Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:28:20 WIB

Menuju Energi Mandiri Dari Kebun Rakyat, Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso Akselerasi PSR 17.100 Ha Di Riau, Dukung Implementasi B50

PEKANBARU -- PTPN IV PalmCo terus terus mengakselerasi program peremajaan sawit rakyat di Riau sebagai bentuk dukungan nyata terhadap implementasi program B50 atau kebijakan mandatori pemerintah Indonesia yang mewajibkan campuran bahan bakar solar dengan 50 persen biodiesel bahan baku minyak sawit.

Kebijakan mandatori B50 yang mewajibkan campuran 50% biodiesel dari sawit akan berlaku 1 Juli 2026.

Hingga akhir 2025, PTPN IV PalmCo melalui PTPN IV Regional III telah merealisasikan peremajaan sawit petani di Riau seluas 12.600 hektare.

Sepanjang 2026, ditargetkan tambahan 4.500 hektare lagi.

"Insya Allah, sampai akhir tahun ini program peremajaan sawit di Riau dapat mencapai 17.100 Ha. Alhamdulillah progresnya sangat baik, dan rekan-rekan petani juga sangat antusias terhadap program PSR ini," ujar Bambang Budi Santoso, Jumat 19 Juni 2026.

Program PSR ini adalah jawaban untuk memangkas ketimpangan.

Rata-rata produktivitas sawit petani nasional 7-12 ton/Ha/tahun. Sementara korporasi tembus >20 ton/Ha/tahun.

Hasilnya nyata di lapangan.
Petani mitra yang ikut revitalisasi sejak 2012 kini produktivitasnya 29,10 ton/Ha/tahun.
Petani PSR usia TM-3 juga tembus 23,94 ton/Ha/tahun. Jauh di atas standar PPKS 19 ton/Ha/tahun.

“Dengan memperkuat petani sawit, produksi rekan-rekan petani meningkat dan pada akhirnya bisa mendukung kebijakan pemerintah untuk menjadikan sawit sebagai sumber energi baru terbarukan,” jelas Bambang Budi Santoso alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau tersebut.

Untuk mengejar target, tim Distrik Petani Mitra terus menggesa pendataan, verifikasi, hingga Rekomtek.

Sejak 2019, PTPN IV Regional III juga sudah menyalurkan 2,56 juta bibit sawit unggul bersertifikat ke 8.900 petani.

Pola 'single management' yang transparan diterapkan agar kultur teknis petani setara standar perusahaan.

“Kami juga didukung oleh teman-teman Aspekpir dalam mengakselerasi program ini, sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.

Implementasi B50 ditargetkan menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun dari berkurangnya impor solar.

Secara total, PTPN IV Regional III telah bermitra dengan 28.000 petani dalam luasan 56.500 hektare plasma.

“Peremajaan ini bukan hanya soal pohon. Ini soal masa depan energi Indonesia, dan soal meningkatnya pendapatan petani sawit Riau,” tegas Bambang Budi Santoso.**

Berita terkini

TEMPO Financial Award 2022

bank bjb Raih Tiga Perhargaan

Kamis, 15 Desember 2022 - 13:13:28 WIB

Pemkab Siak Gelar Gerakan Pangan Murah

Kamis, 15 Desember 2022 - 03:27:24 WIB

Wabup Husni : Kita Terima Investor Masuk ke Kabupaten Siak

Selasa, 13 Desember 2022 - 17:40:32 WIB

Dewan Sahkan 2,4 Triliun Rupiah APBD Siak Tahun 2023

Jumat, 25 November 2022 - 19:05:02 WIB

Nilai Tukar Petani Riau Naik 5,64 Persen

Kamis, 01 Desember 2022 - 15:15:50 WIB

Oktober 2022, Neraca Perdagangan Riau Surplus USD 1,70 Miliar

Selasa, 15 November 2022 - 13:15:34 WIB

Gubri Syamsuar Pimpin Rapat Pleno KDEKS

Senin, 14 November 2022 - 13:05:42 WIB

Triwulan III 2022, Ekonomi Riau Tumbuh 4,63 Persen

Minggu, 13 November 2022 - 15:05:18 WIB

Pengelola Pelabuhan Buton Siap Cegah Kejahatan Lintas Batas

Selasa, 08 November 2022 - 19:00:51 WIB

Pengelola Pelabuhan Buton Siap Cegah Kejahatan Lintas Batas

Selasa, 08 November 2022 - 19:00:51 WIB

Cari Judul Berita

Riau Punya Update

Follow Twitter

Google+