Berbeda Cara
Seperti ini Komitemen Partai Pengusung Menangkan Prabowo-Sandi di Riau
Riaupunya.com - Tiga partai pengusung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden RI Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Riau memiliki cara berbeda dalam mensosialisasikan pasangan nomor urut 02.
Jika Partai Amanat Nasional (PAN) meminta seluruh calon Legislatif (Caleg) nya menyertakan foto Prabowo-Sandi dibaliho sosialisasi, Pastai Keadilan Sejahtera memilih menggunakan sosok Sandiaga Uno saja dalam mensosialisasikan pasngan tersebut. Sementara Partai Demokrat tidak mempersoalkan menggunakan sosok Capres dan Cawapres dalam bersosialisasi. Meski berbeda cara, ketiga Parpol ini akan all out memenangkan Prabowo-Sandi di Provinsi Riau.
Seperti yang disampaikan Sekretaris DPW PAN Riau T Zulmizan Assegaf, dalam memenankan Campres-cawapres Prabowo-Sandi, PAN Riau telah meminta para Caleg untuk menyertakan foto Prabowo-Sandi di alat peraga kampanye mereka.
"Kita komit memenangkan Prabowo Sandi di Riau, kita juga minta para kader dan Caleg untuk memasang gambar Capres kita di balihonya," kata Zulmizan, seperti mengutip cakaplah.com.
Dari kubu PKS, menurut Bendahara PKS Riau, Markarius Anwar, PKS Riau lebih memilih sosok Sandiaga yang dijual untuk memenangkan pasangan tersebut. Hal itu dikarenakan pihaknya mendapati potensi menciutnya suara PKS di tempat melejitnya suara Prabowo (Gerindra).
"Nah PKS termasuk partai yang tidak diuntungkan. Semakin kami bicara Prabowo semakin besar Gerindra ya. Karena itulah kita melirik Sandiaga yang kesannya terbilang netral," ujarnya.
Sementara, di partai Demokrat, partai besutan SBY tersebut mengaku tak mempersoalkan sosok Prabowo.
Anggota DPR RI dari partai Demokrat, Sayed Abu Bakar Assegaf, mengatakan, suara partainya tak akan terganggu jika kader menyuarakan Prabowo-Sandi. Justru, kata Sayed, Kader Partai Demokrat merasa tertantang untuk mengoptimalkan peralihan suara pendukung SBY dan AHY ke pasangan Prabowo-Sandi.
"Malahan kita tengah berupaya mensolidkan suara pendukung SBY-AHY untuk Prabowo-Sandi. Jadi kita tak takut suaranya berkurang. Hanya saja pesan SBY lakukan keduanya seiring," pungkasnya.***
































































