019 situasi karhutla sangat luar biasa.

Selama bencana asap, pemprov Riau sudah berupaya yang terbaik untuk usaha penanggulangan.Tidak mengenal hari libur, baik Manggala Agni, BPBD termasuk relawan. Langkah lain dengan menggelar operasi penanggulangan karhutla. Sekarang statusnya siaga darurat yang ditetapkan mulai tanggal 11 Februari hingga 31 oktober 2020 di seluruh Riau. Sebelumnya status tersebut sudah ditetapkan di Bengkalis Dumai dan Siak.

Dengan demikian kita bisa leluasa mengambil langkah untuk penanggulangan. Sebab penyelesaian bencana asap tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus bersama-sama.

Apa yang kita lakukan hari ini juga bagian dari efektivitas penanggulangan karhutla.
Artinya kita sudah mmelakukan yang terbaik.

"2019 lalu, titik api tidak pernah lebih tinggi dari sumsel dan jambi. Tapi gaungnya asap paling besar ada di Riau. BMKH mengatakan angin bertiup dari selatan ke utara. Kondisi angin kemudian membelok, sampai di Riau dia berhenti. Titik api kecil, asap besar. Ini tidak mudah kita beri pemahaman, tapi faktanya masyarakat merasakan asap itu tebal. Lalu Kita membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi Jambi dan Sumsel untuk bersinergi menanggulangi karhutla" Ujar Wagub.

Sementara itu Kapolda Riau Irjen Pol Agung Imam Setya Effendi menyebutkan, Unilak sudah sangat siap dalam upaya pencegahan karhutla. "Untuk itu, saya sangat mengapresiasi hal ini. Apalagi saat ini secara nasional terdapat 11 titik api, 6 di antaranya berada di Riau. Masyarakat Riau tentu sudah tidak mengharapkan lagi bencana karhutla ini," kata Dia.

Dijelaskan Kapolda, relawan yang dikirim ke lokasi sudah memperoleh pelatihan dari instruktur berpengalaman. Sebanyak 11 orang relawan diberangkatkan pada Senin, 24 Februari 2020, menuju Pulau Rupat, Bengkalis guna memadamkan api di lahan gambut.
"Rekan-rekanlah relawannya, selamat bertugas dan berlatih, kita bertemu di lapangan" Ujar Kapolda. (rls)

Berita terkini

Baru Disurati, DPRD Pekanbaru Belum Kembalikan 45 Mobdin

Kamis, 17 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Hut ke 72 RI, Desa Damai Lounching Website Resmi

Rabu, 16 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Azwan, Minta Dinas Terkait Awasi Penggalian Jalan

Senin, 14 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Penghijauan dan Bakti Sosial Pemdes Pematang Tebih

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Tim Paskibraka Rohil Rampungkan Latihan

Jumat, 11 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Segera Dilakukan Dishub Dumai

Jumat, 11 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Riau Dipercaya Jadi Tuan Rumah Hakteknas Tahun 2018

Kamis, 10 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Bupati : Mari Tingkatkan Kinerja dan Rebut Anggaran Pusat

Rabu, 09 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Pembangunan Jembatan Siak IV Tuntas Tahun Depan

Rabu, 09 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Hanya 527 Tower yang Berizin di Pekanbaru, Sisanya Ilegal

Rabu, 09 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Derita Muaro Sako Langgam, Warga Mengadu ke Dewan

Rabu, 09 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial