Wabup Rohil: UMKM Bukan Sekadar Usaha, tapi Fondasi Ekonomi Daerah
ROKAN HILIR – Potensi besar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mendapat perhatian serius dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan PKU Akbar 2026 yang digelar PNM Cabang Pekanbaru di Gedung Misran Rais, Bagansiapiapi, Rabu (7/10/2026).
Mengusung tema “UMKM Jaya, dari Budaya Menjadi Karya”, kegiatan ini mempertemukan ratusan pelaku UMKM sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan PNM.
Wakil Bupati Rohil, Jhony Charles BBA., MBA., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, tingginya antusiasme pelaku UMKM menunjukkan besarnya potensi ekonomi masyarakat yang perlu terus mendapat dukungan dan pendampingan.
“Yang datang sekitar 200 orang. Bayangkan, mereka datang sejak pukul 09.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB masih tetap berada di dalam ruangan. Mereka adalah pelaku ekonomi dan pelaku UMKM,” ujar Jhony Charles.
Ia menilai, pemerintah daerah perlu membangun sinergi yang semakin kuat bersama PNM dan para pelaku UMKM. Terlebih, jumlah nasabah PNM di Rohil terbilang sangat besar dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau.
“Yang seperti ini harus kita dukung dan bersinergi dengan mereka. Kita harus bersama mereka karena jumlahnya tidak sedikit, keseluruhan nasabahnya berjumlah 47.800. Rokan Hilir yang paling banyak di PNM ini,” katanya.
Jhony menegaskan, keberadaan puluhan ribu pelaku UMKM tersebut merupakan modal penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus membuka ruang dan memberikan dukungan agar jumlah maupun kapasitas pelaku UMKM di Rohil semakin berkembang.
“Makanya ini harus kita dorong agar nanti pelaku UMKM-nya lebih bertambah lagi, karena mereka adalah pilar ekonomi Rokan Hilir,” tegasnya.
Sementara itu, Pemimpin Cabang PNM Pekanbaru, Arfan, mengatakan pihaknya terbuka untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan dan pengembangan UMKM di Rohil.
“Pada intinya kami siap bersinergi dengan siapa saja,” kata Arfan.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Rokan Hilir memiliki jumlah nasabah PNM terbesar dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Riau. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi masyarakat Rohil memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
“Tadi juga sudah saya sampaikan kepada Pak Wakil Bupati Rohil bahwa nasabah yang paling banyak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau itu adalah dari Kabupaten Rohil. Ini suatu potensi ekonomi yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Arfan menjelaskan, mayoritas nasabah PNM berada pada lapisan usaha mikro dan merupakan pelaku usaha yang bergerak dari tingkat paling bawah atau akar rumput.
“Nasabah kami itu adalah nasabah yang berada di level paling bawah, akar rumputnya. Jadi pengusaha-pengusaha dasar, yang nantinya berjalan dengan baik akan menjadi pengusaha yang lebih besar nantinya,” jelasnya.
Kegiatan PKU Akbar 2026 turut dihadiri Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Rohil Samsuri, SH., M.Si., Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi Rohil Juni Rahmat, SE., MM., serta para pelaku UMKM dan undangan lainnya.(rus)












































