Selasa, 27 November 2018 - 00:00:00 WIB

Anak-anak di Panti Asuhan Masih Kesulitan Dalam Mengusai Bahan Pembelajaran Secara Cepat

PEKANBARU -- Wakil Rektor (Warek) I Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Sri Fitria Retnowati, SSi, MT, menyebut secara spesifik masalah bagi anak-anak panti asuhan adalah masih lemahnya penguatan kemampuan menguasai bahan pembelajaran secara cepat (Quantum Learning) dan kemampuan softskill.

Hal itu menurtunya didapat dari hasil pengamatan di Panti Asuhan, diperoleh gambaran bahwa pengembangan materi penguasaan kemampuan belajar cepat dan pembelajaran sofskill masih sangat sedikit.

Dikatakannya bahwa isu utama pendidikan anak dan remaja di Indonesia adalah kemampuan softskill dalam hal Etika moral, kepedulian terhadap kebhinekaan bangsa serta kelestarian lingkungan serta Hardskill dalam hal peningkatan kemampuan menguasai pembelajaran.

Selain itu, lanjut Sri, kurangnya sarana media pembelajaran juga menghambat peningkatan kemampuan belajar cepat dan softskill bagi anak-anak panti tersebut. Kalaupun ada, pengajaran softskill di Panti Asuhan masih belum terintegrasi antara Ranah Kognitif, ranah afektif dan psikomotorik.

"Hal ini mengakibatkan sebagian anak-anak panti tidak memiliki kepercayaan diri tinggi, karakter yang lemah dan tidak memiliki impian ketika sudah diharuskan hidup mandiri," sebutnya.

Untuk itu, Sri menegaskan, sebagai lembaga pendidikan tinggi, Umri memiliki kewajiban untuk dapat menciptakan SDM yang tangguh dan berkarakter, tidak hanya di lingkungan sendiri namun juga harus dapat dirasakan bagi masyarakat khususnya anak-anak dan remaja dan lebih khusus lagi bagi anak-anak Panti Asuhan.

Untuk menjawab permasalahan tersebut Umri menjalin kerjasama dengan Panti Asuhan Putri Aisyiah dan Panti Asuhan Al Hasanah dalam kegiatan kemitraan masyarakat yang sejalan dengan Program Ristekdikti. "Kedua Panti Asuhan ini berada di wilayah yang sama dengan Umri di Kota Pekanbaru. Panti Asuhan Putri Aisyiah Pekanbaru berdiri semenjak tahun 1979 dan saat ini mengasuh 31 orang. Sedangkan Panti asuhan Al- Hasanah berdiri sejak tahun 2000 dan saat ini mengasuh 90 anak," jelasnya.

Sri menambahkan, dari kegiatan pengamdian yang dilaksanakan beberapa waktu lalu terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi mitra adalah ini, pertama lemahnya kemampuan belajar dan penguasaan materi pembelajaran peserta didik di panti asuhan. Kedua, lemahnya karakter, kepercayaan diri anak panti asuhan, ketiga, jumlah dan kemampuan pembina yang terbatas.

Dari permasalahn itu, solusi yang ditawarkan dijelaskan Sri adalah penerapan Metode Belajar Quantum Learning. Melakukan pendidikan softskill bagi anak panti asuhan yang ditekankan pada ditanamkan penguatan karakter, etika moral, pemahaman kebhinekaan bangsa dan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Workshop pemahaman Quantum Learning dan Softskill untuk pembina panti.

"Target luaran program yang ingin dicapai adalah pertama, meningkatnya kemampuan dan keterampilan mengingat, membaca dan menulis bagi Anak Panti, kedua, Anak Panti memiliki pemahaman pentingnya karakter diri, Kepercayaan diri, kebhinekaan bangsa dan kepedulian terhadap lingkungan hidup dan yang ketiga Pelaksanaan workshop ToT Quantum learning dan Softskill untuk pembina panti," urainya.

Dia juga menambahkan kalau dalam program ini telah diberikan pembelajaran Quantum Learning dan materi softskill dengan target meningkatkan kemampuan belajar cepat dan ditanamkan penguatan karakter, etika.

"Sementara kegiatan yang akan dilaksanakan berikutnya adalah Pelaksanaan ToT Quantum Learning dan Softsikl kepada guru pembina panti asihan, serta kegiatan publikasi dimedia dan penerbitan jurnal ilmiah. Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 bulan sejak maret hingga September 2018," pungkasnya. (rls/lan)

Berita terkini

Dukung UNBK, Intel Indonesia Gelar Seminar di Pekanbaru

Selasa, 21 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Gerakan Literasi PKPLK Tingkat SD se Provinsi Riau Dimulai

Selasa, 21 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Alokasi Dana untuk Dunia Pendidikan Tak Maksimal

Selasa, 21 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ini Curhat Guru Bantu Riau ke Gubri

Sabtu, 11 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Di Jogyakarta Kini Terdapat 106 Perguruan Tinggi

Jumat, 10 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ini Orasi Ilmiah Tiga Guru Besar UR saat Pengukuhan

Rabu, 08 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Bidang Teknik, Rektor UR Kukuhkan Tiga Guru Besar

Rabu, 08 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Dewan Pendidikan Riau : Hentikan Pungutan di Sekolah

Selasa, 07 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

PST FT UIR Hadirkan Pakar Sistem Transportasi UGM

Kamis, 02 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Ingin Gelar ACCA, London School Solusinya

Kamis, 02 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri : Mahasiswa Cikal Bakal Pemimpin Bangsa

Kamis, 02 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+