Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:30:56 WIB

Ribuan Mahasiswa Gelar Kirab Merah Putih, Serukan Persatuan Tanpa Provokasi

JAKARTA – Ribuan pemuda dan mahasiswa dari berbagai elemen menggelar Kirab Merah Putih di Jakarta Pusat dengan membawa pesan bahwa sikap kritis dan kepedulian terhadap persoalan bangsa harus tetap berjalan dalam semangat persatuan serta terbebas dari provokasi.

Kirab yang digelar dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyuarakan berbagai persoalan publik, mulai dari pemberantasan korupsi, penyalahgunaan narkoba, hingga pentingnya menjaga kebhinekaan. Pesan itu sekaligus menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam demokrasi tidak harus selalu diwujudkan melalui konfrontasi, tetapi dapat disampaikan melalui gerakan kebangsaan yang damai dan konstruktif.

Perwakilan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI), Raja Agung, mengatakan kemerdekaan harus menjadi momentum bagi anak muda untuk semakin peduli terhadap persoalan yang dihadapi bangsa.

“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan bangsa. Salah satunya dengan mendorong pemberantasan korupsi, memerangi penyalahgunaan narkoba, serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” kata Raja Agung dalam keterangan yang diterima Selasa 18 Agustus 2026.

Kirab mengangkat tema “Momentum Persatuan Anak Bangsa: Kibarkan Merah Putih, Musnahkan Koruptor, Bersihkan Narkoba, Tegakkan Persatuan Tanpa Provokasi!”

Sejumlah organisasi mahasiswa dan kepemudaan terlibat, di antaranya Muslimah Gerakan Pemuda Islam, GMPRI, Himpunan Mahasiswa Batak Tangerang Selatan, Aktivist Connection, Solidaritas Pemuda Desa, serta Pemuda Papua Jabodetabek.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya dan dilanjutkan pawai kebangsaan dengan membentangkan Merah Putih sepanjang 81 meter. Nuansa kebhinekaan diperkuat melalui penampilan ondel-ondel, angklung, tari Papua, hingga penyampaian orasi kebangsaan.

Di tengah dinamika penyampaian aspirasi publik belakangan ini, peserta juga membawa pesan agar generasi muda tidak mudah terseret informasi yang belum terverifikasi maupun ajakan provokatif. Kritik terhadap berbagai persoalan bangsa dinilai tetap diperlukan, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab agar tidak membuka ruang bagi kepentingan yang justru mengaburkan substansi aspirasi.

“Perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama,” ujar Raja Agung.

Menurutnya, persatuan bukan berarti meniadakan perbedaan pendapat. Sebaliknya, ruang demokrasi akan semakin sehat apabila keberanian menyampaikan kritik tetap disertai penghormatan terhadap sesama serta kepentingan masyarakat yang lebih luas.

“Persatuan menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi berbagai tantangan dan menyongsong masa depan,” katanya.

Kirab Merah Putih pun membawa pesan bahwa mahasiswa dan pemuda dapat tetap lantang menyuarakan aspirasi tanpa kehilangan semangat kebangsaan. Kritis terhadap persoalan, tegas melawan korupsi dan narkoba, namun tidak memberi ruang bagi provokasi yang berpotensi memecah persatuan.**

Berita terkini

Tengku Buwang Asmara Diusulkan Menjadi Pahlawan Nasional

Rabu, 14 Desember 2022 - 14:45:44 WIB

KI Riau Award 2022, PT SPR Raih Juara I Kategori BUMD

Senin, 12 Desember 2022 - 18:35:08 WIB

Personil dan Kasatpol PP Riau Jalani Test Urine Oleh BNN

Senin, 12 Desember 2022 - 12:15:01 WIB

Babinsa Serahkan Sembako dan Bantu Warga Memasak Di Dapur

Minggu, 11 Desember 2022 - 11:40:47 WIB
Catatan Mohammad Nasir

Misi Suci Prajurit di Perbukitan Cianjur

Sabtu, 10 Desember 2022 - 19:17:20 WIB

Komisi Informasi Riau Award 2022 Kembali Digelar

Kamis, 08 Desember 2022 - 16:40:00 WIB

Dua Disabilitas Terima Bantuan dari DirIntelkam Polda Riau

Kamis, 08 Desember 2022 - 13:40:06 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+