Jalin Kerja Sama dengan Universitas Terkemuka di Spanyol, UMRI Terus Perkuat Internasionalisasi
MADRID – Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) terus memperluas jejaring internasionalnya. Pada Selasa 21 April 2026 Rektor UMRI Dr Saidul Amin MA, didampingi Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMRI Prof Dr Muhammad Nazir MA, resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universidad de Granada di kantor pusat universitas tersebut yang berlokasi di pusat kota Granada.
Dari pihak tuan rumah, penandatanganan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Internasional Prof Dr Inmaculada Marrero Rocha, dan didampingi Dekan Fakultas Pendidikan Prof Dr Katia Caballero Rodriguez, serta sejumlah staf hubungan masyarakat. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban di gedung utama rektorat yang telah berdiri hampir lima abad.
Universidad de Granada yang saat ini dipimpin oleh Rektor Prof. Pedro Mercado Pacheco merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di Spanyol. Didirikan pada tahun 1531 oleh Charles V, universitas ini kini menjadi yang terbesar keempat di Spanyol dan menempati peringkat ketujuh terbaik di negara matodor tersebut.
Dengan jumlah mahasiswa mencapai hampir 60.000 orang, didukung sekitar 3.700 dosen dan 2.600 tenaga kependidikan, serta lebih dari 6.000 mahasiswa internasional, universitas ini juga memiliki dana abadi sekitar 395 juta euro atau setara Rp7,9 triliun.
Secara historis, keberadaan universitas ini sesungguhnya tidak muncul dari ruang hampa, sebab Raja Charles V hanya melanjutkan tradisi madrasah yang diprakarsai oleh Dinasti Nasrid di Granada. Pada tahun 1349, Yusuf I dari Dinasti Nasrid mendirikan Madrasah Yusufiyyah yang mengajarkan berbagai disiplin ilmu seperti kedokteran, hukum, astronomi, dan logika. Madrasah ini menjadi cikal bakal tradisi akademik di kota tersebut.
Pasca peristiwa Reconquista, ketika kekuasaan beralih ke penguasa Katolik, tradisi keilmuan tetap berlanjut meskipun mengalami penyesuaian dalam kurikulum dan pendekatan. Menariknya, bangunan awal universitas masih memanfaatkan struktur Madrasah Yusufiyyah, sehingga unsur arsitektur dan kaligrafi Arab yang memuat ayat-ayat Al-Qur’an tetap terjaga hingga kini. Hal ini menjadi bukti bahwa perubahan kekuasaan tidak memutus kesinambungan tradisi intelektual.
Pada akhir pertemuan, Prof. Dr. Inmaculada Marrero Rocha menyampaikan bahwa UMRI akan menjadi mitra strategis dalam pengembangan kerja sama akademik Universidad de Granada di Indonesia. Ia juga menyatakan rencana kunjungannya ke UMRI dalam rangka menghadiri pertemuan di Kuala Lumpur pada akhir tahun 2026.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UMRI menyambut positif peluang kerja sama ini dan menegaskan kesiapan UMRI untuk menjadi jembatan kolaborasi antara Universidad de Granada dengan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. (rls/MAS)











































