Kamis, 10 Januari 2019 - 08:15:05 WIB

KPSN Desak Komeks PSSI Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

Riaupunya.com -- Pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) didesak segera memberhentikan dengan tidak hormat anggota Komite Eksekutif dan pengurus lainnya yang menjadi tersangka pengaturan skor (match fixing). Desakan mundur kepada pengurus federasi sepakbola tersebut dilakukan melali Kongres Tahunan PSSI 2019, pada 20 Januari mendatang di Bali.

Desakan tersebut tertuang dalam Kesepakatan Bidakara yang merupakan aspirasi Komite perubahan Sepakbola Nasional (KPSN) usai menggelar diskusi bertajuk 'Menuju Sepakbola Bersih, Berprestasi, Tanpa Mafia' yang dihadiri 18 perwakilan asosiasi provinsi (Asprov) PSSI dan beberapa klub sepakbola di Jakarta, Rabu 9 Januari 2019.

"Kami akan memperjuangkan aspirasi KPSN ini pada Kongres tahunan PSSI 2019 nanti di Bali, " ujar Ketua Asprov Sulawesi Tenggara, Sabarudin Labamba saat membaca aspirasi.

Satu butir kesepakatan KPSN lainnya adalah, mendorong Satgas Anti Mafia Bola Polri untuk terus memberantas dan mengusut praktik match fixing secara tuntas dan menyeluruh melalui hukum yang adil dan tanpa pandang bulu, sesuai kesetaraan di muka hukum. "Kedua, mendukung penuh upaya kepolisian yang memerangi mafia bola, " ujar Sabarudin.

Anggota Komisioner KPSN Muhammad Zein menyatakan keprihatinannya atas kondisi sepakbola di tanah air yang tidak berjalan secara baik. "Sepak bolanya tidak kacau, hasilnya saja. Mestinya kalau pengurus PSSI merasa tidak mampu, sebaiknya pulang ke rumah saja," kata Zein

Zein menyadari KPSN tidak memiliki hak suara di Kongres PSSI nanti. Namun, dia berharap para pemilik hak suara (voters) bisa membawa aspirasi masyarakat yang peduli dengan sepak bola Indonesia. Ia menegaskan kalau KPSN bukan tandingan PSSI.

"Kami akan bawa dua aspirasi KPSN ini ke PSSI. Kau yang memulai kau yang mengakhiri, " ujarnya

Hal senada Presiden Persijap Jepara Esti Puji Lestari menyatakan akan berupaya membawa dua tuntutan itu ke kongres PSSI. Menurutnya, ke depan federasi harus lebih ketat lagi memilih pengurus yang mengisi posisi strategis. "(Pengurus) Yang terlibat harus ada sanksi," katanya.

Adapun 11 Asprov PSSI yang hadir yakni Asprov PSSI DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Riau, Sulawesi Tenggara, Lampung, dan Gorontalo. Selain itu, ada dua Asosiasi Kota Provinsi (Askot) yang juga hadir, yakni Askot PSSI Jakarta Timur, dan Depok.

Dari pihak klub, ada tujuh tim yang hadir ke acara tersebut yakni Madura FC, Persiraja Banda Aceh, Aceh United, Persika Karawang, PSIM Yogyakarta, Persijap Jepara, dan Persiwa Wamena. (bam)

Berita terkini

Menunggu Keganasan Aguero di Semifinal Piala FA

Minggu, 23 April 2017 - 00:00:00 WIB

Seperti ini Komitmen Wardan Dukung Tim Harimau Rawa

Selasa, 18 April 2017 - 00:00:00 WIB

Menunggu Gol ke 100 Ronaldo di Liga Champions

Kamis, 13 April 2017 - 00:00:00 WIB

GP China, Hamilton Podium, Vettel Runner-Up

Minggu, 09 April 2017 - 00:00:00 WIB

Tim Voli Putri SMPN 4 Pekanbaru Kembali Ukir Prestasi

Rabu, 05 April 2017 - 00:00:00 WIB

Ketika MU Inginkan Ozil dan Oxlade-Chamberlain

Rabu, 29 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Messi Diyakini Neymar Akan Teken Kontrak Baru

Selasa, 28 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Seri Perdana F1 2017 Miliki Sebastian Vettel

Minggu, 26 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Bandar Yaman Cup I 2017 Resmi Dimulai

Minggu, 26 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Bersama Ducati Corse, Jorge Lorenzo Songsong Era Baru

Kamis, 23 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Persib Bandung Dihadiahi 150 Juta Rupiah

Selasa, 21 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+