Rabu, 24 April 2019 - 15:30:41 WIB

Agar Berwirausaha

Petani Ikan Desa Koto Masjid Semangati Penerima Beasiswa Bidik Misi UIR

Wakil Rektor III Rosyadi usai menyerahkan cenderamata kepada Suhaimi

Riaupunya.com -- Berwira usaha usai kuliah adalah suatu pilihan yang tepat, karena bukan lagi masanya kuliah itu dipandang untuk menjadi PNS atau bekerja dengan lain, membuka lowoangan pekerjaan bagi orang lain itu yang lebih baik.

Motivasi dan semangat itu disampaikan Suhaimi, petani ikan asal Desa Koto Masjid dihadapan Mahasiswa Penerima beasiswa Bidik Misi Bhakti Negeri Pemerintah Provinsi Riau Tahun Anggaran 2017 di Hotel Emersia Batu Sangkar, Sumatera Barat, Rabu 24 April 2019.

"Mulailah dengan bakat, keilmuan yang Anda miliki dan hobi yang pantang surut," kata Suhaimi dalam acara yang dimoderatori Kepala Bagian Humas dan Protokoler UIR, Syafriadi.

Suhaimi adalah petani ikan yang sukses mengembangkan budidaya perikanan di Desa Koto Masjid XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Riau. Memiliki kolam ikan seluas 8 hektar, peraih magister manajemen agribisnis Pascasarjana UIR ini, sukses meraih sejumlah penghargaan atas bisnis perikanan yang digelutinya. Antara lain Adi Bhakti Mina Bahari (2010), Coorporate Social Responbolity (2011) dan ISMBA Award (2013).

Menurut Suhaimi, menjadi wirausahawa di samping dapat menghidupi diri sendiri dan keluarga juga masyarakat. Jiwa kewirausahaan itu dapat tumbuh karena didorong latar belakangnya, pendidikan maupunya hobi. Ia mencontohkan dirinya yang menekuni budidaya perairan lantaran dipicu oleh pendidikan dan hobi.

Desa Koto Masjid Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, yang sekarang ditinggalinya, dahulunya kampung miskin setelah desa-desa di sana ditenggelamkan untuk pembangunan waduk PLTA Koto Panjang. Sekarang alhamdulillah, penduduknya sudah maju, ekonomi masyarakatnya berkembang perikanan.

"Satu rumah satu kolam ikan sehingga tak ada satu pun rumah di kampung saya yang tidak berkolam ikan. Bahkan, desa kami sudah berubah menjadi kampung ikan patin," ujar Suhaimi.

Menurut Suhaimi, kehidupan masyarakatnya juga berubah. Desa Koto Masjid kini bukanlah tinggal di kampung yang tradisional dan miskin tapi disebuah desa yang maju. "Perubahan itu terjadi karena warganya menjadi penghasil ikan," ujar Suhaimi.

Jadi, lanjutnya, bila peserta bidik misi ingin mencoba hidup mandiri mulailah merintis usaha. Apapun jenisnya. Budidaya perikanan tidak harus dilaksanakan oleh mereka yang berlatar belakang pendidikan perikanan. "Siapapun boleh, dan banyak contoh petani ikan yang berhasil. Padahal awalnya mereka hobi. Tidak punya pendidikan yang mendukung, pungkasnys. (rls)

Berita terkini

54 Mahasiswa Unilak Resmi Bergelar Sarjana Pertanian

Kamis, 04 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB
4 Mahasiswa Asal Thailand

1.375 Mahasiswa UIR Diwisuda Besok

Jumat, 28 September 2018 - 00:00:00 WIB

Lulus Sertifikasi Dosen, 11 Dosen Unilak Terima Sertifikat

Jumat, 28 September 2018 - 00:00:00 WIB

Besok, Unilak Gelar Seminar Keuangan dan Perbankan

Selasa, 25 September 2018 - 00:00:00 WIB

FAI UIR Pelopori Islamic Entrepreneurship and Business Centre

Selasa, 25 September 2018 - 00:00:00 WIB

Rektor Unilak Terima Kunjungan KPPU Indonesia

Selasa, 25 September 2018 - 00:00:00 WIB

Fakultas Teknik UIR Yudisium 191 Sarjana

Senin, 24 September 2018 - 00:00:00 WIB

Gugus Depan Pramuka UIR Terbentuk

Minggu, 23 September 2018 - 00:00:00 WIB

Naik Drastis, UIR Berada di Posisi 123 Peringkat Nasional

Sabtu, 22 September 2018 - 00:00:00 WIB

UKMI Al Fatah Unilak Gelar Talk Show Bagi Generasi Muda

Jumat, 21 September 2018 - 00:00:00 WIB

Mahasiswa Unri Bedah Buku Anak Sersan Jai Panglima

Jumat, 21 September 2018 - 00:00:00 WIB

Bersama Unisula dan University Qatar, UIR Teken MoU

Kamis, 20 September 2018 - 00:00:00 WIB

Ombudsman RI : Mahasiswa Jangan Takut Melapor Mal administrasi

Kamis, 20 September 2018 - 00:00:00 WIB

Rektor UIN Suska : Jadikan Buku Teman Sejati

Kamis, 20 September 2018 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial