Kamis, 08 Oktober 2026 - 09:20:24 WIB

Kabut Asap Pekat Selimuti Rohul, Sekolah Diliburkan hingga Jumat

Kepala Dinas Pendidikan Rokan Hulu, Alreza Ahyu SE MSi Ak

ROKAN HULU— Kabut asap kiriman dari wilayah Sumatera Selatan dan Jambi semakin pekat menyelimuti Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, Kamis 8 Oktober 2026.Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah terganggu dan kualitas udara memburuk.

Sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan akibat paparan asap, terutama batuk dan sesak napas. Kondisi itu juga mengganggu aktivitas masyarakat karena jarak pandang berkurang dan udara terasa tidak sehat.

“Dengan kondisi seperti ini, aktivitas warga cukup terganggu. Jarak pandang berkurang dan udara terasa tidak sehat,” ujar Yudi Ardiansyah.

Merespons kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rokan Hulu, Alreza Ahyu, SE., M.Si., Ak., mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah hingga Jumat.

Menurut Alreza, kebijakan tersebut diambil sebagai upaya melindungi siswa dan guru dari paparan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Selama pembelajaran tatap muka dihentikan, proses belajar mengajar tetap dilaksanakan secara daring.

“Kesehatan dan keselamatan siswa serta guru menjadi prioritas. Untuk sementara kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring. Kami berharap kabut asap segera berakhir sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal,” tegas Alreza.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, dr. Bambang Triono, MM., mengatakan keputusan meliburkan sekolah merupakan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

“Dengan kondisi kabut asap seperti sekarang, anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan. Karena itu, peliburan sekolah menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap terhadap siswa dan guru,” ujar Bambang.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara masih buruk.

“Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, gunakan masker dan perbanyak minum air putih. Apabila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, atau keluhan kesehatan lainnya, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Bambang juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara, termasuk pembakaran lahan dan sampah secara terbuka.

Pemerintah daerah diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah cepat apabila kondisi kabut asap semakin memburuk. (Lim)

Berita terkini

42 Mahasiswa Mengikuti Yudisium Fakultas Pertanian

Kamis, 10 Oktober 2019 - 17:35:29 WIB

Unilak Wisuda 1044 orang, Rektor Sampaikan Kemajuan Unilak

Sabtu, 12 Oktober 2019 - 18:05:54 WIB

Unilak Gelar Wisuda 59, Diikuti 1.044 Wisudawan

Jumat, 11 Oktober 2019 - 13:18:16 WIB

FIA Unilak Gelar Yudisium, 90 Mahasiswa Raih Gelar Sarjana

Kamis, 10 Oktober 2019 - 15:45:49 WIB

FT Unilak Yudisium 41 Mahasiswa

Rabu, 09 Oktober 2019 - 10:55:46 WIB

40 Mahasiswa Kurang Mampu Terima Dana Zakat dari UPZ UIR

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 23:10:27 WIB

288 Mahasiswa Unilak Resmi Bergelar Sarjana Hukum

Jumat, 04 Oktober 2019 - 05:35:49 WIB

Unilak Tuan Rumah Kursus Dinas staf Menwa

Sabtu, 28 September 2019 - 22:50:30 WIB

Sempena Milad ke-57, UIR Luncurkan Dua Buku

Sabtu, 28 September 2019 - 14:20:36 WIB

Profesor dari Jerman isi Kuliah Umum di Prodi Elektro Unilak

Sabtu, 28 September 2019 - 09:00:58 WIB

Milad ke-57 UIR Dimeriahkan Beragam Lomba

Jumat, 27 September 2019 - 21:05:51 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+