Jumat, 18 Januari 2019 - 13:05:55 WIB

BPH Migas Ingin Kepulauan Meranti Jadi Kota Jargas

Indra Agus Lukman

Riaupunya.com -- Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Indra Agus Lukman menyebut kalau Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas (Migas) menginginkan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kabupaten Kepulauan Meranti bisa menjadi kota jaringan gas (Jargas).

"Namun, itu berpulang kepada Pemkab Meranti, sedangkan DPH Migas sudah membuka lampu hijau untuk membangun Jargas," kata Indra, Jumat 18 Januari 2019, di Pekanbaru.

Keinginan BPH Migas itu menurut Indra bukannya tanpa alasan, karena di Meranti terdapat blok yang menghasilkan gas yakni Malaka Straits.

"Kita harapkan dengan adanya rencana ini, minimal gas di sana bisa terkelola dengan baik. Karena gas ini bisa dikelolah dengan berbagai sistem, misalnya gas elpiji dan Jargas yang didistribusikan ke rumah-rumah warga,"ujar Indra.

Indra mengatakan, BPH melihat potensi gas di Blok Malaka Straits bisa untuk memenuhi kebutuhan gas di pulau tersebut. Karena kebutuhan gas untuk membangun Jargas berkisar 1-3 MMBTU.

"Kita sudah koordinasi dengan BPH Migas terkait rencana ini, dan menurut pandangan BPH, Kota Tebing Tinggi Meranti ada potensi untuk dikembangkan Jargas, yang gasnya dari Malaka Straits," paparnya.

Lebih lanjut Indra, kebutuhan untuk Jargas ini tidak terlalu besar, hanya memanfaatkan sisa penggunaan gas untuk PLTG yang diperoleh dari Blok Malaka Straits.

"Untuk Jargas ini tak butuh ketakan gas besar, beda dengan kalau kita mau bangun pembangkit listrik harus besar,"jelasnya.

Ditanya kapan Kota Jargas di Kepulauan Meranti ini diwujudkan, Indra menyatakan untuk membangun ini prosesnya panjang. Namun kalau tahun ini dimulai, tahun 2020 Jargas sudah bisa dinikmati warga Meranti.

Karena, menurutnya, untuk membangun jaringan ini butuh keamanan tinggi. Kalau jaringan yang bangun BUMN, tapi tetap yang punya kendali Pemkab Meranti dan Pemprov Riau.

Selain potensi gas ada, tambah Indra, pertimbangan BPH Migas bangun Kota Jargas di Meranti karena konsep kotanya di sana masih dalam penataan, sehingga lebih mudah membangun jaringan ketimbang kota padat penduduk.

"Kalau kotanya baru ditatakan gampang bangun jaringan. Beda dengan Pekanbaru sudah padat penduduk dulu baru dibangun Jargas. Kalau teman-teman BPH Migas melihatnya seperti itu," ujarnya. ***

Berita terkini

Pemasukan Pajak Air Permukaan Minim, Dewan Duga Ada Permainan

Kamis, 14 September 2017 - 00:00:00 WIB

Pastikan Harimau Jawa Belum Punah, Balai TNUK Kirim Tim

Rabu, 13 September 2017 - 00:00:00 WIB

Gubernur Riau dan Bupati Kampar Resmikan Empat Puskesmas

Rabu, 13 September 2017 - 00:00:00 WIB
Kunjungi PWI Pekanbaru

Ini yang Dilakukan BNN Pekambaru

Rabu, 13 September 2017 - 00:00:00 WIB

Sidak Elpiji 3 Kg, Disperindag Buru Pemasok Gas Kepada Pengecer

Senin, 11 September 2017 - 00:00:00 WIB

Penduduk Baru Dumai Bertambah 6 Ribu Jiwa

Senin, 11 September 2017 - 00:00:00 WIB

Danrem 031 WB akan Pulang kampung ke Kaiti Rokan Hulu

Jumat, 08 September 2017 - 00:00:00 WIB

Pemkab Kampar Konsultasi Program Pemberantasan Narkoba ke BNN

Kamis, 07 September 2017 - 00:00:00 WIB

Sekda Inhil Tinjau Pembangunan Ruas Jalan Teluk Pinang - Gaung

Kamis, 07 September 2017 - 00:00:00 WIB

Gas Melon Langka, Disperindag Pekanbaru Lakukan Operasi Pasar

Kamis, 07 September 2017 - 00:00:00 WIB

Rasionalisasi Usulan Kegiatan RAPBD-P 2017

Rabu, 06 September 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+