Sabtu, 02 Juni 2018 - 00:00:00 WIB

Ketua MPR : Sekarang Tak Ada Lagi Orang Mau Bermusyawarah

Riaupunya.com -- Ketua MPR mengungkapkan para pendiri bangsa yang terhimpun dalam BPUPKI maupun PPKI mampu meletakan dasar-dasar negara yang kokoh. Meski para pendiri bangsa berasal dari berbagai organisasi dan golongan namun hal itu bisa terjadi karena mereka bisa melahirkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Pancasila adalah perekat bangsa, bukan alat untuk mengkotak-kotakan. Pancasila adalah berperilaku yang mempersatukan, bukan justru memisahkan sesama anak bangsa. Sila-sila yang ada disebut harus menjiwai seluruh bangsa, “ kata Zulkifli saat memperingati Hari Lahir Pancasila bersama ratusan Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI), Gedung Nusantara V, Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat 1 Juni 2018.

Namun lanjut pria yang akrab disapa Zulhas itu, mengatakan saat ini banyak kejadian atau peristiwa yang jauh dari nilai-nilai Pancasila. Hal demikian bisa terjadi karena terjadi pengingkaran terhadap Demokrasi Pancasila. Saat ini diakui yang berkembang malah demokrasi transaksional.

"Sekarang orang tak lagi bermusyawarah, maunya menang-menang. Demokrasi transaksional membuat gaduh," ujarnya. "Hal demikian harus diubah," tambahnya.

Zulhas berharap ke depan demokrasi yang berkembang harus lebih baik. Saat ini dalam berpolitik yang terjadi sedikit-sedikit menggunakan uang. Padahal Pancasila mengedepankan nilai-nilai. Akibat mengedepankan uang maka jabatan politik dianggap sebagai jalan pintas untuk mencari uang. Dampaknya lahirlah korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Tapi saya yakin bangsa ini kembali ke Pancasila, bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan dihargai oleh bangsa lain. Inilah cita-cita pendiri bangsa," ujarnya.

Di hadapan ratusan anggota IARMI dan Menwa Jayakarta, Zulkifli Hasan mengajak kepada mereka, di tahun politik ini IARMI dan Menwa harus menjadi pelopor persatuan dan kesatuan. "Kalau merah putih terkoyak, kalian yang harus menjahitnya. Perbedaan, warna-warni, itu dijamin oleh UUD NRI Tahun 1945. Yang tak boleh kita berantem karena merah putih kita sama," katanya. (bbg)

Berita terkini

108 Tenaga Kerja Asing di Deportasi Imigrasi Bandung

Kamis, 23 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Asyik, KPM Pekanbaru Terima E-Voucher

Rabu, 22 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Napi Korupsi Bengkalis Bebas Medsos di LP

Selasa, 21 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Dewan Minta Pemko Kembali Tinjau Izin Karaoke di Pekanbaru

Selasa, 21 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Wabup Meranti Himbau Warga Tertip Berlalu Lintas

Rabu, 15 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

ASN di Rohul Dilarang Menggunakan Elpiji Subsidi 3 Kg

Rabu, 15 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Wardan: Waspadai Karlahut dan Kebakaran Bangunan

Rabu, 15 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

35 Peserta Testing PWI Provinsi Riau Tidak Lulus

Rabu, 15 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

JK: Spanduk Bernada Provokatif Agar Dicopot

Selasa, 14 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Sekda Pekanbaru kaget Kecamatan Rumbai Tertinggi HIV/AIDS

Senin, 13 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+