Jumat, 25 September 2026 - 12:55:48 WIB

Jangan Lawan Kantuk dengan Kopi! Begini Cara #Cari_Aman di Jalan

KAMPAR – Rasa kantuk yang datang tiba-tiba saat mengendarai sepeda motor bukan sekadar gangguan kecil. Jika diabaikan, kondisi ini dapat memicu microsleep yang berisiko menyebabkan kecelakaan di jalan raya.

Karena itu, memahami cara tubuh merespons rasa kantuk sekaligus mengetahui langkah penanganan yang tepat menjadi bagian penting dari keselamatan berkendara.

PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Riau terus mengedukasi masyarakat melalui kampanye #Cari_Aman, sekaligus mendorong kesadaran pengendara untuk tidak memaksakan diri ketika tubuh mulai membutuhkan istirahat.

Salah satu hal yang kerap menjadi perhatian adalah kebiasaan mengandalkan kopi untuk melawan rasa kantuk.

Secara biologis, rasa kantuk berkaitan dengan meningkatnya senyawa adenosin di otak. Semakin lama seseorang beraktivitas, semakin tinggi kadar adenosin yang menempel pada reseptornya dan memberikan sinyal bahwa tubuh membutuhkan tidur.

Kafein memang dapat membuat seseorang merasa lebih terjaga. Namun, kafein tidak menghilangkan adenosin. Kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin karena memiliki struktur molekul yang mirip.

Ketika efek kafein mulai berkurang, yang umumnya dapat terjadi dalam beberapa jam, rasa kantuk dapat kembali terasa kuat. Kondisi inilah yang kerap disebut sebagai caffeine crash.

Bagi pengendara sepeda motor, kondisi tersebut tentu tidak boleh dianggap sepele. Rasa kantuk yang datang mendadak dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko terjadinya microsleep.

Instruktur Safety Riding Capella Honda Riau, Rama Dhandyano, membagikan sejumlah langkah #Cari_Aman ketika pengendara mulai mengantuk di perjalanan.

1. Segera Menepi dan Lakukan Power Nap

Jika rasa kantuk mulai menyerang, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara.

Segera menepi di tempat yang aman, seperti SPBU, minimarket atau rest area. Tidur singkat selama sekitar 15–20 menit dapat membantu memulihkan kewaspadaan.

2. Coffee Nap

Bagi pengendara yang terbiasa mengonsumsi kopi, metode coffee nap dapat menjadi salah satu pilihan.

Caranya, minum kopi kemudian segera tidur selama sekitar 15–20 menit. Saat terbangun, efek kafein mulai bekerja sementara tubuh telah mendapatkan kesempatan untuk beristirahat.

Namun, metode ini bukan pengganti tidur yang cukup.

3. Jaga Hidrasi dan Sirkulasi Udara

Pastikan tubuh mendapatkan asupan cairan yang cukup selama perjalanan. Dehidrasi dapat memperburuk rasa lelah.

Pengendara juga perlu memastikan sirkulasi udara tetap nyaman selama berkendara dengan tetap memperhatikan standar keselamatan penggunaan helm dan perlengkapan berkendara.

4. Lakukan Peregangan Ringan

Jika sudah menepi, pengendara dapat turun dari sepeda motor dan melakukan peregangan ringan selama beberapa menit.

Gerakan sederhana dapat membantu membuat tubuh lebih rileks sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Tidak ada fitur keselamatan kendaraan atau kafein dosis tinggi yang bisa menggantikan fungsi tidur. Selalu prioritaskan istirahat agar perjalanan tetap aman dan menyenangkan,” ujar Rama saat ditemui di Safety Riding Center Capella Honda, Jalan Garuda Sakti Km 11, Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Riau.

Ia mengingatkan pengendara agar tidak menjadikan kopi sebagai alasan untuk memaksakan diri ketika tubuh sudah memberikan sinyal membutuhkan istirahat.

“Selalu #Cari_Aman biar happy di jalan, karena keluarga menunggu di rumah,” tutup Rama.**

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+

Advertorial

Pudarnya Kearifan Lokal

Pudarnya Kearifan Lokal

Jumat, 25 September 2026 - 08:45:09 WIB