Selasa, 11 Juni 2019 - 10:05:56 WIB

Kepada Gubri, LAMR Serahkan Dua Dokumen untuk Kemajuan Melayu

Riaupunya.com -- Pimpinan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), beraudiensi dengan Gubernur Riau, Syamsuar. Dalam pertemuan dengan orang nomor satu di Riau itu, LAMR menyerahkan dua dokumen penting untuk kemajuan Melayu Riau.

Pada pertemuan di ruang kerja gubernur Riau, Senin 10 Juni 2019, tampak hadir Ketua Umum MKA LAMR Al Azhar, Ketua Umum DPH LAMR Syahril Abubakar, Ketua MKA Raja Yoserizal Zen, Sekum MKA Taufik Ikram Jamil, dan Sekum DPH Nasir Penyalai. Sedangkan Syamsuar didampingi asisten 1 Sekdaprov Riau Ahmad Syah Harrofie.

"Ini buku grand design tentang rumusan kemajuan budaya Melayu Riau," kata Syahril Abu Bakar menyerahkan bundelan buku kepada Syamsuar.

Selanjutnya, Taufik Ikram menyerahkan dokumen kurikulum muatan lokal berbasis kurikulum 2013 yang direvisi 2017. Sebelum menyerahkan kurikulum muatan lokal itu, Taufik Ikram menjelaskan, bahwa kurikulum yang diserahkan ini untuk tingkatan SD, SMP dan SMA/sederajat dengannya.

"Kiranya kami juga berharap buku ini bisa dicetak. Kami juga berharap ada kebijakan dari gubernur terkait tunjangan kepada guru muatan lokal," ucap seniman yang biasa disapa TIJ itu.

Di sisi lain, Al Azhar menerangkan bahwa pihaknya juga sudah menyusun buku pendidikan BMR untuk pegangan guru. Hal ini dapat diunggah di web lamriau.id

"Persoalan yang dihadapi, saat ini ada buku muatan lokal yang dibuat pihak lain namun isinya terkadang tidak sesuai dengan tunjuk ajar Melayu. Karena itu kita berharap buku-buku muatan lokal yang beredar seharusnya sudah terverifikasi oleh LAMR," ungkap Al Azhar.

Buku pedoman guru untuk muatan lokal yang dibuat LAMR ini, ucap Al azhar lagi, sudah melalui berbagai seleksi dan sesuai dengan tunjuk ajar Melayu.

"Terima kasih atas kunjungan ini, baik masukannya saya terima terkait kebudayaan maupun pendidikan muatan lokal," kata Syamsuar.

Soal rencana induk atau grand design pemajuan kebudayaan Melayu Riau, sambung Syamsuar, sangat perlu terutama bagi pengambil kebijakan, yakni kepala daerah. Sehingga orang tahu dengan Melayu, dan apa yang dibuat pengambil kebijakan terhadap kearifan lokal.

"Saran saya perlu dilakukan seminar, sehingga penerapan kebudayaan Melayu ini mudah diterima seluruh lapisan masyarakat," ucap Syamsuar.

Sedangkan mengenai kurikulum, Syamsuar mengatakan, memperjelas arah pendidikan di Provinsi Riau.

"Kita akan instruksikan agar muatan lokal dilaksanakan sesuai dengan kurikulum ini," katanya.

Malah Gubri mengatakan, pihaknya tidak berkeberatan jika nantinya menyurati Menteri terkait muatan lokal ini. (jai)

Berita terkini

Berkunjung ke LAMR, GMC Raih Juara 3 Nasional

Kamis, 03 Januari 2019 - 00:00:00 WIB

SDN 63 Juara Pertama Panggung Zapin Meskom se Pekanbaru

Minggu, 07 Oktober 2018 - 00:00:00 WIB

Ini cara Unri Menunjukkan Kecintaan Terhadap Kebudayaan Melayu

Sabtu, 29 September 2018 - 00:00:00 WIB

Ini Dia Bujang dan Dara Bengkalis 2018

Rabu, 09 Mei 2018 - 00:00:00 WIB

Bersama Keluarga Warga Tionghoa Bengkalis Mendatangi Vihara

Jumat, 16 Februari 2018 - 00:00:00 WIB

Bupati Wardan Minta Grebeg Suro Terus Dilestarikan

Kamis, 05 Oktober 2017 - 00:00:00 WIB

Tampilkan Lukisan di Bali, Riau Usung Empat Sungai Besar

Senin, 28 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Berkunjung ke Siak, DMDI dan RTM Malaysia Lakukan hal ini

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Gubri Buka Festival Permainan Rakyat

Rabu, 09 Agustus 2017 - 00:00:00 WIB

Keberagaman Membuat Rohil Menjadi Maju

Kamis, 23 Maret 2017 - 00:00:00 WIB

Lestarikan Budaya, Ini yang Dilakukan Banyuwangi

Rabu, 15 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Hampir 40 Tahun, Musik Gamelan Berkumandang di Luar Angkasa

Jumat, 03 Februari 2017 - 00:00:00 WIB

Isteri Gubernur Riau Hadiri Iven Cian Cui di Meranti

Selasa, 31 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Jadi Dewasa, Para Wanita Suku di Maluku Ini Malah Diasingkan

Senin, 30 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Lima Orang ini Wajib Tahu Kabar Pertunangan Kamu

Minggu, 29 Januari 2017 - 00:00:00 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+