Kamis, 08 Oktober 2026 - 21:02:27 WIB

Menembus Kabut Asap, Panduan #Cari_Aman Naik Motor Saat Jarak Pandang Terbatas

Menembus Kabut Asap, Panduan #Cari_Aman Naik Motor Saat Jarak Pandang Terbatas

KAMPAR – Di tengah kepungan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, jalan raya bertransformasi menjadi medan yang penuh risiko bagi para pengendara. Bagi para pengendara roda dua, jarak pandang terbatas (low visibility) bukan sekadar tantangan dalam bermanuver, melainkan ujian nyata terhadap kesadaran keselamatan di atas aspal. Kesiapan kendaraan dan teknik berkendara yang tepat menjadi kunci agar tetap selamat sampai tujuan.

PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda), selaku distributor sepeda motor Honda di wilayah Riau, memberikan tips #Cari_Aman berkendara saat dilanda kabut asap melalui Arif Rahman H, instruktur safety riding yang tersertifikasi.

1. Perlengkapan Berkendara (Riding Gear)

Keselamatan di tengah kondisi jarak pandang terbatas dimulai dari perlengkapan yang melekat pada tubuh pengendara. Riding gear memegang peranan penting untuk memastikan pengendara tetap aman dan mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya.

  • Helm Full Face dengan Visor Bening (Clear Visor): Penggunaan visor transparan yang bersih menjadi hal penting agar visibilitas tetap maksimal. Kaca helm yang gelap (smoke/tinted) justru dapat mengurangi pencahayaan alami yang sudah sangat minim di tengah pekatnya asap.

  • Jaket Reflektif dan Sarung Tangan: Mengaplikasikan prinsip be seen (mudah terlihat), penggunaan jaket dengan aksen reflective strip membantu memperjelas kontur pengendara di mata pengguna jalan lain dari jarak jauh.

  • Masker Respirator (N95/KN95): Penggunaan masker respirator membantu menyaring partikel di udara yang dihirup pengendara, sehingga dapat mengurangi paparan partikel halus seperti PM2.5 yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan konsentrasi saat berkendara.

2. Optimalkan Fitur Keamanan dan Pencahayaan Kendaraan

Penguasaan terhadap instrumen sepeda motor menjadi benteng pertahanan berikutnya saat melibas rute yang berselimut asap.

  • Sistem Pencahayaan Utama (Low Beam): Aktifkan lampu dekat untuk membantu meningkatkan visibilitas tanpa memicu pantulan balik (backscatter) cahaya yang justru dapat menyilaukan mata pengendara sendiri.

  • Pengereman Terukur (Combi Brake System/CBS): Abu sisa kebakaran yang bercampur dengan kelembapan udara berpotensi menurunkan daya cengkeram ban. Gunakan kombinasi pengereman depan dan belakang secara halus serta bertahap guna menghindari risiko roda terkunci (locked wheel) atau selip.

  • Penegasan Fungsi Lampu Sein: Hindari penggunaan lampu hazard saat kendaraan bergerak. Penggunaan lampu sein secara tepat merupakan bentuk komunikasi visual yang penting saat hendak berpindah lajur atau menepi.

3. Prediksi Bahaya Saat Berkendara

Menghadapi kondisi blind spot akibat kabut asap menuntut penyesuaian gaya berkendara yang lebih defensif dan terukur.

  • Menjaga Jarak Aman: Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, minimal tiga detik, untuk memberikan ruang manuver dan pengereman darurat yang memadai.

  • Pemanfaatan Marka Sisi Kiri: Jadikan garis putih di sisi kiri jalan sebagai panduan visual untuk membantu menjaga posisi motor agar tidak melenceng ke tengah jalur lawan.

  • Konfirmasi Aman: Manfaatkan klakson dengan ketukan singkat sebagai isyarat keberadaan saat memasuki area persimpangan atau tikungan dengan jarak pandang yang sangat terbatas.

Melalui edukasi ini, Capella Honda berharap para pengendara sepeda motor dapat lebih waspada dan disiplin dalam menerapkan teknik berkendara yang aman di tengah kondisi cuaca ekstrem. Utamakan keselamatan dengan selalu memeriksa kesiapan fisik, kelengkapan riding gear, serta kondisi kendaraan sebelum bepergian.

“Mari bersama-sama wujudkan lalu lintas yang aman dan tertib dengan selalu menerapkan semangat #Cari_Aman di setiap perjalanan,” tutup Arif.**

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+