Kamis, 19 September 2024 - 00:30:16 WIB

Serang Pribadi Paslon Pilkada Bengkalis, Polisi Diminta Lakukan Penegakan Hukum 

BENGKALIS -- Pemilihan umum yang damai tentunya menjadi dambaan semua pihak. Untuk mewujudkan hal tersebut, semua komponen masyarakat harus dapat menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat berdampak merugikan diri sendiri.

Di Pilkada Bengkalis, informasi hoax dan fitnah mulai di endus oleh oknum tidak bertanggungjawab dengan menggunakan akun sosial media bodong tiktok mengatasnamakan @kbs_bengkalis.

Oknum tersebut melakukan berbagai penyebaran konten berunsur fitnah dan hoax yang dianggap menyesatkan dan menimbulkan keresahan warga dan pengguna sosial media lainnya. Tentunya mengarah ke kontestan Pilkada.

Koalisi KBS Bersatu Agustiawan mengakui menerima laporan keresahan tersebut. Beberapa akun bodong dengan sengaja memposting informasi berisi fitnah dan hoax terhadap pasangan dikenal dengan nama KBS. Bahkan terhadap pribadi keluarga Bupati Bengkalis Kasmarni.

Ironisnya, akun itu menampilkan identitas yang berkaitan dengan kontestan lain.

"Belakangan ini kita menerima berbagai keresahan warga terutama pengguna sosial media yang melihat begitu masif nya informasi hoax terhadap Ibu Kasmarni. Ini tentunya tidak boleh dibenarkan,"ungkap Agustiawan Devisi Media, Sosmed dan Penggalangan Opini Koalisi KBS Bersatu.

Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bengkalis Agustiawan mengungkapkan, akun-akun bodong itu dapat terbaca mengarah ke salah satu pasangan pada Kontestasi Pilkada Bengkalis. Pilkada bukanlah ajang saling hujat, fitnah dan tebar hoax serta ujaran kebencian.

"Ya kalau akun-akun ini mendukung salah satu Paslon, kemukakan saja apa yang menjadi program dan gagasan Paslon. Bukan dengan menyerang dan menyebarkan hoax, fitnah dan ujaran kebencian, lebih baik kita mencerdaskan. Dan adu visi dan misi Paslon, bukan menyerang pribadi Paslon lainnya," tegas pria akrab disapa Agus ini.

Dikatakanya, mengenai alam seperti angin kencang yang terjadi kemarin dikait-kaitkan dengan pelantikan DPRD kemarin. Dan menyerang ibu Kasmarni dan keluarga. "Padahal bencana angin itu bukan hanya terjadi di Bengkalis, terjadi juga dibeberapa wilayah di Riau dan Kepulauan Riau. Tentu ini bentuk penyesatan yang diendus pemilik akun bodong itu. Masyarakat kita butuh pencerdasan menghadapi pemilu ini, kalau misalnya tidak mampu menghadapi pasangan KBS BERSATU, mundur teratur,"tegasnya lagi.

Untuk itu, dikatakanya, pihak kepolisian dapat menindak akun-akun bodong yang dapat merusak citra Pilkada Damai yang telah di deklarasikan beberapa waktu lalu pihak Polres Bengkalis dan KPU serta Bawaslu Bengkalis serta elemen masyarakat Bengkalis dan di ikuti Paslon pada Pilkada Bengkalis.

"Atas dasar tersebut, kami meminta pihak kepolisian atau pihak yang berwenang harus ada tindakan tegas. Kalau ini dibiarkan bukan tidak mungkin, akun-akun ini terus berkembang dan bertambah. Selain merugikan satu pihak, kejadian seperti ini dapat merusak nilai Pilkada Damai yang kita dambakan bersama," pungkas Agus mengakhiri. (Inf)

Berita terkini

Septian Ketua dan Arsya Wakil Ketua Sementara DPRD Bengkalis 

Selasa, 17 September 2024 - 22:08:05 WIB

Bupati Kasmarni :  Jangan Percaya Berita Hoax

Minggu, 15 September 2024 - 19:20:51 WIB

Bupati Kasmarni Gelar Resepsi Pernikahan Arsya dan Tiara 

Minggu, 08 September 2024 - 16:30:48 WIB

Ketua DPRD Siak Baca Naskah Proklamasi 

Senin, 19 Agustus 2024 - 09:25:19 WIB

Tiga Pimpinan DPRD Siak  ikut apel HUt RI -79

Senin, 19 Agustus 2024 - 07:30:06 WIB

Bupati Alfedri Rakor Bersama Presiden RI di IKN

Rabu, 14 Agustus 2024 - 10:35:35 WIB

Bupati Alfedri : Budidaya Ikan Mempunyai Pasar Menjanjikan 

Senin, 12 Agustus 2024 - 11:03:07 WIB

Bupati Alfedri Minta Siswa Jauhi Narkoba

Kamis, 08 Agustus 2024 - 17:25:36 WIB

Fairus: Program Pokir Telah  Dinikmati  Masyarakat

Kamis, 08 Agustus 2024 - 13:55:22 WIB

Pemkab dan DPRD Sepakati Perubahan KUA PPAS 2024 

Kamis, 08 Agustus 2024 - 12:47:08 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+