Jumat, 31 Januari 2020 - 18:20:46 WIB

Kumpulkan APTISI Riau dan Pimpinan PTS di UIR, ini yang Dijelaskan Kepala LLDIKTI X

Kepala LLDIKTI Wilayah X Prof Herri bersama Rektor UIR Prof Syafrinaldi, APTISI Riau dan Pimpinan Perguruan Tinggi dalam Sosialisasi Kebijakan Kampus Merdeka pada Jum'at sore.

Riaupunya.com -- Momen sebelum menghadiri undangan pelaksanaan wisuda di Universitas Islam Riau (UIR) 1 Februari 2020 besok, dimanfaatkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X Prof Dr H Herri, SE, MBA untuk mengundang Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah XB Riau dan Pimpinan Perguruan Tinggi pada Jum'at sore 31 Januari 2020.

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Lantai II Gedung Rektorat UIR Pekanbaru itu dimanfaatkan Herri untuk menjelaskan kebijakan baru Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. Serta beberapa rencana kegiatan LLDIKTI yang dipimpinnya. Pertemuan yang dipimpin Ketua APTISI dr H Zainal Abidin, MPH, dihadiri antara lain oleh Rektor Universitas Islam Riau Prof Dr H Syafrinaldi, SH, MCL, Wakil Rektor III UIR Ir Rosyadi, Rektor Universitas Lancang Kuning Dr Junaidi, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang Dr Zulher, MS, mantan Rektor Unilak Prof Dr Syafroni dan puluhan pimpinan perguruan tinggi lainnya.

Herri menjelaskan pokok-pokok kebijakan Kampus Merdeka dari Mendikbud RI, yang memuat empat hal. Keempat kebijakan itu adalah pembukaan program studi baru, sistem akreditasi perguruan tinggi, perguruan tinggi negeri badan hukum dan hak belajar tiga semester di luar program studi. Dari keempat program ini, kata Herri, dua diantaranya terkait dengan pendidikan tinggi. Yakni pembukaan program studi dan sistem akreditasi.

''Cuma pembukaan prodi baru sedang dimoratorium kecuali bagi perguruan tinggi yang usulannya telah masuk sebelum kebijakan ini terbit. Usulan prodi tetap diproses kementerian,'' katanya. Sampai kapan moratorium, Herri tak menjelaskan secara pasti.

Saat ini hanya perguruan tinggi negeri berbadan hukum yang mendapat kebebasan membuka program studi. PTN dan PTS tersebut diberi otonomi membuka prodi baru jika ia berakreditasi A dan B. Itu pun bisa diajukan apabila ada kerjasama dengan mitra perusahaan, organisasi nirlaba, institusi multilateral atau universitas Top 100 rangking 05. Prodi baru tersebut bukan di biang kesehatan dan pendidikan.

Akreditasi A, tambah Herri, akan diberikan kepada perguruan tinggi yang terakreditasi international. Ia mengambil contoh UIR, dimana sudah 18 prodi terakreditasi international. Terhadap prodi-prodi tersebut secara otomatis akan memperoleh akreditasi A. ''Menurut kebijakan Mendikbud, prodi UIR yang terakreditasi international itu langsung memperoleh akreditasi A. Tepuk tangan dulu buat UIR,'' Herri mengapresiasi Universitas Islam Riau.

Kebijakan lainnya menyangkut hak mahasiswa yang mengambil mata kuliah (SKS) di luar prodi baik di universitas itu sendiri maupun di perguruan tinggi lain sebanyak tiga semester. Perguruan tinggi wajib memfasilitasinya membuat mengatur sistemnya. "SKS di prodi asal hanya diambil lima semester dari total 8 semester tapi ini tidak berlaku bagi prodi kesehatan. Jadi terjadi perubahan terhadap defenisi SKS dimana ia tidak lagi ditafsirkan sebagai jam belajar (di dalam kelas) namun jam kegiatan di luar kelas. Misalnya di perusahaan seperti magang, PKL atau reiset. Yang sedikit agak rumit adalah bagaimana mensetarakan jam kegiatan tersebut dengan muatan SKS yang tiga semester itu.

Ia mengajak pimpinan perguruan tinggi supaya memenej kebijakan baru ini dengan baik agar tidak disalah-gunakan pelaksanaannya oleh pihak-pihak tertentu atau mahasiswa sendiri. (rls)

Berita terkini

Umri Targetkan Terima Tiga ribu Mahasiswa Tahun ini

Rabu, 07 Februari 2018 - 00:00:00 WIB

Gubri Serahkan Beasiswa bagi Mahasiswa Umri

Rabu, 31 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

UMRI Miliki Dua Prodi Baru, Tahun ini Terima Mahasiswa

Selasa, 23 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Gubri Serahkan Mobil Alat Praktek Kepada SMK di Riau

Senin, 22 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Gubernur Andi Rachman hadiri Pelantikan Rektor Umri

Rabu, 10 Januari 2018 - 00:00:00 WIB
Untuk Periode Kedua

Mubarak Dilantik Menjadi Rektor Umri

Rabu, 10 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Kadisdik Riau Minta Siswa Jauhi Narkoba dan mem Bully Teman

Senin, 08 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Teliti Soal Implan, Dua Mahasiswi UMRI ke Malaysia

Jumat, 22 Desember 2017 - 00:00:00 WIB

Mubarak: Kita akan Buat UMRI Menjadi Kampus Wisata

Rabu, 29 November 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial