UMRI Sambut Menteri Besar Perlis, Kolaborasi Pendidikan dan Dakwah Kian Diperkuat
PEKANBARU -- Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menerima kunjungan silaturahim Menteri Besar Perlis, Yang Amat Berhormat Tuan Abu Bakar bin Hamzah, dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Auditorium Kampus Umri, Kamis malam 6 Agustus 2026 malam. Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan Muhammadiyah dengan Pemerintah Negeri Perlis sekaligus memperkuat kerja sama di berbagai bidang.
Acara ini dihadiri Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Umri Prof. Dr. H. M. Nazir, M.A., Rektor UMRI Dr. H. Saidul Amin, M.A., Wakil Rektor, Dekan Fakultas, Kepala Biro, dan Kepala Kantor di lingkungan Umri.
Turut hadir rombongan Pemerintah Negeri Perlis yang dipimpin langsung oleh Menteri Besar Perlis, didampingi Setiausaha Kerajaan Negeri Perlis Yang Berhormat Dato' Noor Azman bin Abdul Rahman, Yang Dipertua Majelis Perbandaran Negeri Perlis Yang Berbahagia Tuan Haji Affendi Rajini Kanth, Wakil Konsul/Konsul Muda Malaysia di Pekanbaru Ros Faizi bin Rosli, beserta jajaran pejabat lainnya.
Suasana silaturahim berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan eratnya hubungan persaudaraan antara masyarakat Melayu di Indonesia dan Malaysia, khususnya antara Muhammadiyah dengan Negeri Perlis.
Dalam sambutannya, Rektor Umri menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, hubungan baik yang telah terjalin selama ini diharapkan semakin berkembang melalui berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari pendidikan, penelitian, dakwah, hingga pengabdian kepada masyarakat.
"Kami berharap kerja sama antara Muhammadiyah dengan Negeri Perlis dapat semakin erat dan berkembang di masa-masa mendatang, sehingga mampu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," ujar Dr. Saidul Amin yang juga menjabat sebagai Vice Chancellor UMAM.
Sementara itu, Yang Amat Berhormat Tuan Abu Bakar bin Hamzah, Menteri Besar Perlis, menyatakan rasa syukur dapat bertemu dengan keluarga besar Universitas Muhammadiyah Riau.
"Kita bersyukur pada malam ini Allah SWT memperkenankan kita untuk berkumpul dalam majelis bersama para pemimpin Universitas Muhammadiyah Riau. Ini adalah sebuah anugerah yang patut untuk kita syukuri," ujarnya.
Ia menekankan bahwa Indonesia dan Malaysia memiliki hubungan yang sangat erat sebagai dua bangsa yang serumpun dalam membela syiar Islam.
"Dalam melanjutkan syiar Islam, kita harus tetap berpegang pada prinsip. Malaysia dan Indonesia tidak dapat dipisahkan. Kita adalah Melayu serumpun yang bersama-sama menjaga agama Islam dan sunnah Nabi Muhammad SAW,"imbuhnya.
Lebih lanjut, Abu Bakar bin Hamzah menyampaikan bahwa Perlis dan Riau memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan nilai-nilai keislaman sebagai bagian dari rumpun Melayu. Karena itu, ia berharap kedua wilayah terus memperkuat sinergi dalam memartabatkan Islam, melestarikan budaya Melayu, serta membangun generasi yang berkarakter.
"Perlis dan Riau sama-sama menyambungkan kekuatan Melayu. Riau harus terus diperkasakan dalam mempertahankan agama, bangsa, dan jati diri Melayu," ujarnya.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan jamuan makan malam bersama dan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen untuk terus mempererat hubungan antara Universitas Muhammadiyah Riau dan Pemerintah Negeri Perlis.
Silaturahim ini menjadi langkah penting dalam memperkokoh ukhuwah antara Muhammadiyah dan Pemerintah Negeri Perlis, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi, dakwah Islam, riset, serta pemberdayaan masyarakat di masa mendatang.**













































