Selasa, 04 Juli 2017 - 00:00:00 WIB

Tinjau PPDB

Sekdaprov Riau Ingatkan Jangan ada Praktek Pungli

Ahmad Hijazi

Riaupunya.com - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Ahmad Hijazi tinjau langsung proses proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Turut mendampingi peninjauan di SMA Negeri 1 Pekanbaru ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau Ikhwan Ridwan termasuk Kepala SMAN 1 Pekanbaru, Wan Roswita juga ikut menyambut dan mendampingi proses penerimaan siswa baru yang sudah berlangsung selama dua hari tersebut.

Pada kesempatan itu, Sekdaprov sempat memantau langsung bagaimana proses PPDB berlangsung. Mantan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisperindag) Kota Batam itu mengingatkan jangan sampai ada aduan dari orang tua atau wali calon siswa seperti praktek Pungutuan Liar (Pungli).

"Jangan sampai ada praktek Pungli, apalagi sekarang era keterbukaan," kata Sekdaprov mengingatkan kepada pihak sekolah, Selasa 4 Juli 2017.

Pihak sekolah harus mengedepankan aturan. Tindakan yang bertentangan dengan ketentuan menurut Hijazi hanya akan merusak citra sekolah. Tidak hanya itu, bagi yang 'bandel' melakukan pungli, tentu akan berusan dengan penegak hukum.

Administrator tertinggi dijajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau ini juga mengingatkan bahwa Tim Satuan Berantas Pungutan Liar (Saber Pungli) tentu akan melakukan pengawasan.

"Jika memang ada praktek Pungli, segera saja laporkan. Ini Tim Saber Pungli juga mengawasinya. Kalau ada terjadi maka sudah tentu akan beruusan dengan penegak hukum nanti," ujar mantan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau ini.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Pekanbaru Wan Roswita menyampaikan, untuk PPDB kali ini pihaknya menyediakan kuota 156 siswa ditambah empat anak guru, dengan daya tampung 5 kelas.

Dari 156 kuota tersebut dengan rincian reguler 60 persen dengan jumlah 93 siswa. Kemudian tempatan/anak miskin 20 persen atau 31 siswa, anak PTK 5 persen atau 8 siswa, luar kota 7 persen atau 11 siswa, luar provinsi 3 persen atau 5 siswa, dan anak guru kandung 4 siswa.

Untuk pendaftaran PPDB menggunakan sistem online, menurut Wan sistem tersebut lebih aman transparan, tanpa ada kecurangan dalam proses seleksi administrasinya.

"Kalau penerimaan tetap merujut Permendikbud tentang zonasi, dan menggunakan sistem online. Jadi tidak bisa lagi oknum berbuat apa-apa, semua sudah transparan," paparnya.(yai)


Berita terkini

Fakultas Teknik Universitas Asahan Kunjungi Fakultas Teknik UIR

Selasa, 21 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Begini Komitmen UR Terhadap Pemeliharaan Lahan Gambut Riau

Senin, 20 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

SMPN 30 Pekanbaru Optimis Raih Akreditasi A

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

UKK SMK MUTU, Algafar: Dua Jurusan Dipercepat

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

76 Orang ASN UR Ikuti Tes Promosi Jabatan

Selasa, 14 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Anak Tukang Becak Ini Jadi Mahasiswa ITB dengan IPK 4,0

Minggu, 12 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Universitas Riau Peringkat ke-8 Versi “Webometrics”

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Kadisdik Kuansing Kaget Dana Sertifikasi Guru Sudah Habis

Jumat, 10 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UR Panen Raya Ikan di “Waduk Selais” UR

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Rektor UIR Buka KNTSP 2017, 38 Makalah di Presentasikan

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Sulit Berkembang, Kampus Swasta Diminta untuk Merger

Kamis, 09 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Seminar KNTSP Hadirkan Ridwan Kamil Sebagai Keynote Speaker

Selasa, 07 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

66 Orang Dosen UIR Telah Bergelar Doktor

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri: Perguruan Tinggi Ikut Andil Bangun Daerah

Sabtu, 04 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+