Jumat, 20 September 2019 - 15:25:46 WIB

Umri Jadikan Klinik Pratama Rumah Evakuasi Tanggap Darurat Asap

Riaupunya.com -- Selama ini aksi kemanusiaan terkait kabut asap di Pekanbaru lebih banyak dengan membagikan masker di lapangan. Sementara masyarakat di rumah-rumah belum terperhatikan. Padahal belum tentu rumah mereka bisa bebas dari asap.

“Ini perlu diperhatikan. Karena semakin halus partikel debu yang masuk ke tubuh maka semakin tinggi risikonya bagi kesehatan,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Riau Dr H Mubarak MSi, kepada wartawan Jumat 20 September 2019.

Atas dasar itu pula menurut Rwktor bersama sejumlah Organisasi otonom (Ortom) dibawah naungan perserikatan Muhammadiyah, Umri membuka Rumah Evakuasi Tanggap Darurat Asap di klinik pratama Jalan Tuanku Tambusai ujung Pekanbaru.

Mubarak yang didampingi sejumlah Ketua dan pengurus Ortom menjelaskan, banyak masyarakat yang menderita ISPA dan penyakit lainya akbibat asap ini, tak sedikit masyarakat yang mengalami kerugian secara materil.

"Kita tidak bicara siapa yang membakar. Tapi kita ingin sampaikan bahwa akibat perbuatan itu dampaknya sangat buruk bagi banyak pihak, ini bagian dari bentuk kepedulian kita kepada masyarakat," ujar Rektor.

Mubarak menambahkan bahwa Umri terdorong membuka posko tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap pemerintah dan pihak terkait lainnya dalam memadamkan Karhutla di Provinsi Riau, namun hingga saat ini masih saja belum terselesaikan, sehingga asapnya berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat.

"Untuk melayani langsung pasien terdampak asap, telah disiapkan relawan yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Salah satu bagiannya yaitu mahasiswa D3 Keperawatan Umri, mereka terlibat dalam pelayanan," jelas Rektor.

Selain posko ini melayani masyarakat 24 jam, Rektor juga menyebut kalau terdapat Tiga ruangan yang refresentatif dalam melayani masyarakat. Berbagai fasilitas penunjang juga telah disiapkan seperti tabung oksigen, masker, layanan cek kesehatan gratis, obat-obatan, box bayi dan konsumsi. Semuanya disediakan tanpa pungutan biaya apapun.

"Dokter umum juga disiagakan. Fasilitas lainnya adalah tiga unit mobil ambulans untuk antar jemput masyarakat yang membutuhkan. Call center posko, masyarakat dapat menghubungi 085374185733 yang siaga 24 jam," ujarnya.

Jika butuh tindakan medis yang lebih lanjut, maka Klinik Pratama Umri bisa berkoordinasi dengan posko-posko dan fasilitas kesehatan milik pemerintahan. “Nantinya, pihak klinik akan memfasilitasi pasien mengakses layanan kesehatan milik pemerintah itu,” paparnya.

Sejauh ini, Rektor menyebut sudah ada masyarakat yang telah mendapatkan pelayanan di Klinik Pratama itu. Kebanyakan memang terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Karena itu, agar masyarakat terdampak asap segera tertangani, Rektor berharap, fasilitas ini diketahui secara luas. “Jika terdampak asap, misalnya ISPA, demam dan gangguan kesehatan lainnya maka bisa memanfaatkan fasilitas ini,” pungkas Rektor.

Sementara, dr Ershad dari MDMC Jakarta mengaku mendampingi Muhammadiyah Riau dalam melayani masyarakat yang terdampak asap Karhutla. Menurut dia, hal yang dilakukan bukan lagi soal membagikan masker.

"Tapi hal yang utama adalah mengedukasi masyarakat untuk mengantisipasi penanggulangan masalah asap. Kerena itu, kita disini tidak hanya melayani mereka yang sakit akibat dari kabut asap, tapi kita juga akan melakukan edukasi ditengah masyarakat, ini yang lebih sangat penting," pungkasnya. (lan)

Berita terkini

TMMD ke-105, Kopda Jantri Lakukan Komsos

Senin, 15 Juli 2019 - 12:55:54 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial