Raih Medali di Kerjunas, Bupati Bengkalis Apresiasi Keberhasilan Atlet Muaythai
BENGKALIS -- Keberhasilan atlet Muaythai dari Bengkalis dalam meraih prestasi di ajang Kejuaraan Nasional Muaythai yang berlangsung di Kota Bekasi beberapa waktu lalu mendapatkan pengakuan dari Bupati Bengkalis.
Melalui Ardiansyah, Plt Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Bengkalis, pemerintah daerah merasa bangga atas pencapaian yang diraih oleh para atlet Bengkalis.
"Kami berharap pencapaian ini tidak hanya berhenti di sini. Atlet yang telah mengangkat nama Bengkalis diharapkan tidak merasa cukup sampai di titik ini. Teruslah berlatih dan tingkatkan kemampuan, supaya bisa tampil lebih baik di event mendatang," jelas Ardiansyah, Jumat 14 Agustus 2026, di tengah acara Ekraforia yang berlangsung di Gedung Jell Belanda (Huis Van Behauring) di Jalan Pahlawan, Kota Bengkalis.
Menurut dia, peluang besar sudah nampak di depan mata, pelaksanaan PON 2028. Pihaknya berharap atlet yang berprestasi dari Bengkalis hari ini, bisa mewakili Riau pada pelaksanaan PON tersebut.
"Kita berharap mereka bisa berbicara lebih banyak lagi di ivent nasional, yang terdekat tentunya dalam ajang PON 2028 mendatang. Masih ada waktu cukup panjang untuk mempersiapkan diri menghadapi PON 2028," tandasnya.
Seperti diketahui lima orang atlet Muaythai Bengkalis berhasil menunjukkan prestasinya diajak Kejurnas Muaythai yadi dilaksanakan di kota Bekasi beberapa waktu lalu.
Kejurnas Indonesia Muaythai Championship 2026 yang dibuka Menpora Erick Thohir tersebut lima atlet Bengkalis berhasil membawa pulang medali. Di antaranya Galank Ananda Dyra meraih medali perak, Cahaya Aqila Lessnusa meraih medali perak, Ananda Wahyu Wiraatmaja meraih medali perunggu, Amira Khansa Lessnusa meraih perunggu, dan M. Alfatih Lessnusa meraih perunggu.
Indonesia Muaythai Championship 2026 yang berlangsung dari 4-9 Agustus 2026 di Kota Bekasi, Jawa Barat diikuti 460 atlet dari seluruh Indonesia yang dibagi beberapa divisi atau kelompok usia, yakni Divisi youth usia 16-23 tahun, elite usia 16-40 tahun, Class Fight Profesional, divisi remaja usia 9-10 tahun, 11-12 tahun, 13-14 tahun, dan 15-16 tahun. Sementara untuk katagori Wai Khruu (seni) terdiri dari Muay Boran dan Muay Aerobic.
Dakeslim, yang di panggil Ikes orang tua dari Ananda Wahyu Wiraatmaja yang juga mantan atlit beladiri, mengatakan, awalnya anaknya berpotensi meraih emas atau perak karena sudah unggul poin. Namun Ananda Wahyu Wiraatmaja yang saat ini menuntut ilmu di SMA Abdurrab Islamic School Pekanbaru mengalami cedera bahu di semi final yang membuat dirinya harus puas dengan medali perunggu.
"Sudah unggul poin, namun di detik-detik terakhir cedera bahu, akhirnya kalah dan meraih perunggu," pungkasnya.(AP)











































