Jangan Lawan Kantuk dengan Kopi! 350 Mahasiswa UMRI Diingatkan Bahaya Berkendara Saat Lelah
PEKANBARU – Mengejar mimpi boleh setinggi langit, tetapi jangan sampai rasa kantuk diabaikan ketika berada di atas kendaraan. Pesan inilah yang disampaikan PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) bersama Kepolisian kepada 350 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI).
Pesan tersebut disampaikan melalui Talkshow & Seminar Keselamatan Berkendara bertema “Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi” yang digelar di Aula Kampus UMRI, Sabtu 19 September 2026.
Kegiatan ini mengajak mahasiswa mengenali batas kemampuan tubuh saat berkendara, sekaligus meluruskan anggapan bahwa kopi dapat menjadi solusi untuk mengatasi rasa kantuk di jalan.
Talkshow yang dimoderatori Abrar Yusra tersebut menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yakni Instruktur Safety Riding PT CDN Rama Dhandyano, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M., serta Barista sekaligus Entrepreneur Lof Hendri.
Rama Dhandyano mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan sinyal tubuh ketika rasa kantuk mulai muncul saat berkendara.
“Kadang kita tuh nggak sadar bahwa kita lagi ngantuk. Padahal, ngantuk itu risikonya besar, apalagi di jalan raya. Ngantuk bisa menurunkan fokus dan mengganggu pengambilan keputusan,” ujar Rama.
Menurutnya, pengendara perlu mengenali sejumlah tanda ketika tubuh mulai kehilangan kewaspadaan. Di antaranya mata terasa berat atau sering terpejam, menguap berulang kali, tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, pikiran melayang, kendaraan mulai keluar jalur, hingga tidak mampu mengingat dengan jelas perjalanan yang baru dilalui.
Karena itu, kondisi tubuh harus dipersiapkan sebelum perjalanan. Pengendara disarankan tidur cukup, beristirahat ketika merasa lelah, memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih, mengatur rute perjalanan, tidak terburu-buru, serta menggunakan riding gear secara lengkap.
Pesan serupa disampaikan AKBP Dasril. Ia mengatakan mahasiswa merupakan kelompok usia muda dengan aktivitas yang padat, mulai dari pendidikan, pekerjaan hingga mengejar berbagai cita-cita.
Namun, tingginya aktivitas tersebut tetap harus diimbangi kesadaran menjaga keselamatan di jalan.
“Perlu diperhatikan bahwa 1 dari 5 pengendara muda yang terlibat kecelakaan ternyata penyebabnya adalah mengantuk atau kelelahan,” jelasnya.
AKBP Dasril juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak menjadikan kopi sebagai pengganti tidur.
Menurutnya, kafein memang dapat membantu menunda munculnya rasa kantuk, tetapi tidak menggantikan kebutuhan tubuh untuk beristirahat.
“Kalau lelah atau mengantuk, sebaiknya istirahat atau tidur. Minum kopi bukan solusi karena sifatnya hanya menunda kantuk. Tidur lebih baik agar tubuh kembali fit dan fokus tetap terjaga. Ingat, keselamatan adalah hal utama saat berkendara,” tegasnya.
Sementara itu, Lof Hendri memberikan perspektif berbeda dari sisi ilmu kopi. Ia menjelaskan rasa kantuk berkaitan dengan proses biologis tubuh, salah satunya penumpukan adenosin.
Semakin lama seseorang terjaga, semakin banyak adenosin yang menumpuk dan memberikan sinyal kepada tubuh untuk merasa lelah dan mengantuk.
Selain itu, terdapat ritme sirkadian yang turut memengaruhi tingkat kewaspadaan seseorang, terutama pada malam hari atau di luar waktu biologis tubuh untuk aktif.
“Kafein yang diserap dalam tubuh dapat memblokir adenosin, namun sifatnya hanya sementara. Setiap orang juga memiliki respons tubuh yang berbeda terhadap kafein. Jadi kita harus bijak dalam minum kopi,” ungkap Lof Hendri.
Pesan keselamatan tersebut kemudian dirangkum moderator Abrar Yusra melalui tiga komitmen sederhana yang dapat diterapkan mahasiswa dalam aktivitas sehari-hari.
“Ada tiga komitmen yang dapat kita sruput pada hari ini, yaitu tidur cukup, fokus saat berkendara, dan pakai riding gear lengkap,” ujarnya.
Ia berharap edukasi tersebut tidak berhenti di ruang seminar, tetapi menjadi kebiasaan ketika mahasiswa berkendara.
“Secangkir Kopi, Sejuta Mimpi. Tetap semangat mengejar mimpi, tetap nikmati secangkir kopi dan yang paling penting, jangan lupa #Cari_Aman,” tutupnya.**

































































