Bahas Tantangan Pembelajaran Era Digital, FIKOM UMRI Hadirkan Guru Besar USU
PEKANBARU -- Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menghadirkan Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), Prof. Hj. Lusiana Andriani Lubis, MA., Ph.D., sebagai pemateri dalam Kuliah Umum Tahun Ajaran 2024/2025. Ahad 6 April 2025.
Kuliah umum tersebut mengangkat tema "Tantangan Pembelajaran di Era Digital” dan diikuti mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UMRI.
Kehadiran Prof. Lusiana sebagai pemateri menjadi bagian dari upaya FIKOM UMRI memperluas wawasan mahasiswa dalam menghadapi transformasi pendidikan dan komunikasi di tengah perkembangan teknologi digital.
Dalam pemaparannya, Prof. Lusiana menjelaskan bahwa transformasi digital telah mengubah cara masyarakat belajar, mengakses informasi, dan berinteraksi dengan pengetahuan. Di sisi lain, perkembangan tersebut juga melahirkan sejumlah persoalan yang harus menjadi perhatian dalam dunia pendidikan.
“Transformasi digital memberikan peluang yang besar bagi dunia pendidikan, tetapi pada saat yang sama kita juga menghadapi berbagai tantangan. Kesenjangan digital, literasi digital, perubahan pola interaksi sosial, serta persoalan etika perlu mendapat perhatian agar teknologi benar-benar memberikan manfaat bagi proses pembelajaran,” ujar Prof. Lusiana.
Menurutnya, literasi digital tidak cukup dimaknai sebatas kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi. Literasi digital juga membutuhkan kemampuan kognitif untuk berpikir kritis terhadap informasi, kemampuan berinteraksi secara sehat di ruang digital, serta pemahaman terhadap etika, hak, dan kewajiban dalam menggunakan teknologi.
Ia juga menyoroti kesenjangan digital yang masih menjadi tantangan bagi pendidikan di Indonesia. Perbedaan akses terhadap internet dan perangkat teknologi, khususnya antara kawasan perkotaan dan daerah terpencil, berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam memperoleh sumber daya pembelajaran.
Selain persoalan akses, perubahan pola interaksi dalam pembelajaran digital juga perlu mendapat perhatian. Pembelajaran daring dapat mengurangi intensitas interaksi tatap muka antara pendidik dan peserta didik. Karena itu, pendekatan *blended learning* dapat menjadi salah satu alternatif dengan mengombinasikan pembelajaran daring dan tatap muka serta tetap menjaga hubungan interpersonal dalam proses pendidikan.
Dekan FIKOM UMRI, Jayus, S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan bahwa kuliah umum dengan menghadirkan akademisi dari perguruan tinggi lain merupakan bagian dari penguatan atmosfer akademik sekaligus pengembangan kerja sama antarlembaga.
“Kami menyambut baik kehadiran Prof. Lusiana Andriani Lubis di FIKOM UMRI. Kehadiran beliau tentu memberikan tambahan wawasan dan perspektif bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami berbagai perubahan dan tantangan pembelajaran di era digital,” ujar Jayus.
Ia menambahkan, FIKOM UMRI terus mendorong berbagai kegiatan akademik kolaboratif dengan perguruan tinggi mitra sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan dan penguatan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya penting bagi pengayaan pengetahuan mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun jejaring akademik dan memperkuat kolaborasi antarinstitusi. Kami berharap kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan tridarma perguruan tinggi pada masa mendatang,” tambahnya.
Dalam materinya, Prof. Lusiana juga menekankan bahwa menjawab tantangan pendidikan digital membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah memiliki peran dalam kebijakan dan pembangunan infrastruktur, lembaga pendidikan dalam pengembangan kurikulum dan kapasitas tenaga pendidik, sektor swasta melalui dukungan teknologi, serta masyarakat melalui partisipasi dalam berbagai inisiatif pendidikan digital.
Pada bagian akhir, ia menegaskan bahwa transformasi digital telah membawa perubahan besar terhadap metode pembelajaran dan interaksi sosial. Karena itu, kesenjangan digital, rendahnya literasi digital, perubahan interaksi sosial, serta persoalan etika dan keamanan digital perlu dijawab melalui pendekatan yang menyeluruh dan kolaboratif.
Kuliah umum tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa FIKOM UMRI dalam menghadapi perubahan lingkungan komunikasi dan pendidikan yang semakin terdigitalisasi sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara kritis, etis, dan bertanggung jawab.**











































