Senin, 11 November 2019 - 14:35:23 WIB

Hadirkan Tiga Narasumber

FPK Riau Gelar Seminar Merawat Kebangsaan

Riaupunya.com -- Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau gelar seminar bertajuk Merawat Kebangsaan. Kegiatan yang dilaksanakan Senin 11 Nopember 2019 itu dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Penasehat FPK Riau Datuk Sri Drs H Al azhar, MA.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Furaya Pekabaru tersebut menghadirkan Tiga pembicara yakni Kepala Kesbangpol Riau Drs H Chairul Riski MS MP dengan judul Kebijakan Kesbangpol Provinsi Riau tentang pentingnya Forum Pembauran Kebangsaan, Dewan Pengurus FPK Riau H Fahrunnas MA Jabbar MIkom dwngan judul Kepedulian dan Kearifan Media Sosial dalam Menjaga Keutuhan Bangsa, dan Dr Santoso SS MSi membawakan judul Peran FPK sebagai perekat NKRI.

Datuk Sri Al azhar mengatakan bahwa hubungan keberagaman yang ada di Provinsi Riau saat ini masih tertata dengan baik, artinya tidak ada masalah. Namun demikian suatu waktu kondisi ini bisa saja goncang dengan sesuatu yang tidak diduga.

"Oleh karena itu peran penting FPK sangat diharapkan untuk terus menerus merawan pembauran, karena proses pembauran itu simultan dan itu tidak bisa sama dari waktu ke waktu," kata Ketua MKA LAM Riau ini.

Dengan semakin maju dan terus berkembangnya zaman, kemajuan teknologi informasi. Karena itu FPK harus mampu merespon hal-hal yang bisa merusak pembauaran yang ada ditengah tatanan masyarakat Riau saat ini.

Caranya menurut Al azhar adalah menjaga soliditas antara pengurus, komunikasi internal dan ekternal, terutama dengan konstituen, yakni komponen masyarakat yang diayomi.

"Dengan adanya hal itu, kita berharap tidak akan terjadi perpecahan dan pembauran yang ada saat ini, pembauran yang sangat terjaga sejak dari dahulu," pungkasnya.

Ketua FPK Riau Ir AZ Fachri Yasin M.Agr menjelaskan, FPK adalah wadah informasi, komunikasi, konsultasi dan kerjasama antar warga masyarakat yang diarahkan untuk menumbuhkan, memantapkan, memelihara dan mengembangkan pembauran kebangsaan.

"Dalam rangka menyelenggarakan otonomi daerah mempunyai kewajiban melestarikan nilai sosial budaya, mengembangkan kehidupan demokrasi, melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Sementara Ketua panitia acara H Fahmijan MPd menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat untuk menahami rasa cinta tanah air dan pembauran kebangsaan. Meningkatkan pemahaman pada masyatakat tentang nilai-nilai kebangsaan, kebudayaan dan keberagaman suku bangsa yang Bhineka Tunggal Ika.

"Meningkatkan kerukunan antar suku bangsa yang Bhineka Tunggal Ika, saling menghargai, menghindari terjadinya konflik keaukuan dan RAS. Serta meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk berpartisipasi aktif dan berkontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat," ujarnya.

Untuk peserta dalam seminar ini, Pahmijan menjelaskan bahwa keseluruhan peserta berjumlah 270 orang yang terdiri dari utusan Kabupaten/Kota se Riau terdiri dari 3 orang tiap Kabupaten/kota. Dan pengurus dan anggota FPK Provinsi Riau sebanyak 234 peserta.(nik)

Berita terkini

RSUD Ahmad Thabib Kepri Gandeng Bank Riau Kepri

Rabu, 24 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Kementerian LHK Masih Lakukan Evaluasi Terhadap RTRW Riau

Selasa, 09 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir Rohul Akan Diperpanjang

Selasa, 09 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Harga Sawit Naik Tipis Pekan ini

Selasa, 09 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

Ritos Semakin tak Jelas

Rabu, 03 Januari 2018 - 00:00:00 WIB

UR Santuni dan Gelar Sunat Gratis untuk Anak Yatim

Senin, 18 Desember 2017 - 00:00:00 WIB

ISNU Riau Terima SK dari PWNU Riau

Selasa, 28 November 2017 - 00:00:00 WIB

Hadiri Pelantikan Perhumas Muda Riau, ini Pesan Rektor Umri

Sabtu, 11 November 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+